PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Menjelaskan


__ADS_3

Tuan Randi memberikan kesempatan pada sekretaris Han untuk menjelaskan semuanya karena mengingat kesetiaannya setelah bertahun tahun bekerja padanya.


"Baiklah ayo cepat kau katakan semuanya dan jangan coba coba menipuku atau selama nya aku akan menjadi musuh bagimu di masa depan!" Ancam tuan Randi,


Sekretaris Han sangat takut mendapatkan ancaman itu, lagi pula sejak awal dia juga tidak ada niatan untuk menyembunyikan semua ini dari tuan Randi hanya saja sekretaris Han juga lupa karena dia terlalu sibuk mengurusi urusan lain terlebih masalah tuan Randi dengan Ratu yang membuat dia juga harus ikut turun tangan membujuknya.


Sekretaris Han menjelaskan semua kejadian yang dia alami mulai dari nyonya Wulan yang menemuinya di restoran dan perjanjian yang nyonya Wulan lakukan dengannya termasuk adanya sekretaris Diah yang menjadi asisten pribadi nyonya Wulan saat ini, dan kecurigaan dia sendiri pada sekretaris Diah.


Tuan Randi terus mendengarkan semua penjelasan yang diberikan oleh sekretaris Han, menatap dengan lekat dan tajam sambil terus memahami apa yang disampaikan sekretaris Han.


"Begitu tuan, dan sebenarnya saya tidak berniat menutupi semuanya dari anda, hanya saja belum ada waktu yang tepat untuk membicarakan masalah ini karena anda terlalu fokus pada Ratu" ucap sekretaris Han mengakhiri penjelasannya,


"Bagaimana bisa ibu mengenal mantan sekretarisnya Zidan?" Ucap tuan Randi yang ikut penasaran.


Sekretaris Han juga tidak tau soal itu dan tuan Randi langsung memerintahkan sekretaris Han agar mencari informasi mengenai sekretaris Diah dan memerhatikan semua gerak geriknya selama menjadi sekretaris ibunya.


"Han, kau teruslah berpura pura bekerja sama dengan nyonya Wulan dan perhatikan semua gerak gerik sekretaris Diah, aku yakin dia pasti merencanakan sesuatu" ucap tuan Randi menaruh kecurigaan.


"Baik tuan, saya akan melakukannya dengan baik dan teliti" jawab sekretaris Han dengan tegas.


Di sisi lain Zidan mendapatkan sebuah kabar dari Oma Rika yang hendak pulang kembali ke kediamannya karena proses pengobatan selama di luar negeri sudah selesai, hari ini adalah telat hari keberangkatan Oma Rika dan dia harus pergi untuk menjemputnya.


Selesai menjemput Oma Rika, Zidan langsung membawa Oma Rika ke rumah dan membantunya beristirahat di kamar namun orang pertama yang Oma Rika tanyakan adalah Ratu, karena sudah lama sejak dia pergi meninggalkan rumah itu, dia tidak melihat Ratu lagi.


"Zidan bagaimana keadaan Ratu, dan hubungan kalian apa sekarang sudah berkembang lebih baik?" Tanya Oma Rika dengan antusias,


Zidan merasa heran dan bingung mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Oma nya mengingat dulu dia juga sempat tidak menyukai Ratu tapi berkat Oma nya kini dia tidak bisa melupakan Ratu dengan mudah.


"Oma di sini akulah cucumu kenapa Oma malah menanyakan keadaan Ratu, apa Oma tidak cemas dengan keadaanku?" Tanya Zidan cemburu,


"Ahhh...kau ini pasti sudah bisa menjaga diri sendiri usiamu sudah matang untuk menikah sedangkan Ratu masih cukup muda makanya aku lebih mengkhawatirkan dia" jawab Oma Rika.


"Yahh.....terserah Oma saja, Ratu baik baik saja dia sekarang memiliki seorang adik angkat namanya Mala mereka hidup bersama sekarang" jawab Zidan memberi tau.


Oma Rika membuka matanya lebar dan dia menyuruh Zidan agar berhenti mendorong kursi rodanya, lalu Oma Rika menahan lengan Zidan karena penasaran dengan kehidupan Ratu selama dia jauh dari negara ini.


"Apa...seorang adik, lalu bagaimana apa adik angkatnya itu orang baik?, Bagaimana kalau Ratu di jahat?" Ucap Oma Rika yang begitu mencemaskan Ratu,


"Aduhh Oma jangan berlebihan seperti itu, Mala anak yang baik maka ya Ratu mengangkat dia menjadi adiknya, mereka saudara yang akur dan serasi"jawab Zidan memberitau.


Nampak Oma Rika langsung mengusap dadanya lembut dan menghembuskan nafas lega ketika mendengar penjelasan dari Zidan, awalnya dia sangat kaget dan khawatir Ratu akan mengalami kehidupan yang sulit jika harus mengurus orang lain di sampingnya, namun setelah mendengar ucapan dari cucunya Zidan bahkan Ratu baik baik saja Oma Rika pun merasa lega.


"Ahh...syukurlah Oma sangat lega mendengarnya, Zidan jangan lupa besok suruh Ratu dan adiknya kemari Oma sangat merindukan dia dan sudah menyiapkan banyak hadiah untuknya" ucap Oma dengan senyum yang merekah,


Zidan hanya bisa mengangguk menuruti keinginan Oma nya dan dia segera kembali ke ruangan kerja dan mulai menyibukkan dirinya dengan semua berkas yang harus dia urus seorang diri tanpa adanya sekretaris yang bisa membantunya.


Setelah Ratu di pecat dia belum sempat mencari sekretaris pengganti lagi untuknya lagi pula pekerjaannya yang menumpuk membuat dia tidak memiliki waktu untuk melakukan semua itu sendiri, dan Zidan masih berharap Ratu bisa kembali bekerja padanya.


Meski Zidan tau sekalipun dia meminta dan memohon agar Ratu bekerja lagi padanya, sudah pasti jawaban dari Ratu akan menolak karena dia tau bahwa nyonya Wulan sudah berani memberikan ancaman padanya.


Sesekali Zidan menggerutu kesal dan frustasi karena pekerjaan yang begitu menumpuk dan membuat kepalanya pusing, mengerjakan semua pekerjaan seorang diri tentu membuat Zidan harus menghabiskan waktu yang lebih banyak dari biasanya.

__ADS_1


"Arghhh.....aku bisa gila kalau terus mengerjakan semuanya sendiri, bagaimana ini" ucap Zidan merasa frustasi sambil mengacak rambutnya kasar.


Tanpa Zidan sadari sebenarnya Oma Rika mengetahui apa yang tengah membuat cucunya itu frustasi, tentu saja seorang nenek akan turut merasa sedih ketika melihat cucu satu satunya begitu frustasi dengan pekerjaan.


Melihat itu Oma Rika diam diam mendengarkan gerutuan Zidan dan saat Zidan tertidur karena kelelahan Oma Rika masuk diam diam lalu memeriksa semua berkas itu, sampai tidak sengaja Oma Rika melihat surat perjanjian kontrak dari perusahaan Atmaja yang di dalam surat itu tertulis penyuntikan dana pada perusahaan Atmaja dengan beberapa persyaratan di dalamnya termasuk ada nama Ratu dan larangan lain yang harus Zidan lakukan.


Melihat semua itu Oma Rika benar benar marah dia dia membawa surat itu bersamanya lalu segera menghubungi ibu Zidan dan memberitahukan semua permasalahan perusahaan padanya, malam itu juga ibu Zidan langsung mentransfer sejumlah dana pada Oma Rika dari perusahaan pusat untuk mengembalikan semua dana yang dipinjam oleh Zidan dari Randi sebelumnya.


"Huuh....bagaimana bisa anak ini menyembunyikan masalah sebesar ini begitu lama, dan bisa bisanya dia melibatkan Ratu dalam masalah ini, keterlaluan!" Gerutu Oma Rika yang merasa kesal dan kecewa pada Zidan.


Tak butuh waktu lama untuk Oma Rika menyelesaikan masalah itu karena malam itu juga semua dana sudah berhasil dikembalikan pada perusahaan Atmaja dan semua perjanjian sudah tuntas dengan cepat.


Setelah menyelesaikan semua masalah barulah Oma Rika bisa beristirahat dengan tenang dan kini perusahaan Zidan tidak akan bergantung lagi dengan perusahaan milik Randi.


Di sisi lain sekretaris Han berlari terburu buru masuk ke dalam ruang tuan Randi dan memberitahukan masalah pengembalian dana yang sudah di selesaikan oleh pihak perusahaan Zidan, bahkan tuan Randi sendiri kaget tak karuan karena tidak menyangka Zidan bisa mengembalikan semua dana darinya dalam waktu yang tidak masuk akal.


"Hah... bagaimana bisa dia mengembalikan semuanya dalam waktu yang sangat singkat, pasti ada orang yang membantunya agar lepas dari kendaliku!" Ucap tuan Randi dengan emosi,


"Tu...tuan...jadi sekarang bagaimana apa kita harus menolak semuanya?" Tanya sekretaris Han menjadi bingung,


"Jangan, ambil saja karena memang milik kita, aku juga tidak butuh perusahaan itu, sekalipun dia berdiri sendiri, aku tidak akan pernah memberikan kesempatan untuk dia menempati posisi salah satu perusahaan berpengaruh di negara ini!" Ucap tuan Randi dengan mengepalkan kedua lengannya.


Karena kesal dan dia tidak bisa melanjutkan pekerjaan dalam situasi mood yang sudah rusak akhirnya Randi memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya saat itu lalu dia segera pulang kembali ke rumah bersama sekretaris Han.


Selama di perjalanan tuan Randi masih disibukkan dengan semua permasalahan yang menimpa dirinya, mulai dari masalah nyonya Wulan yang tiba tiba saja dekat dengan sekretaris Diah juga Zidan yang bisa melunasi semua pinjamannya tiba tiba, karena semua kejadian itu berdekatan tuan Randi hingga memiliki pikiran kalau semua ini adalah kerja sama antara ibu dia dan Zidan.


"Sekretaris Han, bagaimana kalau semua kejadian ini adalah rencana yang dibuat oleh ibuku sendiri dan dia sengaja membantu Zidan agar lepas dariku supaya Ratu bisa tetap bersama Zidan dan aku akan terpaksa melepaskannya karena tidak ada alasan menahan Ratu lagi, astaga bagaimana ini" ucap tuan Randi dengan cemas,


"Tuan ayolah, kau tau sendiri bagaimana bencinya nyonya Wulan pada Ratu bahkan tadi saja dia sudah menyuruh Zidan memecatnya di depan semua orang bagaimana mungkin dia ingin Ratu dan Zidan bersama" jawab sekretaris Han dengan pemikirannya.


Meski sekretaris Han sudah berusaha menenangkan tuan Randi agar dia tidak berpikiran yang aneh aneh namun tetap saja Randi banyak berpikiran di luar kemungkinan dia terus saja mencurigai Zidan.


"Ayolah Han, semua itu bisa saja mungkin, kau tau kan Zidan juga menyukai Ratu dan apa jangan jangan mereka sudah berhubungan di belakangku" ucap tuan Randi yang membuat sekretaris Han semakin pusing,


"Tuan tolong berhenti berpikiran aneh, tidak mungkin mereka bersama karena saya tau kalau Ratu tidak menyukai Zidan mereka itu hanya sahabat apa kau tidak mengerti" ucap sekretaris Han dengan frustasi,


Mendengar ucapan itu akhirnya tuan Randi bisa sedikit tenang dan mengembangkan senyum di wajahnya yang nampak lebih baik dari pada ekspresi yang dia tunjukkan sebelumnya.


Sekretaris Han hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah tuan Randi yang semakin hari semakin aneh dan sekretaris Han juga sudah tidak tahan karena kini tuan Randi lebih mudah berubah ubah sikap dalam sekejap apalagi jika bersangkutan dengan Ratu.


"Kenapa harus ada wanita itu sih, seandainya tuan tidak pernah mengenalnya mungkin tidak akan se repot saat ini" gumam sekretaris Han sambil menatap sinis dengan ujung matanya memperhatikan tuan Randi.


*****


Ke esokan paginya Zidan bangun begitu siang dan Oma Rika sengaja tidak membangunkannya karena dia tau cucunya telah bekerja keras selama ini, Zidan tersadar dan melihat matahari yang sudah bersinar di atas menerobos ke dalam jendelanya.


"Astaga...sudah jam berapa ini, tidak mungkin aku ke siangan kan....gawat" ucap Zidan dengan terburu buru berlari ke kamarnya dan segera membersihkan diri lalu bersiap siap.


Saking terburu buru nya Zidan bahkan tidak mengenakan dasi dan tidak mengancingkan kemejanya dengan benar.


"Oma....aku harus segera bekerja, jaga dirimu baik baik yah" teriak Zidan yang terburu buru dan langsung keluar dari rumah mengendarai mobil secepat kilat.

__ADS_1


Oma Rika hanya tersenyum melihat cucunya begitu terburu buru dan berlari sampai tidak memperhatikan penampilannya sendiri.


"Hah...anak itu masih saja ceroboh seperti ayahnya dulu" gerutu Oma Rika.


Tanpa Zidan ketahui Oma Rika masih memegangi nomor ponsel Ratu dan dia mencoba menghubungi Ratu dengan nomor tersebut berharap Ratu masih menggunakan nomor lamanya, beberapa saat Oma Rika menunggu jawaban dan ternyata panggilannya di jawab olah Ratu.


"Hallo...apa ini dengan Ratu?" Tanya Oma Rika memastikan,


"Iya...ini dengan Ratu, ini siapa yah?" Tanya Ratu dengan bingung,


"Astaga....Ratu bisa bisanya kau melupakan Oma, awas kau Oma akan memberimu pelajaran jika kita bertemu nanti" ucap Oma Rika yang tidak percaya dia dilupakan oleh Ratu,


"Ahh...Oma aku pikir siapa habisnya Oma menggunakan nomor baru, Ratu tidak ingat maaf yah Oma, bagaimana keadaan Oma lama sekali tidak menyapa Ratu" ucap Ratu berusaha memalingkan pembicaraan.


Ratu tau betul bagaimana sikap Oma Rika dan dia hanya perlu sedikit memperhatikannya dengan lembut dengan begitu Oma Rika tidak akan memberikan hukuman yang berat baginya karena sempat tidak menyadari suara Oma Rika.


"Eumm Oma baik baik saja bahkan sekarang Oma merasa jauh lebih bugar, Oma sangat merindukanmu Ratu, kapan kamu akan menemui Oma ada banyak hadiah yang Oma siapkan untukmu" ucap Oma Rika membuat Ratu senang karena masih ada orang yang menyayanginya seperti seorang orang tua pada putrinya,


"Oma Ratu sangat senang mendengarnya, kalau Oma tidak sibu Ratu bisa menemui Oma sekarang juga" jawab Ratu karena dia juga sangat merindukan Oma Rika.


Mendengar itu tentu saja Oma Rika begitu senang dia langsung menyetujui ucapan Ratu dan menyuruh beberapa pelayan untuk mempersiapkan banyak menu makanan di atas meja untuk menyambut kedatangan Ratu, sebelumnya Ratu sudah meminta izin dahulu karena dia akan datang bersama adiknya Mala dan Oma Rika memperbolehkan dengan senang hati.


Oma Rika pikir dia akan mendapatkan satu cucu lagi yang sama baiknya dengan Ratu, dia sangat menyayangi Ratu seperti dia menyayangi Zidan dan sejak dulu Oma Rika selalu mengharapkan agar Ratu berjodoh dengan cucunya.


Oma Rika yang tidak sabar menyambut kedatangan Ratu dia bahkan sampai menunggu Ratu di depan teras rumah dengan senyum yang lebar.


Saat itu karena Ratu menggunakan kendaraan umum sehingga dia membutuhkan beberapa waktu untuk sampai di kediaman Oma Rika yang cukup jauh dari rumahnya, hingga sesampainya di sana Ratu kaget melihat Oma Rika sudah bisa berdiri dari kursi roda dan nampak memang lebih bugar dari sebelumnya.


Dari kejauhan mata Oma Rika begitu berbinar dan Ratu berlari memeluk Oma Rika melepaskan kerinduannya.


"Astaga...Oma benar benar sudah menjadi lebih bugar dan lebih cantik, aku bahkan tidak mengenalinya" ucap Ratu menggoda Oma Rika,


"Kau ini masih saja suka menggoda orang tua, tapi kali ini Oma sudah bisa berjalan tanpa kursi roda meski hanya beberapa saat saja" ucap Oma Rika memberitahu.


Saking senangnya dan melepas rindu satu sama lain Ratu sampai lupa untuk mengenalkan Mala pada Oma Rika sampai pertanyaan dari Oma Rika menyadarkannya bahwa dia di sana bersama Mala.


"Eh...Ratu, siapa gadis kecil di belakangmu?, Apa dia adikmu yang kamu ceritakan sebelumnya?" Tanya Oma Rika,


"Ahh...iya Oma, ini Mala dia adikku, aku mengangkatnya sebagai adik karena dia juga sebatang kara sepertiku, kami juga sangat dekat sebagai teman jadi aku mengangkatnya karena usia dia cukup jauh di bawahku" ucap Ratu menjelaskan,


"Kamu memang anak yang luar biasa, ayo Mala Ratu kita masuk Oma sudah menyiapkan banyak makanan lezat untuk kalian" ucap Oma Rika begitu bersemangat.


Pertama kali masuk ke dalam rumah mewah itu dan di sajikan dengan semua makanan yang banyak dan nampak malah mata Mala sungguh tidak bisa berkedip dia terus menatap.dengan kagum.


"Ya ampun Oma, apa semua ini untukku dan kakak, apa tidak berlebihan kita kan hanya bertiga di sini?" Ucap Mala yang pada dasarnya mudah akrab dengan semua orang,


"Tentu saja sayang, Oma tau kalau kamu itu suka makan makanya Ratu harus bekerja lebih keras hingga dia sekurus ini untuk mengurusi anak gembul sepertimu iya kan" ucap Oma Rika membuat Mala cengengesan dan sedikit malu,


"Oma tidak kok, Mala tidak pernah menyusahkanku, aku senang dia bisa tumbuh dengan sehat, aku juga berharap dia bisa lebih baik dariku" ucap Ratu menimpali,


"Tidak papa kak Ratu apa yang diucapkan Oma juga benar dan mulai sekarang karena sudah ada Oma yang baik hati, aku akan banyak datang ke sini untuk menumpang makan, boleh kan Oma hehe" ucap Mala sedikit bercanda,

__ADS_1


__ADS_2