PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
MENOLAK KEBAIKAN TUAN RANDI


__ADS_3

Saat sudah sampai di depan pintu ruangan CEO Ratu sungguh merasa sangat gugup dan dia terus saja hendak mengetuk pintu namun selalu dia urungkan karena dia merasa gugup dan malu akibat kejadian saat di mobil kemarin.


"Ahh..huh.......ayo Ratu kamu pasti bisa...," ucap Ratu menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan dan kembali menaikan lengannya hendak mengetuk pintu namun lagi lagi dia turunkan dan tidak jadi.


"Ahh...ternyata aku tak seberani itu, astaga bagaimana ini, arghhhh sangat memalukan," ucap Ratu sambil menghentak hentakan kakinya kesal dan serba salah.


Hingga tiba tiba saja ada seseorang yang memegang pundak Ratu dan membuatnya kaget.


"Astaga...kunyuk....eh...sekretaris Han maafkan aku, aku kaget dan kupikir bukan kau," ucap Ratu saat membalikan badan dan melihat ternyata sekretaris Han yang memegang pundaknya.


"Dasar kau gadis aneh, sedang apa kau berdiri seperti orang gila di depan pintu ruangan CEO hah?, atau kau mau mengintip tuan Randi yah?," ucap sekretaris Han berperasangka dan menatap Ratu dengan sinis.


"Hissss......apaan sih, dasar kau selalu saja berprasangka buruk padaku," ucap Ratu cemberut dan merasa kesal.


Sekretaris Han enggan menanggapi Ratu dan dia mengabaikannya, sekretaris Han pun langsung masuk mendahului Ratu ke dalam ruangan CEO, sedangkan Ratu yang melihat sekretaris Han masuk dia pun langsung mengikutinya dan menjadikan itu kesempatan agar dia bisa masuk ke dalam tanpa malu dan tak perlu mendengar pertanyaan dari tuan Randi.


Ratu masuk ke dalam ruangan mengikuti sekretaris Han yang berjalan tegak dan terus menyapa tuan Randi juga memberi hormat lalu Ratu pun mengikuti apa yang dilakukan sekretaris Han dia pun dengan cepat berdiri di samping sekretaris Han dan menghadap ke arah tuan Randi lalu ikut memberi hormat, sekretaris Han yang baru sadar kalau ternyata Ratu mengikutinya dia pun hanya menatap sekilas dengan sinis menggunakan ujung matanya.

__ADS_1


"Ahhh dasar gadis ini selalu saja mengikutiku, tukang tiru," gumam sekretaris Han yang geram pada Ratu.


Sedangkan Ratu yang tak sadar bahwa dia di tatapan sekilas dengan ujung mata yang tajam milik sekretaris Han itu, dia malah bersikap santai saja dan tersenyum simpul pada tuan Randi karena bingung harus bersikap seperti apa saat itu.


Sampai akhirnya tuan Randi mempersilahkan sekretaris Han untuk duduk di hadapannya sedangkan Ratu di persilahkan duduk di sofa dahulu, Ratu segera menurutinya sampai beberapa menit datang seorang ob berbicara berbisik pada tuan Randi lalu mereka memasukan meja berukuran sedang ke dalam ruangan tuan Randi juga sebuah kursi dan menaruhnya tepat di samping dekat meja tuan Randi, Ratu merasa heran dan dia pikir semua itu untuk sekretaris Han sampai setelah sekretaris Han keluar dari ruangan tuan Randi.


Ratu di perintahkan untuk duduk di kursi kebesaran itu dia pun berjalan perlahan dan seakan tak percaya dengan apa yang barusan di perintahkan tuan Randi padanya.


"Tuan apa ini sungguhan, apa sekarang saya bisa bekerja dan duduk di meja itu?," tanya Ratu memastikan.


"Iya kalau bukan untukmu lalu untuk siapa lagi, tidak mungkin kan aku akan duduk di dua tempat sekaligus," ucap tuan Randi dengan wajah datarnya.


"Ahh....terimakasih tuan Randi, tapi sebaiknya saya tinggal di ruangan sekretaris Han saja, ini ruangan khusus untuk CEO, rasanya tak pantas dan terlalu berlebihan jika saya harus tinggal di sini saat bekerja," jawab Ratu langsung menolak dengan sopan.


Ratu yang awalnya sangat senang dia menjadi lesu dan tak bersemangat.


"Loh...saya pikir kau akan senang, ternyata salah, ya sudah kalau itu keputusanmu ob akan memindahkannya ke ruang sekretaris Han," jawab tuan Randi dengan wajah sinisnya dan dia kembali fokus pada laptopnya.

__ADS_1


Ratu sungguh merasa tak enak dan merasa bersalah pada tuan Randi karena sudah menolak kebaikannya ini namun mau bagaimana lagi dia tidak mau membuat sekretaris Han semakin membencinya ataupun membuat karyawan kantor yang lainnya menjadi merasa curiga dan berpikiran yang tidak tidak mengenai dirinya dan tuan Randi.


"Maaf kan saya tuan, lagipula saya disini hanya sementara dan akan segera melunasi hutang hutang saya pada anda, saya permisi," ucap Ratu sambil membungkuk memberi hormat.


Tuan Randi bahkan tak menerima hormat Ratu dan dia sama sekali tak melirik Ratu sedikitpun Ratu hanya bisa menghembuskan nafas beratnya dan dia masih berusaha untuk tersenyum sejenak lalu pergi dari ruangan itu menuju ruangan sekretaris Han.


Sesampainya di ruangan sekretaris Han Ratu langsung mendapatkan ejekan dari sekretaris Han.


"Ahaha....apa aku harus tertawa melihat seorang gadis yang terbuang dan tak dibutuhkan pria kaya rayanya lagi, selamat datang gadis yang terbuang saya akan memungutmu di sini," ucap sekretaris Han sambil merentangkan kedua tangannya lebar.


Ratu lagi lagi hanya bisa menghembuskan nafas kesal sambil merotasikan matanya sempurna menatap sinis penuh kekesalan pada sekretaris Han, namun karena saat ini mood nya sungguh sangat tidak baik Ratu jadi enggan menanggapi sekretaris Han bahkan saat dia terus di ledeki tanpa ampun.


"Kenapa kau diam, ahhh...aku tau kau pasti sudah mengaku kalah kan dan mau memberukan jabatanmu lagi padaku," ucap sekretaris Han lagi.


"Ayolah sekretaris Han aku sungguh tak punya energi untuk berdebat denganmu atau siapapun hari ini, hari hariku selalu sangat berat, kumohon kau jangan mencari gara gara padaku lagi," ucap Ratu sambil duduk di kursi kebesaran sekretaris Han.


Sontak sekretaris Han menjadi semakin geram melihat kursi kebesarannya yang selama ini tak pernah berani di duduki siapapun kini Ratu dengan beraninya menduduki kursi itu bahkan di hadapan dirinya sendiri dan dengan santai.

__ADS_1


"Wah...wah...wah...kau benar benar mengajak perang padaku, cepat bangkit beraninya kau menduduki kursi kebesaranku," bentak sekretaris Han sambil berkacak pinggang.


"Astaga...sekretaris Han hanya masalah kursi saja kau sampai segitunya padaku, oke...oke....nanti saat ob membawa kursi dan mejaku ke mari aku akan pindah," jawab Ratu dengan santainya.


__ADS_2