PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Bertemu Steven dan Astrid


__ADS_3

Tak butuh waktu lama akhirnya kami bertiga sampai di sebuah restoran mewah yang sudah di pesan khusus oleh sekretaris Han, aku masuk ke dalam bersama tuan Randi dan sekretaris Han kami menunggu sebenar kedatangan klain sampai akhirnya meeting pun di mulai, tuan Randi begitu serius dan semua ucapannya sangat bagus sehingga dapat membuat klain mempercayainya dengan cepat dan menandatangani kerja sama tanpa banyak bertanya lagi, rafat kali ini berlangsung cepat dan karena waktu jam istirahat makan siang masih lama, tuan Randi mengajak kami untuk makan di sana agar saat sampai di kantor bisa langsung mengerjakan pekerjaan lagi.


Aku pun menyutujuinya lalu sekretaris Han menyuruhku untuk pergi ke mobil menaruh map dan beberapa berkas agar aman, aku menurutinya dan segera pergi, awalnya semua berjalan lancar sampai saat aku hendak kembali ke restoran tak jauh dari tempat tuan Randi dan sekretaris Han berada, tiba tiba saja seseorang muncul di hadapanku dan menahan langkahku dengan kuat.


"Hai Ratu, lama tidak bertemu bagaimana kabarmu?, Apa kau semakin miskin sekarang haha... Menyedihkan" ucap Astrid dengan pakaian yang seksi dan perhiasan mahal di sekujur tubuhnya,


"Kamu benar aku memang miskin tapi setidaknya aku tidak murahan sepertimu" jawabku dengan santai,


Astrid yang tidak terima dengan ucapanku dia marah dan langsung menamparku begitu saja, aku tersenyum kecil dan mengusap pipi sebelah kanan yang di tampar oleh Astrid dan di saat aku hendak menampar balik, justru Steven malah mendahuluiku menampar Astrid dengan keras dihadapan beberapa teman Astrid di sana.


"Steven apa yang kau lakukan, beraninya kau menamparku dan membela wanita sialan itu?, Apa kau masih mencintainya?" Ucap Astrid dengan keras sambil memegangi pipinya,


"Aku tidak mencintainya tapi perlakuanmu sudah keterlaluan, ayo kita pergi jangan buat aku malu dengan tingkahmu" balas Steven sambil menarik lengan Astrid,


"Tidak... Lepaskan aku... Awas kau Ratu jika kita bertemu lagi aku akan membalasnya..." Teriak Astrid yang nampak sangat membenciku.


Aku hanya bisa menatap tertegun dan tak percaya bisa bertemu kembali dengan orang yang menjadi penyebab hancurnya hidupku di masa lalu dan bahkan aku belum sembuh sepenuhnya hingga saat ini, entah mengapa aku sedikit senang kak Steven masih mau membela kebenaran dan tidak menjunjung Astrid yang salah meski kini mereka sepasang kekasih, tapi aku juga sedih mengingat dia benar benar sudah tidak mencintaiku lagi.


Aku berdiam dengan tertunduk lesu memikirkan kejadian yang baru saja terjadi padaku, sampai aku tak sadar entah berapa lama aku berdiri termenung di sana dan air mataku jatuh dari pelupuk mataku begitu saja sampai teguran dari sekretaris Han menyadarkanku.


"Ratu... Sedang apa kau berdiri di sana, tuan Randi cemas menunggumu, dasar merepotkan saja... Aku juga yang harus menyusulmu huuh" ucap sekretaris Han yang menggerutu tidak jelas,


Segera ku usap sisa air mata di pipiku dan aku mencoba menyembunyikan semua kejadian tadi dari sekretaris Han.


"Iya... Maaf kan aku sekretaris Han, aku tidak akan mengulanginya lagi, ayo kita kembali" jawabku sambil berusaha tersenyum,


Sekretaris Han menatapku dengan kedua alis yang dikerutkan dan dia berjalan mengelilingiku seperti tengah memperhatikan ku dengan seksama.

__ADS_1


"A.. apa yang kau lakukan" tanyaku merasa heran,


"Kenapa pakaianmu berantakan dan kenapa pipimu merah sebelah, apa kau memakai blush on sebelah yah?" jawab sekretaris Han dengan wajahnya yang lucu,


"Hahaha... Tidak tidak tadi pipiku tidak sengaja terpentok pintu mobil dan aku jatuh jadi pakaianku berantakan sedikit dan pipiku merah begini, tidak papa nanti juga akan hilang" ucapku sambil tertawa karena melihat ekspresi sekretaris Han yang lucu.


"Ternyata dia baik juga masih bisa mengkhawatirkan ku" gumamku dalam hati.


Sebenarnya Ratu merasa tidak enak hati karena harus berbohong pada sekretaris Han, tapi aku juga tidak mungkin untuk berkata jujur yang ada hanya memperpanjang masalah.


Ratu pun kembali menemui tuan Randi dan responnya sama dengan sekretaris Han tuan Randi menanyakan mengenai pipi Ratu yang merah lalu seperti biasa sekretaris Han menjawabnya lebih dulu seakan dia cemburu pada Ratu ketika melihat tuan Randi mengkhawatirkannya, Ratu bahkan sempat mengira kalau sekretaris Han seorang gay dan menyukai tuan Randi namun dilihat dari kelakuan sekretaris Han yang playboy dan banyak foto wanita cantik di dalam ponselnya Ratu segera menghempas pemikiran itu.


Mungkin lebih tepatnya sekretaris Han hanya iri karena tuan Randi selalu memperlakukan Ratu dengan lebih dari pada dirinya, tapi sikap irinya itu sungguh membuat Ratu jengkel, dan kesal kadang kadang, tapi dia tetap baik dibandingkan kak Steven yang justru malah pergi meninggalkan Ratu, padahal dulu Ratu sangat mempercayainya dan menyukainya.


Saat tengah makan bersama Ratu terus menatap wajah sekretaris Han yang begitu ramah dan damai ketika dia tengah diam dan berhenti mengomel padanya, Ratu juga merasa bersyukur berkat semua kejadian yang menimpa dirinya, Ratu bisa bertemu dengan sekretaris Han dan Mala dia juga bisa membuka bisnis sendiri meskipun sekarang tengah tutup tapi Ratu yakin sebentar lagi toko bunga itu akan kembali bangkit dan jauh lebih maju dari sebelumnya.


Tuan Randi pun memperbolehkan Ratu pulang lebih awal dan lagi lagi itu membuat sekretaris Han kesal lalu meminta agar dia diperbolehkan pulang lebih awal juga.


"Tuan kenapa hanya dia yang bisa pulang lebih awal, aku juga ingin" ucap sekretaris Han yang protes,


"Mulai besok Ratu harus tinggal dan bersamaku selama dua puluh empat jam dia kan tinggal dirumahku makanya aku memperbolehkan dia pulang lebih awal sekarang" jawab tuan Randi dengan senyum mengembang.


Ratu kaget dan saling tatap satu sama lain dengan sekretaris Han.


"Apa?... Tidak mungkin..." Ucap Ratu dan sekretaris Han bersamaan,


"Aishh... Bisakah kau jangan menirukanku" ucap sekretaris Han dengan bibir yang mengerucut kesal membentak Ratu,

__ADS_1


"Maaf aku juga tidak tau kau akan bicara kalimat yang sama denganku" jawab Ratu,


"Sudah sudah, Ratu cepat kau pulang dan kembalilah besok jangan lupa bawa barang barangmu dan besok kau pulang denganku" ucap tuan Randi memberitahu,


"Tunggu... Tuan bukankah tidak ada perjanjian yang mengatakan aku harus tinggal dirumahmu, kenapa tiba tiba begini?" Tanyaku heran dan menghentikan tuan Randi,


"Ada, kau saja yang tidak membacanya dengan benar, bukankah gajih mu lebih tinggi dari sekretaris Han maka itulah syarat yang terdapat dalam perjanjiannya" jawab tuan Randi dan berlenggang pergi.


Aku kesal dan buru buru melihat kembali surat perjanjian yang sudah aku tanda tangani, sekretaris Han juga ikut melihatnya dan ternyata benar di dalam surat perjanjian itu terdapat poin terakhir yang mengatakan aku harus siap bekerja dua puluh empat jam dan tinggal bersama tuan Randi selama kontrak yang ditentukan.


Sekretaris Han menatapku dengan tajam dan aku tau dia pasti sangat kesal padaku.


"Sekretaris Han ini sungguh diluar kendaliku, tolong jangan semakin memperkeruh keadaan" ucapku memohon,


"Siapa yang memperkeruh, tapi dengarkan aku Ratu sebaiknya kamu jangan sampai terlalu dekat dengan tuan Randi, saya hanya tidak mau kamu terlibat masalah lagi, saya tau tuan Randi baik dan sepertinya dia tertarik padamu, tapi kamu tidak tau kan bagaimana keluarganya, jadi lebih baik berhati hati" ucap sekretaris Han yang membuatku diam membeku.


Sekretaris Han pergi bersama tuan Randi dan Ratu bersiap untuk pulang, Ratu sama sekali tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh sekretaris Han sebelumnya, dia pun memutuskan segera pergi meskipun pikirannya terus saja memikirkan ucapan sekretaris Han.


"Ahh... Sudahlah lagi pula aku tidak sedekat itu dengan tuan Randi, aku hanya menghormati dia sebagai CEO dan bos bagiku, sekretaris Han sepertinya terlalu berlebihan" ujar Ratu sambil segera pergi dari kantor.


Saat sampai di rumah rupanya Mala sudah tiba lebih dulu dan tengah menyajikan makanan diatas meja, Ratu tersenyum senang dan Mala segera menghampiri Ratu lalu mengajaknya untuk makan bersama.


"Kak Ratu sudah pulang ayo kak aku sudah masakkan banyak menu" ajak Mala sambil mempersilahkan Ratu untuk duduk di kursi,


Ratu segera duduk dan mereka makan bersama dengan penuh kehangatan.


Suasana seperti ini yang sangat Ratu rindukan, dia bertekad dalam dirinya bahwa Ratu akan selalu menjaga Mala dan menghidupinya apapun yang terjadi, baginya Mala adalah harta paling berharga yang dia miliki saat ini, setelah kehilangan kedua orangtua dan harta yang dia miliki hanya Mala yang masih setia bersamanya dan memulai hidup dari nol bersama, Ratu sangat menyayangi Mala melebihi dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2