
Setelah menurunkan Ratu kak Zidan kembali melajukan mobilnya dan dia pergi meninggalkan lingkungan kampus. Sedangkan Ratu tak peduli dengan apa yang baru saja dikatakan kak Zidan padanya meskipun Zidan mengatakan semua itu dengan sangat serius, Ratu nampak bersemangat dan segera mengayuh sepedanya sambil membawa beberapa paper bag di tangannya, Ratu sengaja segera pergi ke rumahnya dahulu untuk menyimpan sepedanya juga semua pakaiannya itu karena tidak mungkin dia harus membawa semua itu langsung ke kantor.
Sesampainya di rumah Ratu tidak melihat sang mamah dan pintu rumahpun nampak masih terkunci rapih, Ratu pun berpikir mungkin mamah Diva masih berkeliling menjual kue kuenya untung saja Ratu selalu menyimpan kunci cadangan rumah di dalam tasnya jadi dia bisa tetap masuk ke dalam rumah, Ratu buru buru mengganti pakaian dan mengucir rambutnya dengan rapih dan dia segera menaruh tasnya Ratu hanya membawa tas slempang kecil dan dompetnya saja lalu dia buru buru pergi ke pinggir jalan dan mencari taxi.
...****************...
Sesampainya di kantor Ratu berjalan perlahan seperti yang diajarkan oleh sekretaris Han sebelumnya namun saat dia masuk ke dalam lift dan melangkahkan kakinya Ratu lupa dia masih memakai sepatu ketsnya.
"Ahh....astaga kenapa aku pakai sepatu ini, harusnyakan high hils, ahhhh aku lupa kenapa gak minta high hils juga sama kak Zidan," ucap Ratu sambil menepuk jidatnya pelan.
Karena terlanjur sudah di kantor dan dia juga sudah telat terpaksa Ratu harus pasrah dan menerima teguran dari sekretaris Han atau bahkan hukuman lagi seperti sebelumnya, Ratu pergi menuju ruangan tuan Randi dengan lesu dan berjalan menunduk dan saat dia baru hendak mengetuk pintu tangannya ditahan oleh seseorang dari belakang, saat Ratu menatap siapa orang itu ternyata itu sekretaris Han.
"Astaga....sekretaris Han kamu hampir membuat jantungku copot," ucap Ratu yang kaget.
"Ikut aku," ucap sekretaris Han.
Ratu pun segera mengikutinya dan sekretaris Han membawa Ratu masuk ke dalam ruangannya dan dia memberikan sebuah bungkusan entah apa isinya.
"Buka, itu untukmu," ucap sekretaris Han.
"Ini apa?," tanya Ratu.
"Jangan banyak tanya buka saja," ucap sekretaris Han.
__ADS_1
Ratu pun membukanya dan ternyata itu sebuah high hils berwarna putih yang cantik berukuran 38, Ratu sangat senang sampai dia menutup mulutnya dan berseri.
"Wahhh......apa ini sungguh untukku?," tanya Ratu memastikan.
"Aku sudah mengira kau tak punya pakaian dan sepati seperti ini makanya aku menyiapkannya," jawab sekretaris Han dengan wajah datar.
"Tapi aku tidak bisa memakainya sekretaris Han," jawab Ratu lemas.
"Tuan Randi akan mengajarimu nanti," jawab sekretaris Han.
Ratu melongo dan merasa tidak percaya.
"Ahahaha....tuan Randi, mana mungkin dia mau mengajariku dia itu orang sibuk, ada ada saja," jawab Ratu tertawa ringan.
"Heh, tanpa kau memperjelas semuanya aku sudah tau, mana mungkin manusia kaku sepertimu punya hati nurani padaku," jawab Ratu dengan beraninya.
"Cepat pergi sebelum aku menghukummu lagi," ancam sekretaris Han.
Ratu yang kesal hanya bisa merotasikan kedua matanya saat menatap sekretaris Han lalu dia menghentakkan kakinya kesal sambil berjalan keluar dari ruangan sekretaris Han.
Sedangkan sekretaris Han juga merasa kesal karena mendapatkan perlakuan seperti itu dari Ratu pasalnya selama ini hanya Ratu lah orang pertama yang melangkahi jabatannya juga berani melawannya seperti itu makanya sekretaris Han selalu merasa kesal saat melihat Ratu.
Ratu mengetuk pintu ruangan tuan Randi 3 kali sampai terdengar teriakan tuan Randi yang mempersilahkannya masuk, Ratu segera masuk dengan perlahan karena kini dia memakai high hils yang lumayan tinggi, saking takutnya keseleo atau terjatuh Ratu sampai berjalan dengan sangat pelan dan kepalanya yang fokus menunduk ke bawah memperhatikan langkahnya, tuan Randi yang melihat cara Ratu berjalan dia tersenyum karena sudah menduganya Ratu pasti akan seperti itu, dia pun langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Ratu lalu membantunya berjalan dengan memegangi tangannya, Ratu menatap ke arah tuan Randi dengan perasaan aneh.
__ADS_1
"Tuan saya bisa berjalan sendiri," ucap Ratu.
"Sampai kapan kau akan sampai di depan mejaku kalau berjalan selama ini?," ucap tuan Randi.
Ratu pun tersenyum garing dan dia membiarkan tuan Randi membantunya sampai dia duduk di kursi tepat di depan meja tuan Randi, saat tuan Randi tengah mengerjakan pekerjaannya dan dia bersiap siap untuk pergi mengontrol proyek, Ratu memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar berjalan menggunakan high hils itu, perlahan saat tuan Randi tengah fokus mengobrol dengan staf perusahaan yang diketahui penanggung jawab pembangunan proyeknya itu, Ratu bangkit dari duduknya dan terus berjalan mondar mandir di depan pintu dengan perlahan namun pasti sampai lama kelamaan akhirnya Ratu bisa juga menyeimbangkan dirinya dan bisa berjalan sedikit cepat dengan memakai high hils itu, Ratu sangat senang sampai dia tidak bisa mengontrol rasa senang di wajahnya sendiri Ratu terus tersenyum berseri seri menggambarkan kebahagiaannya.
Sampai saat dia hendak mencoba lagi untuk memastikan apa dia sudah benar benar pandai menggunakannya eh tiba tiba pintu terbuka dan membuat Ratu hampir terdorong pintu itu namun untunglah Ratu lebih cepat mundur menghindar, ternyata yang masuk dan membuka pintu dengan tiba tiba itu adalah sekretaris Han.
"Hah...pantas saja ceroboh orang sekretaris Han," gumam Ratu kesal.
Sekretaris Han sama sekali tak melirik ke arah Ratu entah dia tidak melihatnya atau memang sengaja berpura pura tak melihat dan mengabaikannya, dia langsung saja pergi menemui tuan Randi dan mengatakan bahwa semua persiapannya sudah selesai dan mereka akan pergi ke lapangan untuk memantau 5 menit lagi, tuan Randi mencari Ratu dan menyuruhnya mendekat, Ratu pun segera menghampiri tuan Randi.
"Iya ada apa tuan?," tanya Ratu.
"Bersiap siaplah kau akan ikut denganku ke pemindaia proyek, ini akan menjadi pengalaman pertamamu dan jangan lupa bawa tablet itu, nanti saat aku memeriksa proyek kau harus menuliskan apa apa saja kekurangan proyek itu yang aku sebutkan, apa kau paham?," ucap tuan Randi.
"Iya tuan," jawab Ratu sambil mengangguk.
"Bagus," jawab tuan Randi sambil mengusap pucuk kepala Ratu yang refleks membuat sekretaris Han juga seorang staf yang ada di sana menatap heran tak percaya.
Sedangkan Ratu hanya biasa saja dan mundur kembali memberikan ruang untuk sekretaris Bay.
"Pasti ada yang tidak beres diantara mereka berdua, aneh sekali tuan Randi sangat baik padanya, tuan Randi kan anti dengan wanita bahkan dia selalu marah saat ada wanita mendekatinya tapi ini arghhhh aku benar benar tak habis pikir," gumam sekretaris Han.
__ADS_1