PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
AMARAH YANG MENGGEBU


__ADS_3

Ratu selalu ceria dan tersenyum lebar saat mengayuh sepedanya di pinggir jalan menuju universitas kesayangannya itu, universotas yang dia impi impikan sejak dulu yang kini dia dapat belajar dan menuntut ilmu secara langsung disana walaupun pada kenyataannya tak semua impiannya itu dapat terkabul, sepertu dia yang tak bisa bersama dengan Seli di universitas itu, juga tak bisa bersama kak Steven.


"Arhhhh....sudah Ratu berhenti memikirkan pria brengsek itu, sekarang kau harus fokus pada masa depanmu, hanya pelajaran yang harus ada di dalam pikiranmu, oke," ucap Ratu memfokuskan pikirannya sendiri.


Ratu terus mengayuh sepedanya sambil bersenandung ria menyanyikan lagu kesukaannya sampai tiba tiba sebuah mobil mewah berwarna merah melintas di sampingnya dengan cepat dan melemparkan sebuah botol air mineral bekas yang tutupnya sudah terbuka keluar jendela sampai menghantam ke kaki Ratu dan membuat Ratu oleng sampai dia hendak terjatuh namun untunglah Ratu sempat menahan dengan kakinya.


"Ehh....dasar kau tidak punya otak kemari kau seenaknya membuang sampah di jalanan dasar orang kaya belagu," teriak Ratu sambil hendak melemparkan botol bekas tadi.


Saat mengamati mobil nya dan melihat plat mobil itu, Ratu jadi ingat dan tau betul bahwa itu adalah mobil kesayangannya hadiah ulang tahun saat dia kelas 3 sma dari ayahnya.


"Apa....itukan mobilku, arghhhh....Astrid kurang ngajar....hiks....hiks....mobilku," ucap Ratu kesal dan sedih.


Mobil itu adalah mobil kesayangan Ratu tapi kini sudah bukan miliknya lagi, dia sungguh membenci Astrid mulai saat ini dan dia tidak akan diam lagi saat Astrid mencoba mengambil miliknya lagi sekarang, dia juga akan membalas semua perbuatan Astrid padanya.


"Aku janji pada diriku sendiri tidak akan membiarkanmu mengambil milikku lagi," ucap Ratu dengan mata yang membulat sempurna dan kedua tangan yang dikepal dengan kuat.


Alhasil karena Ratu bad mood dan sangat marah saat itu dia sampai mengayuh sepedanya dengan cepat dan sampai ke kamous lebih awal dari biasanya walaupun Ratu ngosngosan dia tidak peduli bahkan saat dia selesai menaruh sepedanya ada kak Zidan yang menyapa pun Ratu mengabaikannya dan tak peduli, walau kak Zidan terus berlari mengejar Ratu dan menyamakan langkahnya dengan kaki Ratu tetap saja Ratu tak mau berhenti berjalan dan dia segera masuk ke dalam kelas lalu dia membanting tasnya dengan keras ke atas meja sampai membuat kaget kak Zidan yang melihatnya.


"Brukk.....arghhh....menyebalkan..menyebalkan........menyebalkan...hah..hah....hah," ucap Ratu saking kesalnya dan emosi.

__ADS_1


"Astaga kau mengagetkanku saja, wah.....wah.....wah.....aku baru tau kau ternyata sekuat ini, maaf aku yang menurunkanmu tiba tiba kemarin yah, aku sungguh tak bermaksud Ratu, jadi tolong jangan marah padaku," ucap kak Zidan meminta maaf karena dia mengira Ratu seperti itu karena dirinya.


"Pergi.....cepat pergi dari hadapanku atau aku lemparkan tas ini ke wajahmu," bentak Ratu yang membuat Zidan merinding.


Zidan mengangguk sambil berjalan mundur perlahan menjauh dari Ratu yang sudah mengangkat kembali tasnya dan siap untuk dilayangkan ke arahnya, saat sampai di dekat pintu kelas Zidan langsung berlari secepat kilat meninggalkan kelas Ratu.


"Hah...dasar laki laki penakut sungguh tak ada yang bisa di harapkan darinya," ucap Ratu saat melihat kak Zidan berlari terbirit birit.


Waktu terus berlalu Ratu sedikit menurunkan emosinya karena sekarang sudah jam makan siang dan karena dia tadi belajar dengan sungguh sungguh dan penuh kerja keras dia jadi lupa dengan sendirinya mengenai kelakuan Astrid padanya tadi pagi. Kini Ratu tengah memakan makan siangnya di kantin seorang diri, dan seperti biasa Ratu selalu makan dengan lahap dan tak perduli dengan lingkungan sekitar, mau ada yang berantem atau mengobrol keras bahkan tawuran sekalipun Ratu selalu bersikap acuh dan tak peduli jika dia tengah makan dan mengisi perutnya yang keroncongan.


Dan tiba tiba saja kak Zidan datang menemui Ratu lalu duduk tepat di hadapannya dan menatap lekat Ratu yang tengah makan dengan lahapnya.


"Jangan menggangguku saat makan, aku paling benci itu," jawab Ratu di sela sela makannya.


Zidan pun langsung diam dan dia hanya menatap memperhatikan Ratu saja, sedangkan Ratu hanya menatapnya sekilas dan terus melanjutkan makannya dengan tak perduli akan keberadaan Zidan di hadapannya itu, sampai saat Ratu selesai makan dan hendak bergegas pergi kak Zidan menahat tangannya.


"Ehh...kau mau kemana aku belum bicara padamu," ucap kak Zidan.


"Aku harus kerja, karena aku bukan anak orang kaya lagi jadi harus mencari nafkah sendiri, permisi," ucap Ratu lalu pergi meninggalkan Zidan.

__ADS_1


Baru saja Ratu sampai di parkiran sepedanya, dan hendak naik ke atas sepedanya itu eh telponnya malah berbunyi dan persisi seperti dugaan Ratu memang kak Zidan lah yang menelponnya, awalnya Ratu mengabaikan panggilan Zidan namun karena Zidan menelponnya berkali kali dia pun segera mengangkatnya.


"Kak ada apa sih, kenapa kau selalu menggangguku," ucap Ratu.


"Baru saja aku hendak pergi ke rumahmu karena kau tak mengangkat telponku berkali kali," ucap Zidan mengancam dengan halus.


"Aishhh....iya iya ada apa kak Zidan yang baik hati, awas saja yah kalau berani berani datang ke rumahku," ucap Ratu.


"Nah begitu dong, tenang saja aku tidak akan ke sana selama kau mengangkat telponku," jawab kak Zidan.


"Cepat katakan ada apa?," tanya Ratu yang tak punya banyak waktu.


"Aku hanya ingin mengingatkan bahwa besok akhir pekan dan kau harus memenuhi janjimu," ucap kak Zidan.


Mendengar ucapan kak Zidan tadi Ratu benar benar merasa gendok dan kesal karena ternyata dia hanya ingin mengatakan itu saja, Ratu langsung mematikan panggilan itu dan dia langsung mengayuh sepedanya dengan kecepatan yang lumayan tinggi keluar dari universitas, dia benar benar dibuat naik darah oleh beberapa orang yang dia temui di kampusnya hari ini.


"Wahhh......ini benar benat gila, aku harus memeriksa tekanan darahku kalau begini," ucqp Ratu.


Tak butuh waktu lama untuk Ratu mengayuh sepedanya hingga sampai di perusahaan saat tengah dipenuhi emosi seperti itu, entahlah jika tengah emosi rasanya secape apapun tidak akan terasa dan tak ada apa apanya, sesampainya di perusahaan RA Group, Ratu baru merasakan kakinya yang pegal setelah dia berhenti melakukannya dan dia segera masuk ke dalam kantor lalu pergi ke kamar mandi dan segera mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah dia siapkan sebelumnya setelah dirasanya sudah rapih barulah Ratu pergi menaiki lift menuju lantai paling atas.

__ADS_1


__ADS_2