PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
SEKRETARIS DIAH LAGI


__ADS_3

Lama kelamaan Ratu sadar juga dan dia segera menepuk nepuk kedua pipinya pelan agar menyadarkan dirinya supaya berhenti menatap lekat setiap pria tampan yang dia temui, dan saat Ratu memalingkan pandangannya terdengar suara ketukan pintu dari luar, tuan Randi pun mempersilahkan masuk hingga ternyata yang masuk adalah kak Zidan, saking kaget dan tak menyangka Ratu bahkan sampai langsung terperanjang berdiri mematung dan menatap kak Zidan penuh pertanyaan.


"Kak...Zidan, apa itu benar kau?," tanya Ratu dengan suara yang tinggi.


Tuan Randi menatap heran saat mendengar Ratu menyebut nama Zidan.


"Iya ini aku, memangnya kenapa?," tanya balik kak Zidan.


"Kalian saling mengenal?," tanya tuan Randi yang masuk dalam pembicaraan.


"Tentu saja," jawab Ratu dan kak Zidan bersamaan.


Melihat Ratu menjawab pertanyaan itu bersamaan dengan kak Zidan tuan Randi sedikit merasa tidak suka begitu juga dengan sekretaris sekaligus asisten pribadi tuan Zidan yang tak lain dan tak bukan sekretaris Diah yang dulu pernah mendapatkan konplik dengan Ratu juga tuan Randi.


Ratu juga mulai merasa tidak enak dan dia segera mempersilahkan Zidan juga sekretarisnya yang sexsi itu untuk duduk di sofa, begitu juga dengan tuan Randi dan tak di sangka saat Ratu ikut duduk di samping tuan Randi sekretaris Diah malah menyindirnya dengan sengaja.


"Ouh....jadi ini yang merebut jabatan sekretaris Han, mantan seorang cleaning service yang bahkan belum lulus universitas," ucap sekretaris Diah dengan senyum sinisnya.


"Iya sekretaris Diah senang bertemu dengan anda lagi, tapi saya tidak merebut kedudukan sekretaris Han, disini saya hanya sementara saja, tidak seperti sebelumnya," jawab Ratu.


"Sudah berhenti kita di sini untuk rapat bukan membicarakan hal tidak penting seperti itu," ucap tuan Randi menengahi.


Tuan Randi dan Zidan pun mereka pergi ke ruang meeting di ikuti dengan sekretaris Han yang mendampingi tuan Randi sedangkan Zidan di dampingi oleh sekretaris Diah, bisa Ratu lihat bagaimana cara orang orang menatap kagum pada sekretaris Diah, dulu saja saat pertama kalinya Ratu melihat wajah itu dia juga sempat kagum dengan kecantikannya juga bentuk tubuhnya yang cukup bagus bak model, tapi saat dia tau sifatnya semuanya langsung hancur dan tinggalah kebencian yang tersisa di hatinya pada sekretaris yang sombong dan belaga cantik itu.

__ADS_1


Berkali kali Ratu mengatur nafas dan beristigfar agar dia tidak terpancing emosi oleh orang seperti dirinya, bahkan saat sekretaris Diah meledek Ratu ketika tidak ada tuan Randi dan Zidan di sana, yah tepat sekali setelah meeting bersama selesai, tuan Randi meminta waktu tambahan pada Zidan untuk mengobrol di dalam ruangannya sedangkan Gina, sekretaris Han dan sekretaris Diah mereka harus menunggu sejenak di luar ruangan dan disanalah sekretaris Diah mulai beraksi dan terus saja menyindir juga merendahkan Ratu.


"Ups.....di sini ada mantan cleaning service bisa tolong ambilkan saya minum tidak, saya di sini tamu loh ingat itu," ucap sekretaris Diah sambil berbisik pada telinga Ratu.


Ratu terus mencoba sabar dan dia membalas pelakuan sekretaris Diah tadi dengan senyum manisnya.


"Baiklah sekretaris Diah saya aka memanggilkan ob untukmu," jawab Ratu.


"Eh ......kenapa harus manggil orang lain, kau sendirikan og alias opice grils," jawab sekretaris Diah sambil menertawai Ratu.


"Sepertinya anda tidak benar benar membutuhkan minum," jawab Ratu dengan wajah yang dongkol karena kesal.


Tak sampai di situ karena dia tak berhasil mempengaruhi Ratu agar marah dan melakukan sesuatu padanya dia justru sekarang malah berusaha memprovokasikan sekretaris Han dengan Ratu agar mereka bertengkar di hadapannya.


"Ehk.....sekretaris Han ternyata kau tidak lebih hebat dariku yah, dengan gadih lugu seperti dia saja kau bisa di singkirkan dengan mudah," ucap sekretaris Diah


"Berhenti bicara omong kosong sekretaris Diah, saya rasa, anda jauh lebih buruk dan berada di bawah dibanding Ratu dan para ob di setiap perusahaan yang ada," jawab sekretaris Han yang membuat sekretaris Diah langsung terdiam dengan wajah kesalnya yang cemberut.


Mendengar jawaban dari sekretaris Han, Ratu sedikit senang karena setidaknya ada yang membela dia dan ternyata sekretaris Han masih berada di pihaknya tadi saat sekretaris Han lama tak menjawab, Ratu kira dia akan membela sekretaris Diah karena melihat perlakuannya selama ini sekretaris Han sepertinya sangat tak menyukai dirinya tapi ternyata dugaannya salah sekretaris Han tak seburuk itu.


Tak lama Zidan keluar dari ruangan tuan Randi dan di berjalan mendekati Ratu lalu membisikan sesuatu di telinganya.


"Jangan lupa esok aku akan menjemputmu pagi sekali, jangan lupa angkat telponku juga," ucap tuan Zidan sambil mengacak rambut atas Ratu.

__ADS_1


Sekretaris Diah semakin membenci Ratu saat melihat itu sedangkan Ratu tak peduli dengan ucapan kak Zidan dia malah sibuk membenarkan rambutnya yang agak berantakan karena ulah Zidan.


Zidanpun mengajak sekretaris Diah untuk pergi dari sana dan setelah kepergian mereka Ratu langsung mengikuti sekretaris Han masuk ke dalam ruangan CEO.


Mereka menghadap tuan Randi bersama sama dan memberi hormat, lalu sekretaris Han di persilahkan kembali ke ruangannya sedangkan Ratu masih di suruh untuk diam di sana.


"Tuan apa ada yang bisa saya lakukan untukmu?," tanya Ratu menawarkan jasa.


"Ada...tentu saja ada," jawab tuan Randi.


"Apa tuan?," tanya Ratu penasaran.


"Jauhi CEO Zidan, dia bukan pria baik, saya ingatkan itu padamu, sekalipu. dia pria baik padamu, kau akan dapat banyak masalah jika dekat dengannya," ucap tuan Randi yang membuat Ratu bingung setengah pusing.


"A...apa..maksudnya ini tuan?, saya benar benar tidak paham lagi pula saya tidak sedekat itu dengan CEO Zidan, kami hanya teman jauh itu saja," jawab Ratu.


"Ehh....untuk apa aku menjelaskannya pada tuan Randi memangnya dia siapanya aku, arghhh dasar aku ini," gumam Ratu yang heran pada dirinya sendiri.


"Baguslah kalau begitu, sekarang kau boleh kembali ke ruangan sekretaris Han," jawab tuan Randi.


Ratu pun membungkuk dan pergi dari sana, saat masuk ke dalam ruangan sekretaris Han Ratu sungguh merasa sedikit tidak enak karena kejadian di depan ruang CEO tadi saat bersama sekretaris Diah yang membawa bawa nama sekretaris Han pada masalah mereka.


Ratu duduk di kursinya dan memikirkan bagaimana caranya untuk meminta maaf pada orang seperti sekretaris Han yang sudah pasti dia tidak akan memaafkan siapapun dengan mudah layaknya orang biasa.

__ADS_1


"Huh....berhubungan dengan orang orang kantoran ternyata merepotkan," gumam Ratu.


__ADS_2