PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
HUKUMAN DARI RANDI


__ADS_3

setelah randi melihat ratu yang kakinya sudah membaik dia segera berdiri sambil berkacak pinggang menatap tajam ratu yang masih saja menertawakannya.


diam....atau kau akan aku lempar ke kandang harimau (bentak randi memberikan ancaman)


seketika ratu diam menutup mulutnya dan tubuhnya bergetar saking ketakutannya.


i...i..iya tuan saya sudah diam...maafkan aku...tuan, aku mohon jangan lemparkan aku ke kandang harimau....aku minta maaf...please🙏 (ucap ratu memohon dengan menangkupkan kedua tangannya dan segera memperlihatkan wajah memelasnya yang imut)


euhhhh.....sial kenapa dia menggemaskan sekali saat memohon begini, bahkan aku tak sanggup menyakitinya.....tidak biasanya aku begini.....sadar randi sadar kemana sikap kejammu (gumam randi lalu menyadarkan dirinya sendiri)


baiklah kali ini kau aku maafkan.....sudah jangan memasang wajah memelas aku benci melihatnya (ucap randi kecut yang tidak sama dengan isi hatinya)


baiklah tuan tampan terimakasih hehe (ucap ratu cengengesan sengaja menggoda randi)

__ADS_1


hua.......kenapa aku sangat bahagia ketika dia memujiku tampan...argggggg ada apa denganku (gumam randi yang berusaha menahan dirinya agar tetap terlihat cuek dan tenang dihadapan ratu)


aku tau aku memang tampan, sekarang ayo ikut aku kau harus bertanggung jawab atas ulahmu (ucap randi sambil menarik lengan ratu ke luar rumah menuju halaman yang terdapat mobil tengah terparkir)


sesampainya di depan mobil lamorgini yang tadi di naiki mereka randi hanya diam saja menatap tajam lagi wajah ratu.


eihhhh...kenapa anda membawa saya ke sini tuan, memangnya kita mau pergi lagi yah? (tanya ratu dengan wajah kebingungan dan polosnya )


dasar bodoh....kamu harus membersihkan mobilku yang sudah kau kotori dengan botol bekas tadi paham! (bentak randi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah ratu)


oke sekarang kerjakanlah aku akan melihat kerjamu di sana (ucap randi menunjuk ke teras rumah yang sudah tersedia kursi di sana)


ya...ya...ya terserah kau saja, aku tidak perduli denganmu (ucap ratu cuek dan jutek sambil berlalu melewati randi dan mengambil ember juga spon besar yang ada di ember yang tengah di pegang oleh pelayan rumah itu, yang tak lain adalah bi susi)

__ADS_1


apa kau bilang (teriak randi yang mendengar ucapan ratu sangat cuek padanya)


ah. tidak tuan aku tidak berkata apa apa, mungkin yang kau dengar bunyi perutku yang keroncongan ( ucap ratu mengelak)


karena takut dengan tatapan membunuh randi ratu segera saja mengalihkan pembicaraan dengan mengambil ember berisi air juga spon di tangan bi susi.


sementara randi segera berjalan ke bangku di teras rumah dengan terus memperhatikan gerak gerik ratu sambil senyum senyum sendiri.


bi...apa aku membersihkan mobil ini harus dengan spons ini ya...kenapa tidak pakai selang saja biar cepat (ucap ratu protes)


maaf nona ini sudah perintah dari tuan randi (jawab bi susi menunduk)


ratu menghembuskan nafas kasar karena dia sudah menyangka bahwa randi akan mengerjainya.

__ADS_1


menyebalkan...dasar licik....awas saja ya kau...aku akan membalas perbuatanmu, huh...ini akan sangat menguras energiku (gumam ratu sambil menggeleng gelengkan kepalanya)


sementara randi menatap ratu yang mulai membersihkan mobilnya dengan bibir yang tersenyum perlahan, karena dia sangat puas sudah bisa mengerjai ratu, dan tanpa randi sadari para pelayan yang juga ada di situ ternyata memperhatikan gerak gerik tuan dan nona nya sedari tadi, bahkan bi susi yang sudah bekerja di sana selama belasan taun pun merasa heran karena randi yang tidak biasanya membawa seorang perempuan sembarangan ke mension nya, bahkan randi belum pernah memiliki kekasih walaupun banyak perempuan yang menggilainya termasuk sahabat perempuannya sendiri yang bernama raina yang kini tengah berada di eropa.


__ADS_2