PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Terlambat


__ADS_3

Sedangkan Han hanya bisa menaikkan kedua pundaknya karena dia juga tidak tahu kenapa Mala tiba tiba tak sadarkan diri.


Mala tidak tega melihat kakaknya merasa sedih dan mencemaskan ya sampai seperti itu dan akhirnya Mala memutuskan untuk bangun sambil berpura pura memegangi kepalanya agar Han tidak mencurigainya.


Pertama Mala berpura pura mengerjakan matanya sampai membuat Ratu langsung menatap dia dan membantu Mala untuk bangkit terduduk.


"Aa..aaahh" ucap Mala dengan sengaja,


"MALA?, kamu sudah bangun ayo kakak bantu" kata Ratu dengan sigap membantu Mala.


Ratu sangat senang ketika melihat Mala akhirnya sadar dia juga langsung melontarkan banyak pertanyaan kepada Mala karena sudah merasa cemas sejak lama.


"Mala apa yang kamu rasakan apa ada yang sakit?, apa Han mengancammu atau dia melukaimu?, cepat katakan kakak akan memberinya pelajaran" kata Ratu bertanya tanpa henti.


Mala yang mengetahui bahwa kakaknya sedang mengkhawatirkan dirinya terlalu berlebihan dia pun mencoba untuk menenangkan Ratu dan berusaha berbicara padanya dengan lembut.


Sedangkan Han membelalakkan matanya karena dia tidak terima dengan Ratu yang selalu berperasangka buruk terhadapnya tanpa mendengarkan penjelasan dari adiknya dahulu.


"Heh, apa kau sudah puas terus berperasangka buruk padaku, dengarkan ucapan adikmu dulu aishh seenaknya saja mau memberiku pelajaran" balas Han langsung melontarkan kekesalannya.


Ratu tidak perduli dengan perkataan Han dan dia hanya menatap tajam penuh kebencian kepada Han, Mala pun segera memegang kembali lengan kakaknya.


"Kak sudah nanti aku akan jelaskan semuanya pada kakak, intinya aku baik baik saja dan Han sudah menolongku dia tidak seburuk itu kak, jadi aku harap kakak jangan terlalu mencemaskanku" ujar Mala sambil menatap lekat pada Ratu.


Mendengar perkataan Mala akhirnya Ratu bisa merasa lega dan dia segera membawa Mala untuk pulang dan beristirahat, saat itu Ratu pergi memapah Mala tanpa berpamitan pada Han dan pergi begitu saja, Mala juga tidak berkata apapun karena dia bingung bagaimana cara menghadapi Han setelah kejadian tadi malam bersamanya.


Sesampainya di rumah Ratu langsung menyuruh Mala untuk membersihkan diri sedangkan dia segera menyiapkan makanan baru untuk sarapan mereka, setelah semua sudah tenang dan kini mereka menikmati sarapan bersama Ratu masih tetap merasa heran dan penuh penasaran.

__ADS_1


Dia menatap wajah Mala yang tidak seperti biasanya jelas sekali di wajahnya terlihat bahwa Mala tengah memikirkan sesuatu maka dari itu karena penasaran dan cemas Ratu langsung menanyakannya dan meminta Mala untuk berbagi cerita kepadanya.


"Mala apa yang sedang kamu pikirkan, jika ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu bicarakan saja pada kakak, jangan memendamnya sendiri apalagi jika itu menyangkut masalahmu dan Han, dan ingat kamu juga masih berhutang penjelasan pada kakak" ucap Ratu sambil menatap Mala dengan serius,


"Ahh...i..iya kak aku akan menceritakannya nanti, dan aku juga tidak memikirkan apapun hanya sedikit kelelahan saja karena semalam tidak bisa istirahat dengan tenang" jawab Mala menyembunyikan keresahannya.


Sebenarnya Mala tidak bermaksud membohongi Ratu namun saat dia dia masih merasa ragu untuk mengatakan semuanya dengan jujur pada Ratu, dia hanya takut kakaknya itu semakin berpikiran bahwa Han berperilaku buruk padanya ataupun memiliki kesalah pahaman lainnya.


Maka dari itu untuk sementara Mala menyembunyikan semuanya dari Ratu dan dia berusaha untuk menimbun semuanya sendiri, Mala pun mengalihkan pembicaraan dengan menikmati makanannya dan membicarakan masalah pekerjaan Ratu.


"Eummm kak, makanan buatanmu memang tidak pernah gagal, aahh ini enak sekali membuatku semakin bersemangat memulai hari hehe" ujar Mala secara tiba tiba berubah ceria.


Ratu sempat merasa bingung melihat perubahan ekspresi Mala yang bisa berubah dengan cepat secara tiba tiba.


"Eh...eh... Ada apa ini?, setiap hari masakan kakak memang selalu enak tapi kenapa kamu mengomentarinya berlebihan begini, aishhh kamu ini membuatku semakin heran saja" kata Ratu sambil menggelengkan kepalanya tidak mengerti.


"Eh..iya kak kamu tidak bekerja ini sudah hampir jam kerjamu loh" ujar Mala menyadarkan Ratu,


"Astaga...kakak hampir saja lupa kalau hari ini ada rapat penting, Mala kamu habiskan makananmu dan beristirahat lah. Kakak harus segera pergi hati hati di rumah" ucap Ratu sambil berlari terburu buru mengambil tas dan ponselnya dari atas meja.


"Baik kak, kau juga berhati hatilah di jalan" teriak Mala.


Saat itu Ratu langsung berlari ke jalanan dan menghentikan taxi dengan cepat, namun sayangnya saat di perjalanan justru dia malah terhalang kemacetan sebab pergi terlalu siang alhasil Ratu tidak bisa hanya duduk diam saja di sana menunggu kemacetan berlalu yang tidak tau akan sampai kapan.


Ratu turun di sana yang dimana jarak menuju kantor Zidan lumayan masih jauh, tapi tidak ada pilihan lain Ratu harus berlari dari sana dan mencari jalan pintas agar bisa sampai tepat waktu.


Dia sudah sangat lelah dan lututnya lemas namun Ratu masih tetap memaksakan dirinya agar bisa cepat sampai di perusahaan, karena saat ini waktunya sudah tidak banyak lagi.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain Steven dan Zidan sudah menunggu kedatangan Ratu selama beberapa menit yang lalu, mereka menunggu Ratu sebab file presentasi yang akan digunakan untuk meeting penting kali ini ada di tangan Ratu, wajah Zidan juga sudah mulai agak kesal dan dia berkali kali memeriksa jam di tangannya.


"Kenapa Ratu?, tidak biasanya dia terlambat seperti ini dan sama sekali tidak ada kabar" ujar Zidan sambil mengerutkan dahinya,


"Mungkin dia hanya kesiangan santai saja kita masih ada waktu kok, dia pasti datang" balas Steven menenangkan Zidan sambil menepuk bahunya.


Zidan pun berusaha santai namun saat ini dia sendiri merasa heran kenapa sekarang bisa semarah dan sekesal ini kepada Ratu padahal sebelumnya dia bisa menerima apapun perbuatan Ratu sampai dia mengira mungkin dirinya sudah bisa melupakan Ratu.


Steven dan Zidan mencoba menunggu Ratu beberapa menit lagi namun sayangnya lima menit hampir berlalu Ratu tetapi belum sampai juga hingga membuat Zidan mulai geram dia bangkit berdiri dan berusaha menelpon Ratu.


Sedang saat itu Ratu sudah hampir sampai dan tepat ketika ponselnya berdering Ratu langsung mengangkat panggilan itu padahal dia sudah melihat Zidan dan Steven di hadapannya.


"Ratu dimana kau kenapa belum sampai juga sudah jam berapa sekarang!" Bentak Zidan untuk pertama kalinya.


Ratu kaget dan jantungnya seakan berhenti berdetak untuk beberapa saat ketika dia mendengar Zidan yang membentaknya dengan nada tinggi penuh emosi.


Saat itu kakinya yang memang sudah lemas menjadi semakin tak berdaya dia tidak sanggup menahan bobot tubuhnya sendiri apalagi setelah mendengar bentakkan dari Zidan yang membuat hatinya sakit.


Ratu ambruk dan terjatuh di sana dengan wajah yang menatap lesu ke arah Zidan juga Steven yang berdiri tidak jauh darinya.


"Brukkk..." Suara tubuh Ratu yang ambruk terduduk di lantai dengan lesu.


Ponselnya dia turunkan begitu saja dan Steven adalah orang pertama yang melihat Ratu dia langsung berteriak sambil berlari menghampirinya.


"RATU!" teriak Steven sambil berlari tunggang langgang.


Zidan langsung berbalik dan dia juga langsung merasa lemas sambil menurunkan ponsel dari samping telinganya, Zidan tidak menyangka ternyata Ratu sudah berada tepat di hadapannya dan mendengar kemarahannya secara langsung.

__ADS_1


__ADS_2