
ratu yang merasa dirinya sedang diamati sepasang mata dia pun mencuri curi pandang lewat sudut matanya, menatap ke arah wajah randi.
saat ratu semakin menyadari bahwa randi terus memperhatikannya diapun memberanikan diri untuk membentak randi, karena dia merasa risih di tatap seperti itu oleh pria asing baginya.
hey...tuan....kenapa kau menatapku begitu?
ini jasmu sudah aku bersihkan, jadi aku sekarang boleh pergi bukan (ucap ratu jutek dan sinis)
ya ....ya...cepatlah pergi, kau mengotori mobilku saja, menyesal aku menyuruhmu duduk di sini (ucap randi jutek sambil memalingkan wajah ke arah depan)
eihhhhh.....dasar pria angkuh.....aku sumpahin kamu jadi perjaka tua...wleeee (ucap ratu mengejek sambil menjulurkan lidahnya dan langsung menutup pintu mobil dengan keras lalu berlari dengan cepat menghentikan sebuah taxi, yang kebetulan lewat)
menggemaskan sekali gadis itu, lihat saja pembalasanku nanti.....(gumam randi yang menatap kepergian ratu dengan seringai jahatnya)
setelah taxi yang ditumpangi ratu berlalu randi pun meminta sekretaris han menjalankan mobilnya, dan dengan segera mobil lamorgini itu melesat membelah keramaian kota di pagi menjelang siang dimana banyak orang orang yang mulai melaksanakan aktifitasnya masing masing.
di sisi lain ratu yang tengah berada di dalam taxi terus saja menekuk wajahnya dan menggerutu sendiri di dalam hatinya karena dia rasa hari ini dia mendapatkan kesialan bertubi tubi.
huuuurffff...menyebalkan sekali...hari ini memang benar benar hari kesialanku, sudah aku dibohongi ka stev, dia juga ninggalin aku gitu aja, eh mana aku belum tau lagi apa yang mau dia ucapin, ditambah lagi ketemu pria angkuh itu.....huhhhh...semoga saja kelak jodohku bukan laki laki yang seperti mereka itu....bisa bisa aku kena darah tinggi lagi kalo punya suami kaya mereka (gumam ratu sambil menggeleng gelengkan kepalanya bergidik ngeri)
hingga tak lama kemudia ratupun sudah tiba di kediamannya, setelah selesai membayar ongkos ratu langsung saja masuk ke dalam rumah dan bertemu mamah diva yang tengah menyapu, sontak ratu langsung saja mengambil paksa sapu itu dari tangan mamah diva, karena dia tidak tega melihat mamah angkatnya itu kecapean.
ya....ampun mah...udah sekarang mamah duduk aja, biar ratu yang beresin semuanya, mama inikan baru pulang dari rumah sakit, harusnya mamah istirahat bukan ngeberesin rumah kaya gini, ini tuh tugas aku sebagai anak mamah (ucap ratu sambil menyapu rumah)
__ADS_1
mamah diva hanya mengangguk sambil tersenyum senang melihat ratu yang begitu perhatiannya dengan dia.
ya...allah terimakasih kau sudah membukakan mata hatiku, ratu memang anak yang sangat baik, aku benar benar menyesal pernah membuatnya menderita (gumam mamah diva)
ratu terus menyapu, mengelap kaca hingga mengepel lantai sampai semuanya nampak bersih dan rapih, setelah dirasanya sudah cukup diapun memilih untuk beristirahat di sofa depan dengan membaringkan tubuhnya di sana, tidak terasa saking lelahnya ratu malah ketiduran di sofa sampai siang, mamah diva yang paham kalo anaknya itu sedang kelelahan diapun tidak berani untuk membangunkannya karena tidak tega, mamah diva pergi ke warung depan untuk membeli beberapa bahan makanan, dia juga mengambil sedikit uang ratu yang ada di dalam dompetnya yang saat itu tergeletak begitu saja di meja, saat mamah diva pulang berbelanja ratu masih tetap tertidur lelap dan diva melanjutkan niatnya untuk memasak sebagai menu makan siang mereka berdua.
sampai diva selesai memasak dan menghidangkan makanan di meja makanpun ratu masih tetap tidur hingga mamah diva memutuskan untuk membangunkannya.
ratu..sayang...bangun nak...ini sudah waktunya makan siang...(ucap mamah diva yang membangunkan ratu sambil menepuk nepuk pipi ratu lembut)
tak lama ratu mulai sadar dari tidurnya dan mengerjap ngerjapkan matanya lalu bangun dan duduk di sofa menghadap ke arah mamah diva.
mah....maaf ya ratu tadi ketiduran, ini jam berapa? (tanya ratu sambil mengucek ngucek matanya)
apa mah....ya ampun kenapa mamah tidak bangunkan aku dari tadi (ucap ratu yang kebingungan sendiri sambil bergegas masuk ke dalam kamarnya mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan mamah diva yang masih duduk termenung kebingungan melihat tingkah anaknya)
ratu kamu ini kenapa terburu buru begitu nak, hati hati nanti kamu jatuh (teriak mamah diva mengingatkan)
iya mah (jawab ratu berteriak di balik kamar mandi)
ada ada saja anak itu (ucap mamah diva kemudian berjalan menuju meja makan dan menunggu ratu di sana)
10 menit kemudian ratu keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah segar dan berjalan perlahan ke meja makan lalu dia duduk tepat di depan mamah diva.
__ADS_1
maaf ya mah, mamah jadi nunggu lama hehe (ucap ratu cengengesan)
iya gak papa, sekarang kita makan yuk (ajak diva sambil menuangkan nasi juga lauk pada piring ratu)
terimakasih mah (ucap ratu)
sama sama sayang (jawab mamah diva)
merekapun makan siang bersama dengan lahap hingga makanan di atas meja makan nyaris ludes sempurna, setelah selesai makan ratu langsung bergegas mengambil tas slempangnya dan berpamitan pada mamah diva.
mah ratu mau pergi dulu ya ada urusan (ucap ratu meminta izin sambil mencium tangan mamah diva)
ehhhh...tunggu nak, kamu mau pergi ke mana jam segini (tanya mamah diva)
aku mau nyari kerjaan part time mah, biar nanti saat aku masuk kuliah aku udah punya kerjaan (ucap ratu)
ya sudah hati hati ya nak (ucap mamah diva)
iya mah....dah..... (teriak ratu)
ratu sengaja berjalan menelusuri jalan raya sambil sesekali masuk ke dalam sebuah swalayan ataupun toko toko yang besar hingga sedang untuk menanyakan apakah ada lowongan kerja atau tidak, namun sudah hampir 2 jam lebih ratu mencari tidak ada satupun yang mengatakan membutuhkan karyawan, karena merasa lelah ratu memilih untuk duduk di bangku pinggir jalan yang ada di bawah pohon rindang, tidak sengaja saat dia melihat ke samping pohon itu ada tulisan di poster yang mengatakan membutuhkan seorang ob untuk bekerja paruh waktu dari pukul 13.00 sampai pukul 17.00 di perusahaan R. ATMAJA, ratu langsung tersenyum sumringah dan segera mengetik no ponsel yang tertera di poster pengumuman itu, lalu dia segera menelpon pihak perusahaan, alhamdulillah setelah menanyakan apakah informasi itu benar atau tidaknya, ternyata resepsionis di sebrang telpon mengatakan bahwa informasi itu adalah benar, dengan cepat ratu menentukan janji pada resepsionis itu, setelah sudah menentukan janji ratu segera mematikan sambungan telpon lalu berjingkrak jingkrak kegirangan.
yes......yes...horee.....akhirnya aku ada peluang untuk kerja juga, wah...gajinya pasti besar inikan diperusahaan ....... gak papa lah yah, walaupun aku perempuan yang penting gajinya halal harusnya di poster itu tulisannya ob atau og bukan ob doang hahah(ucap ratu sambil kegirangan)
__ADS_1