PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
KESEDIHAN RATU


__ADS_3

mendengar perkataan yang keluar dari mulut diva yang tak lain adalah ibu sambungnya, ratu langsung lemas tak berdaya dan duduk bersimbuh di lantai dengan di peluk bi ina, air mata diantara keduanya terus bercucuran deras, sementara diva nampak bahagia atas apa yang telah dia lakukan pada keluarga ratu.


setelah berhasil membuat ratu tak dapat berkata apapun diva langsung pergi dengan mengibaskan rambut panjang nan hitamnya itu ke belakang, seakan dia sedang menunjukkan kesombongannya atas keberhasilan merusak keluarga ratu.


bi ina langsung membopong ratu dan mengajaknya pergi ke kamar untuk beristirahat, bi ina tau sekali bagaimana perasaan ratu yang hancur berkeping keping saat ini, ratu yang tadinya amat bersemangat untuk mempertahankan apa yang menjadi miliknya sekarang sudah nampak lemah dan menyerah.


non, sudah jangan terlalu memikirkan peekataannya, kita lebih baik tenangkan diri kita dulu, mari bibi bantu non ke kamar (ucap bi ina lirih)


tapi ratu tak menghiraukan perkataan bi ina dia tetap diam dengan tatapan kosong dan air mata yang terus membasahi pipi mulusnya, bi ina yang paham langsung saja membawa ratu perlahan berjalan menaiki tangga hingga sampai di dalam kamar, bi ina langsung membantu ratu membaringkan badannya di ranjang yang cukup besar itu, dan bi ina ikut berbaring sisi ratu sambil mengusap air mata di pipi ratu lalu membelai lembut rambutnya, bi ina sudah seperti ibu untuk ratu perlakuannya sama persis seperti ibunya dulu saat menenangkan ratu jika sedang terpuruk.


bi aku rindu ibu, bolehkah aku memanggil bibi dengan sebutan ibu, ayah dan ibu juga pasti setuju dan bahagia di sana saat melihat ratu menyebut bibi sebagai ibu (ucap ratu lirih, namun pandangannya masih menatap kosong ke sembarang arah)


tentu saja boleh non, bibi juga sudah menganggap non ratu sebagai buah hati bibi, apapun akan bibi korbankan termasuk nyawa bibi sendiri untuk non ratu (ucap bi ina yang kembali meneteskan air mata)


ratu langsung memeluk bi ina erat sambil terisak dan hingga dia tertidur dalam dekapan bi ina, merekapun tidur dalam keadaan berpelukan, memberikan rasa hangat dan amat diantara keduanya layaknya seorang ibu dan anak kandung yang saling mencintai tanpa batas.


...****************...


ke esokan paginya ratu bangun kesiangan tepat pukul 07.00 dan dia melirik ke kiri dan kanan tidak menemukan keberadaan bi ina, ratupun segera ke kamar mandi lalu menunaikan solat subuh walaupun sudah sangat telat, barulah dia memakai seragam bersiap pergi ke sekolah, ratu sebenarnya masih ragu untuk keluar kamar masih terbayang dalam benaknya bagaimana wajah diva yang begitu menyeramkan saat mengancamnya tadi malam, ratu berusaha memberanikan diri dengan menarik nafa panjang dan membuangnya perlahan, ratu berjalan sangan pelan sambil mengendap ngendap menuruni tangga berharap tidak akan bertemu astrid dan diva, ratu nampak lega saat melihat di meja makan tidak ada siapa siapa, diapun segera berlari ke dapur mengampiri bi ina dan mengajaknya sarapan bersama, tapi lagi lagi diva dan astrid muncul tiba tiba di belakang ratu, astrid yang sudah rapi dan nampak menggunakan pakaian sma sangat ketat langsung menjambak rambut ratu yang diikat tinggi hingga membuat kepala ratu menadah ke atas, ratu merengek kesakitan saat astrid menjambak rambutnya tiba tiba namun mereka tak menghiraukan sama sekali.


heiiii, apa aku tak salah dengar, kau mengajak pembantu kumuh ini makan bersamamu di meja makan, kau tidak ingat siapa kalian sekarang di rumah ini (teriak astrid keras yang masih menjambak rambut ratu)

__ADS_1


awwwww, astrid cepat lepaskan kepalaku sakit (teriak ratu kesakitan)


astrid langsung melepaskan jambakannya kasar, dan kembali tersenyum sinis pada ratu dan bi ina.


kenapa kalian malah bengong hah, cepat kerja dan kau ratu, cepat pergi jadilah supir yang baik untuk putri cantikku, paham! (bentak diva dengan mata yang melotot sempurna bak nenek sihir)


tanpa pikir panjang karena takut dan kaget ratu langsung mengambil kunci mobil lalu berlari masuk ke mobil di ikuti astrid yang duduk di belakang sambil memainkan ponselnya cengengesan sendiri.


ohhh, tuhan lengkap sudah penderitaanku saat ini, mereka sudah menang aku harus bagaimana kalo aku pergi dari rumah ini, aku akan tinggal di mana dan jika aku melaporkan mereka bukti itu belum cukup kuat....tuhan tolong kuatkan aku atas semua cobaan yang engkau berikan hiks hiks (batin ratu memohon dan menangis)


tiba tiba astrid membentak ratu dengan sangat keras sampai membuat ratu kaget dan ngrem mendadak.


heyyyy ratuuu (bentak astrid)


ahahaha, rasaintuh emangnya enak (gumam ratu menahan tawa)


heh, apa kau sengaja mau membunuhku hah (bentak astrid lagi)


maaf aku tidak berniat begitu, habisnya siapa suruh kau membentakku hingga aku kaget (ucap ratu datar tanpa dosa karena memang dia tak bersalah)


ohhh, kau sudah berani menantangku hah, awas saja kau nanti (ancam astrid)

__ADS_1


ratu mengelus dadanya berusaha sabar dan mulai melajukan kembali mobilnya perlahan.


silahkan, silahkan saja kau ancam aku sepuasmu dan silahkan saja kau hancurkan hidupku kalo perlu kau bunuh aku saja seperti kau membunuh ayahku, agar aku bisa menghantuimu dan ibu mu itu (gumam ratu kesal)


heyyy gadis malang, kau dengar ya dikampus nanti kau harus bilang kalau kau adalah asisten sekaligus supir pribadiku, dan kau harus memanggilku nona astrid paham! (ucap astrid dengan percaya dirinya)


paham nona (jawab ratu singkat)


Beberapa menit kemudian mereka tiba di sekolah, ratu segera memarkirkan mobil tepat di samping mobil steven.


saat ratu hendak membuka pintu mobil astrid sialan itu kembali membentaknya seakan menguji kesabaran ratu dan merusak moodnya pagi itu..


heyy, ingat kau jangan lupa bukakan pintu untuk nonamu ini, dan kau harus jaga jarak dengan steven calon suamiku, walaupun kau pacarnya tapi aku calon istrinya yang akan merebut dia darimu, kau ingat itu (ucap astrid)


yayayay....ya...ya..ya terserah kau saja nona astridku, aku juga tidak perduli dengan omong kosongmu itu (gumam ratu yang amat muak)


tanpa menjawab ratu langsung keluar dan membukakan pintu mobil untuk astrid, kebetulan sekali saat itu steven juga baru keluar dari mobilnya dan langsung menyapa ratu dengan manis.


hay sayang yuk aku antar ke kelas (ucap steven yang langsung menarik tangan ratu)


ahahaha, steven apa kau lihat mukanya astrid tadi, aku sangat bahagia melihatnya terbakar api cemburu dan kekesalan begitu (ucap ratu yang keceplosan)

__ADS_1


kau ini ya (jawab steven sambil mencubit hidung ratu pelan)


ratu dan stevenpun terus tertawa sambil bercanda gurau di perjalanan, tanpa mereka sadari astrid sedari tadi mendengarkan semua ucapan mereka dan tentu memperhatikan gerak geriknya.


__ADS_2