PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
KERUSUHAN IBU GRASELA


__ADS_3

Ibu Grasela menghampiri Zidan dan menjelaskan maksud dari perkataannya.


"Maksud ibu itu bunga asli yang seperti itu" ucap ibu Grasela sambil menunjuk ke salah satu gadis yang ada di toko tersebut.


Zidan yang sudah paham ke mana arah pembicaraan ibunya dia langsung saja berjalan pergi meninggalkan sang ibu yang pada akhirnya mengikuti dari belakang.


Zidan masuk ke dalam mobil dengan perasaan kesal dan mood nya yang hancur di pagi hari, baru saja ibunya itu datang beberapa saat sudah membuat kepalanya pusing dan emosinya naik turun, saat ibu Grasela masuk ke dalam mobil dan berusaha membujuk Zidan, Zidan sama sekali tidak menanggapinya karena masih sangat kesal dengan tingkah sang ibu yang masih tidak berubah.


"Ayolah Zidan kamu ini sudah berumur kapan ibu bisa menimang cucu, kalau pacar saja kamu tidak punya" ucap ibu Grasela.

__ADS_1


"Ibu pikir mendapatkan pacar semudah ibu membeli pajangan bunga itu?" jawab Zidan dengan nada suara cukup tinggi.


Ibu Grasela sedikit kaget mendapatkan respon Zidan yang nampak lebih marah dari biasanya.


"Kamu ini kenapa sih, ibu kan hanya bercanda, kenapa kamu bicara sekencang itu pada ibumu sendiri" jawab ibu Grasela.


"Maafkan aku ibu, aku sungguh kesal dan tidak suka jika ibu terus menuntut ku untuk mendapatkan pasangan, dan jangan coba coba menjodohkanku aku sudah punya orang yang aku sukai" jawab Zidan sambil memegang kedua tangan ibunya dan berkata dengan lembut.


"Benarkah?, ahhhh akhirnya ibu bisa cepat cepat menimang cucu" ucap ibu Grasela sambil membayangkan pemikirannya.

__ADS_1


Zidan hanya bisa menepuk jidatnya dan menggelengkan kepala, apalah daya ibunya memang selalu berasumsi berlebihan seperti itu, Zidan hanya berpikir bagaimana caranya agar dia bisa segera mendekati Ratu dan menjadikan Ratu calon istrinya, bagaimanapun masa lalu Ratu dan keadaannya saat ini, Zidan sudah tidak perduli, sekalipun Ratu pernah menyukai sahabatnya Steven tapi itu merupakan masa lalu Zidan akan terus berusaha untuk mendapatkan hati Ratu, dia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga Ratu dan akan membuatnya bahagia.


Saat memikirkan tentang Ratu, tanpa sadar Zidan senyum senyum sendiri dan ternyata diperhatikan oleh ibu Grasela.


"Cie....ternyata putra tampan ibu sedang jatuh cinta yah, wahh ibu datang di waktu yang tepat" ucap ibu Grasela kegirangan.


Sadar dari lamunannya Zidan langsung kembali bersikap normal dan memperbaiki posisi duduknya.


"Sudahlah ibu jangan menggodaku seperti itu lagi, aku sudah dewasa bukan anak kecil lagi" jawab Zidan,

__ADS_1


"ibu tidak peduli, sebab di mata ibu sampai kapanpun kamu tetaplah putra kecil kesayangan ibu" jawab ibu Grasela sambil memeluk Zidan.


Zidan tersenyum dan membalas pelukan ibunya, untuk saat ini Zidan merasa mulai nyaman berada di samping ibunya sebab dia tidak perlu mendengarkan tuntutan lagi mengenai calon istri dari sang ibu, dia semakin berharap besar pada Ratu, sebab hanya Ratu lah yang sejak dulu Zidan sukai bahkan dari sejak pertama melihat Ratu Zidan sudah merasakan perasaannya yang berbeda pada Ratu, sayangnya saat itu Ratu masih bersama Steven.


__ADS_2