PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
MENGERJAKAN TUGAS


__ADS_3

Keesokan paginya seperti biasa Ratu berangkat pagi pagi sekali ke kampus dan ini merupakan hari terakhir mosh di kampusnya, Ratu terlihat begitu bahagia dan ceria karena akhirnya dia bisa lepas dari para senior yang menjengkelkan untuknya.


"Ahhh..akhirnya mohs selesai juga, aku bisa bebas dari Zidan, Steven, Aldi dan Doni," gumam Ratu.


Sesampainya di kampus Ratu berpapasan dengan Dita.


"Ratuuu," sapa Dita berteriak.


"Ehhh..Dita, tumben loh datang pagi pagi gini," ucap Ratu.


"Iya lah ini kan hari kebebasan buat kita hehe," ucap Dita.


"Ya udah yuk ke kelas," ajak Ratu.


Mereka berdua pun berjalan bersamaan masuk ke dalam kelas dan kembali mengobrol.


"Ratu...kitakan udah temenan 1 minggu ini, tapi aku gak punya nomer kamu, boleh gak aku minta hehe," ucap Dita.


"Boleh sini hp kamu," ucap Ratu.


Ditapun memberikan hp nya pada Ratu, dan Ratu segera mengetik nomer ponselnya lalu mengembalikan kembali ponsel itu pada Dita.


"Nah kalo ginikan enak kita nanti bisa chating terus janjian dan lain lain deh hehe," ucap Dita.

__ADS_1


Tak lama datang Astrid dan Steven karena kebetulan mereka satu jurusan jadi satu kelas .


"Tu..tu...liat deh kita satu kelas sama kak Steven loh, ahhh aku seneng banget," ucap Dita.


"Aku biasa aja, yang ada aku males sekelas sama penghianat," jawab Ratu.


"Penghianat maksud kamu apa tu, aku gak ngerti," ucap Dita kebingungan.


"Nanti aku pasti bakal cerita sama kamu kok Dit, tapi gak sekarang," ucap Ratu.


"Oke aku percaya ko sama kamu Tu, tapi kalo kamu ada masalah apapun itu jangan pendam sendirian kan ada aku," ucap Dita.


"Makasih yah Dit, kamu bener bener sama kaya Seli sahabat aku dulu," ucap Ratu tersenyum.


"Yeayyy....Tu kita main aja yuk, sekarangkan dosen gak masuk," ajak Dita.


"Boleh tapi sampai siang ya, soalnya aku harus kerja nanti," jawab Ratu.


"Kerja?


kamu kerja apa?," tanya Dita.


"Oh iya waktu itu aku belum ngasih tau kamu yah, oke deh nanti aku kasih tau kamu," ucap Ratu.

__ADS_1


"Kapan?," tanya Dita.


"Setelah kita beres kerjain tugas, yuk ah ke perpus kita kerjain tugas dulu biar nanti mainnya nyantai," ajak Ratu.


"Tapi tu, aku males kalo di perpus gimana kalo ngerjainnya di kantin, biar bisa sambil makan hehe," ucap Dita.


"Ya udah iya deh, dasar kentung pikiran kamu makan mulu," ucap Ratu.


Mereka berdua pun tertawa dan segera pergi ke kantin sambil mengerjakan tugasnya, sementara di sisi lain sedari tadi Steven terus menatap Ratu lekat tanpa henti, membuat Astrid yang jelas jelas ada di sampingnya merasa terabaikan, merekapun bertengkar kecil mempermasalahkan masalah sepele itu.


"Sayang kamu ngapain sih ngeliatin si cupu itu mulu?," ucap Astrid kesal.


"Ahh..enggak aku bukan ngeliatin dia ko," jawab Steven berbohong.


"Kamu jangan bohong ya Stev, atau kamu mau aku ambil lagi semua yang udah aku kasih ke kamu hah?!!!," ancam Astrid.


"Sialan kenapa wanita iblis ini selalu mengancamku," gumam Steven.


"Sudahlah ayo kita pergi," ucap Steven.


Steven dan Astrid pun pergi entah kemana hanya mereka berdualah yang tau.


**hai hai readers, maaf yah guys, kalo aku sekarang update nya lama, soalnya author lagi sakit, minta doanya juga ya biar cepet sembuh dan bisa cepet up novel nya😪🤧**

__ADS_1


__ADS_2