
Setelah semua urusan pekerjaan selesai tepat pukul 15.00, Zidan memutuskan untuk kembali ke rumahnya dan bersiap siap untuk pergi ke toko bunga milik Ratu sudah sangat lama dia tidak melihat keadaan Ratu, Zidan pergi dengan penuh semangat hingga sesampainya di sana ternyata dia tidak menemukan keberadaan Ratu dan hanya ada Mala seorang diri yang menjaga serta melayani pembeli di toko, saat pembeli sepi Zidan memberanikan diri masuk kembali ke dalam toko dan menanyakan Ratu pada Mala.
*permisi mba, apa pemilik toko tidak datang hari ini?* tanya Zidan sambil membuka kacamatanya.
*Tidak mas, memang pemilik toko tidak sering ke sini, apa ada yang bisa saya bantu?* jawab Mala yang masih belum sadar kalau pria di hadapannya adalah pelanggan setia toko beberapa bulan lalu.
__ADS_1
Tanpa menjawab ucapan Mala, dia langsung berlenggang pergi dengan perasaan kecewa karena tidak berhasil bertemu Ratu, padahal Zidan sangat bersemangat dan merindukan Ratu sejak lama, dia bahkan hampir frustasi memikirkan Ratu setiap hendak tidur namun giliran kini memiliki waktu justru Ratu tidak bisa dia temui, Zidan kembali ke kediamannya dengan lesu.
Baru saja dia sampai Zidan sudah mendapatkan spam chat dari Oma Rika, alhasil Zidan segera membuka isi pesannya, dan ternyata isinya.
*Zidan ini mendesak!! ibumu tiba tiba memaksa Oma untuk pergi ke negara A, sepertinya dia ingin menemuimu, Oma tau kamu sudah menjual semua aset keluarga jadi lebih baik kau berkata jujur saja pada ibumu, dia sudah menaiki pesawat dan mungkin besok sudah tiba di sana, berbenahlah dan bersikap baiklah padanya, Oma sudah tidak bisa menahannya lagi* isi pesan dari Oma Rika.
__ADS_1
*Aishhh.....baru saja satu masalah selesai, kenapa harus ada masalah baru lagi, menyebalkan* ucap Zidan kesal sambil memukul pahanya sendiri lumayan keras.
Sebelum ibunya datang Zidan segera menyuruh sekretarisnya untuk membereskan semua keuangan di perusahaan dan menyembunyikan semua hal yang pernah terjadi kalau perusahaan hampir bangkrut, Zidan berusaha untuk mengistirahatkan tubuhnya meski kepalanya tidak bisa berhenti memikirkan mengenai kedatangan ibunya yang mendadak.
Sedangkan Ratu dia masih menjalani kehidupannya seperti biasa, menanam bunga, dan memetiknya lalu dia merangkai dengan cantik bunga bunga tersebut dan meletakannya di toko, Ratu memang jarang berada di toko sepanjang hari dia hanya datang untuk menata bunga di pagi hari setelah itu langsung kembali ke kebun bunga untuk mengurusi perkembangan bunga bunganya, sesekali Ratu juga pergi ke kota A untuk berbelanja perlengkapan rumah juga tokonya, seperti saat ini Ratu tengah bersiap untuk pergi ke kota A, dia mengayuh sepedanya menuju toko dan menemui Mala, Ratu meminta agar Mala menutup toko lebih awal hari ini, agar Mala bisa menemaninya berbelanja ke kota A, kebetulan perlengkapan toko sudah banyak yang kurang sehingga Ratu membutuhkan Mala untuk membantunya membeli banyak barang serta persediaan makanan untuk mereka berdua.
__ADS_1
Mala segera menuruti permintaan Ratu dia menutup toko lalu pergi menuju terminal bus bersama Ratu, dari desa menuju kota A memang tidak terlalu jauh hanya perlu sekali menaiki bus dan membayar sebesar 15 ribu rupiah saja untuk satu penumpang.
Mala yang jarang pergi ke kota tentu saja merasa sangat senang ketika Ratu mengajaknya apalagi untuk berbelanja ke mall, kalau Ratu sih sudah biasa karena sebelum hidup se sederhana sekarang dulu dia pernah merasakan nikmatnya banyak uang, bisa berjalan jalan di mall, pergi ke restoran dan cafe ternama bersama ayah dan ibunya, sayangnya kebahagiaan itu tak berselang lama, lagi lagi Ratu tertunduk dan menjatuhkan air matanya saat mengingat kenangan buruk bersama Astrid serta mamah Diva, tapi Ratu selalu berusaha tegar dan kuat dia menyembunyikan kesedihannya dari hadapan Mala, Ratu bertekad kuat dia akan membuat Mala dan dirinya merasakan kembali rasanya berpoya poya layaknya orang orang kebanyakan.