
Ratu sungguh tidak menyangka dia bisa bertemu kembali dengan sekretaris Han yang ibarat musuh baginya juga tuan Randi yang dulu pernah dekat dengannya, Ratu segera meminta maaf pada sekretaris Han dan membuang gengsinya jauh jauh.
"Ahh...maaf sekretaris Han, saya sungguh minta maaf, saya pikir kamu orang jahat yang mau menculik adik saya, saya tidak bermaksud memukulimu kok" ucap Ratu sambil membungkukkan badannya.
"Hah...kau pikir dijaman sekarang semuanya bisa selesai dengan kata maaf, aku akan melaporkanmu ke polisi, sekaligus dengan wanita ini" ucap sekretaris Han dengan nada tinggi.
Ratu benar benar kesal dia sudah berusaha membuang egonya dan tetap sabar menghadapi kesombongan sekretaris Han sejak dulu, tapi sekarang emosi Ratu sudah tidak sanggup dia bendung, Ratu mengeluarkan semua unek unek dan perasaan mengganjal dalam hatinya.
"Hah....silahkan saja aku tidak takut lagi pula ini hanya kesalahan kecil, dan kami sudah meminta maaf, tapi kau ......euhhhh....kau malah tetap tidak memaafkan kami, itu urusanmu aku tidak peduli" ucap Ratu dengan mata melotot dan menunjuk ke arah sekretaris Han.
Ratu langsung menarik lengan Mala dan mengajaknya untuk segera pergi dari sana, sontak sekretaris Han hendak menghalangi mereka namun ditahan oleh Randi.
__ADS_1
"Cukup Han kamu sudah keterlaluan sampai membuatnya semarah tadi" ucap tuan Randi sambil menahan lengan sekretaris Han yang hendak lari mengejar Ratu.
"Ta...tapi tuan mereka sudah....." ucap sekretaris Han tertahan,
" aku punya cara lain untuk memberinya pelajaran" ucap tuan Randi sambil tersenyum sinis dan langsung berjalan keluar dari mall.
Sekretaris Han yang merasa aneh dia hanya bisa menggaruk rambutnya kasar dan berjalan cepat mengejar tuan Randi.
Sepanjang perjalanan tak henti hentinya sekretaris Han menggerutu kesal dan merutuki Ratu.
"Dasar perempuan sialan itu, aku harap dia bisa berubah jadi jelek dan jangan sampai dia berhubungan lagi denganku atau tuan Randi" gumam sekretaris Han.
__ADS_1
...****************...
"Ha..ha..hacimmm...aduh siapa yang berbicara jelek tentangku, hidungku sampai gatal begini" ucap Ratu sambil menggesek hidungnya yang gatal.
Ratu dan Mala tidak sadar kalau taxi yang mereka tumpangi sebenarnya tengah diikuti oleh mobil tuan Randi, hingga mereka sampai di terminal bus pun mereka tetap belum menyadarinya, Randi berhasil mengikuti Ratu sampai ke depan toko bunga dan dia berhasil mendapatkan alamat keberadaan Ratu.
"Jadi di sini dia bekerja selama ini, so soan berhenti dari perusahaan hanya untuk bekerja di toko bunga kecil ini, benar benar perempuan bodoh" ucap Randi dengan wajah yang muram.
Randi belum tahu kalau Ratu adalah pemilik toko tersebut bukan pegawai di sana, setelah melihat Ratu dan Mala masuk ke dalam toko sambil membawa belanjaan, akhirnya Randi menyuruh sekretaris Han untuk memutar balik mobil dan kembali ke perusahaan.
Wajah sekretaris Han sama sekali belum berubah dia tetap dengan wajah kesal dan penuh dendam kepada Ratu, entah apa yang membuat sekretaris Han begitu gemar bertengkar dengan Ratu sejak dulu, padahal Ratu juga tidak pernah menyinggung atau bermasalah dengan sekretaris Han, tapi mereka sudah seperti kucing dan tikus, selalu bertengkar dan saling memangsa satu sama lain, Ratu yang selalu sabar menghadapi setiap perkataan tajam dari sekretaris Han tetap tidak membuat sekretaris Han merasa iba dan kasihan dia malah semakin kesal dan membenci Ratu karena dekat dengan tuan Randi.
__ADS_1