
Sebenarnya Ratu hanya berpura pura dia hanya sengaja melakukan itu untuk memberikan pelajaran pada tuan Randi karena sudah mempermainkan Steven sampai membuatnya jatuh tersungkur ke tanah, maka dari itu Ratu juga mencoba mempermainkan tuan Randi.
Ratu juga sengaja tidak membalas ucapan tuan Randi dan dia langsung meminta agar cepat kembali ke bawah.
"Sudahlah tempat ini tidak bagus lagi aku akan kembali sekarang" kata Ratu sambil hendak bergegas pergi.
Sebenarnya Ratu tidak akan benar benar pergi dia sengaja melakukannya karena tahu bahwa tuan Randi akan menahan dirinya dan dugaan dia benar, tuan Randi langsung menarik lengannya dan memaksa Ratu untuk tetap berada di sana bersamanya.
"Tunggu kau tidak bisa pergi ke manapun" ucap tuan Randi sambil menahan lengan Ratu dengan kuat.
Diam diam Ratu tersenyum tipis dan dia berusaha menahan diri agar tidak sampai diketahui oleh tuan Randi kalau dia sebenarnya hanya berpura pura bersikap seperti itu.
"Lepaskan, ada apa lagi tuan ini sudah hampir larut saya harus segera pulang" balas Ratu sambil menghempaskan lengannya,
Randi nampak tidak senang mendapatkan respon tersebut dari Ratu dan dia langsung memaksa Ratu untuk tetap berada di sampingnya.
"Ratu bukankah kau sudah berjanji denganku sebelumnya bahwa kau akan menjawab pernyataan perasaanku setelah aku kembali, lalu kenapa kau tiba tiba seperti ini?" Ucap tuan Randi dengan wajah serius.
Melihatnya Ratu sungguh tidak tega dan akhirnya Ratu tidak bisa menahan tawa di wajahnya lagi, dia tersenyum perlahan sampai tertawa cekikikan saking puasnya berhasil mengerjai seorang tuan Randi.
"Ahahaha....tuan wajahmu tadi sangat lucu, tolong pertahankan kelucuanmu itu haha" ucap Ratu di sela tawanya.
Tuan Randi menatap dengan heran karena dia bingung melihat Ratu yang tiba tiba saja tertawa namun beberapa saat akhirnya tuan Randi sadar bahwa dia tengah dipermainkan oleh Ratu sejak lama dan baru menyadarinya sekarang.
"Aishh, Ratu apa kau membohongiku ya?" Ujar tuan Randi,
"Tidak aku tidak membohongimu tuan, aku hanya sedikit bermain main denganmu habisnya kau tadi dengan sengaja menyerempet kak Steven dan tidak suka kau melakukan itu kepadanya" balas Ratu berkata jujur,
__ADS_1
"Ohh jadi kau membalas perbuatanku hanya untuk pria itu, hah aku akan pergi sekarang" bentak tuan Randi dan berjalan meninggalkan Ratu seorang diri.
Ratu segera menyusulnya karena dia tidak bisa tetap berdiri di bukit yang tinggi itu seorang diri apalagi tempatnya jauh ke mana mana akan sulit untuk berteriak meminta pertolongan jika seandainya terjadi sesuatu kepada dirinya.
"Tuan...tunggu...tuan...." Teriak Ratu sambil terus berjalan cepat mengejar tuan Randi yang cukup jauh di depannya.
Randi mendengar teriakkan Ratu namun dia mengabaikannya karena masih terlalu kesal dan semakin cemburu, dia terus berjalan cepat dengan kaki panjangnya sambil menggerutu yang tidak ada ujungnya.
"Hah, dasar pria itu bagaimana dia bisa membuat Ratu melakukan itu kepadaku, memangnya sebagus apa pria lemah sepertinya dia hanya pria yang selalu mempermainkan wanita kenapa juga Ratu membelanya, arghhh... membuatku emosi saja!" Gerutu tuan Randi sepanjang jalan.
Ratu terlalu kesulitan untuk mengambil langkah yang besar karena tingginya yang tak setara dengan tuan Randi, jadi tentu saja dia tertinggal jauh alhasil karena takut di tinggal semakin jauh Ratu berlari dengan sekuat tenaga dan secepat yang dia bisa sampai dia tidak memperhatikan jalanan yang dia injak.
Ratu terus berlari kencang menerobos banyak pepohonan di kiri dan kanan hutan sampai akhirnya dia berhasil menyusul tuan Randi dan tetap berlari lari kecil di belakang tuan Randi karena dia tidak mau kehilangan jejaknya lagi.
Nafas Ratu yang tak teratur dan menderu terdengar sangat jelas oleh tuan Randi yang berada di depannya sehingga membuat tuan Randi langsung membalikkan badan dan menatap kaget pada tubuh Ratu yang sudah berkeringat dan banyak daun juga ranting kecil yang menempel pada pakaiannya.
Entah apa saja yang telah Ratu lewati untuk bisa menyusul tuan Randi sampai dirinya terlihat begitu berantakan.
"Hehe hallo tuan, aku berhasil menyusul mu dan kau tidak akan bisa meninggalkanku lagi" ujar Ratu sambil tersenyum manis.
Tuan Randi menatap memperhatikan Ratu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki dan tuan Randi melihat celana putih yang dikenakan oleh Ratu mengeluarkan darah yang cukup banyak dari kakinya, dia pun langsung terperangah dan langsung membentak Ratu saking mengkhawatirkannya.
"Astaga, Ratu ada apa dengan kakimu?" Bentak tuan Randi bertanya kaget,
"Hah?, Kenapa..." Jawab Ratu sambil memeriksanya.
Saat Ratu mencoba hendak memeriksanya, tuan Randi langsung mendahului Ratu dia menarik Ratu ke tepi lalu menyuruhnya agar duduk.
__ADS_1
"Sudah kemari dan cepatlah duduk dengan tenang" ujar tuan Randi.
Ratu hanya mematuhinya dengan menatap heran dan bingung.
Ratu sama sekali tidak merasakan jika kakinya terluka makanya dia tidak sadar ada darah mengalir keluar sampai menembus celana yang dia kenakan.
Saat tuan Randi mengangkat celana Ratu rupanya ada luka goresan yang lumayan besar tepat di betis kaki Ratu.
"Ya ampun, bagaimana kamu bisa mendapatkan luka ini?" Ujar tuan Randi kembali merasa heran.
Dengan cepat dia membuka jas yang dia kenakan dan merobek lengan kemejanya sendiri, Ratu kaget melihat itu dan dia langsung bertanya.
"Ehh...tuan apa yang mau kau lakukan kenapa kau menyobek pakaianmu sendiri?" Tanya Ratu kebingungan,
"Diam, ini akan menahan alisan darahnya agar tidak terus keluar, kita jauh dari kota dan lukamu membutuhkan perawatan yang benar agar tidak meninggalkan bekas nantinya, tahan sedikit ini akan sakit" ucap tuan Randi sambil mulai membungkus betis Ratu menggunakan sobekan kain lengan kemejanya.
Ratu hanya menganggu mengerti sampai dia meringis kesakitan karena apa yang dikatakan tuan Randi benar bahwa lukanya mulai terasa sakit dan nyeri.
"Aaawwww..." Ringis Ratu,
"Tahan sebentar saja, ayo naik aku akan membawamu lebih cepat menuju mobil" kaya tuan Randi sambil berjongkok di depan Ratu.
Dan dia meminta Ratu untuk naik ke punggungnya.
Ratu merasa sedikit canggung dia tadinya ingin menolak namun ketika merasakan kakinya yang semakin terasa ngilu dan sakit berlebih terpaksa dia harus menerima bantuan tuan Randi.
"Ayo cepat naik, kenapa kamu diam saja" tambah tuan Randi.
__ADS_1
Ratu pun perlahan menurutinya dia mengalungkan lengannya pada leher tuan Randi dan kini dia sudah berada di gendongan tuan Randi.
Karena kaki tuan Randi yang panjang dan tenaganya yang kuat mengangkat Ratu bukanlah hal yang sulit baginya dia bisa menggendong Ratu di punggungnya dan tetap berjalan dengan cepat sampai tak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai di mobil.