
Selesai melaksanakan solat magrib tak lupa ratu mendoakan bi ina, dan kedua orang tuanya juga mengaji, tidak sengaja saat ratu tengah berdoa sampai mengaji diva sedari tadi berdiri di depan pintu kamar ratu dan sedikit mengintip karena pintunya tidak di kunci, diva mendengar semua untaian do'a dan lantunan ayat suci al qur'an yang merdu dari ratu, perlahan hati diva tersentuh mendengarnya dan semakin merasa bersalah atas apa yang sudah dia lakukan pada keluarga ratu, hanya demi harta dan membahagiakan anak semata wayangnya, diva setega itu menghancurkan keluarga orang lain demi ke egoisan dan kenikmatannya sendiri, bahkan anak yang dia perjuangkan sekarang justru tidak perduli sedikitpun dengan nasib ibunya sendiri yang telah melahirkan dan memberikan semuanya demi dirinya. Perlahan namun pasti air mata diva menetes semakin deras dan kini terdengar deru nafasnya yang terisak dalam tangisnya, ratu yang mendengar suara seseorang menangis di balik pintu langsung menyelesaikan mengajinya dan membereskan semua, baru di berjalan membuka pintu dan di dapatnya diva tengah duduk bersender di tembok tepat di samping pintu kamarnya sambil memegangi kedua kaki yang ditekuk.
Tante ada apa? ........kenapa kau menangis sampai seperti ini? (tanya ratu lembut sambil mendekati diva)
Diva yang tengah menangis terisak langsung berdiri dan menghapus air matanya kasar.
Ahhhh..aku tidak apa apa, tadi hanya jatuh saja, jadi aku nangis karena sakit (elak diva )
Mari masuk tan, ada yang ingin aku bicarakan (ucap ratu sambil menuntun lembut diva masuk ke kamarnya)
__ADS_1
Tante diva mengangguk dan masuk kedalam kamar ratu, lalu mereka duduk bersebelahan di atas ranjang, tante diva terus menunduk karena merasa sangat bersalah pada ratu.
Tan...coba tante ceritakan...apa yang membuat tante menangis sampai seperti itu, maaf ya tan karena setahu ratu, tante bukanlah orang yang mudah menangis (ucap tasya yang bertanya dengan lembut agar tidak menyakiti tante diva)
Tante hanya merasa sangat bersalah dan menyesal ratu, selama ini mata tante sudah dibutakan akan harta dan tahta, sekarang tante sadar semua perbuatan tante selama ini salah, tante minta maaf ratu, tolong maafkan tante, tante juga janji besok akan menyerahkan diri tante ke kantor polisi, tante akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan tante (ucap tante diva dengan mata yang berkaca kaca dan penuh dengan kesungguhan)
Iya...tan ratu sudah memaafkannya, dan ratu harap nanti tante akan menjalankan semuanya dengan hati yang ikhlas....ratu juga akan selalu bersama tante jadi tante tenang aja ya, kan ada ratu juga astrid kita bisa memulai semuanya dari awal dan menjadi keluarga harmonis walaupun tanpa ayah (ucap ratu menunduk saat menyebut ayah nya)
Ratu kamu kenapa nak? (tanya tante diva lembut sambil mengusap pundak ratu)
__ADS_1
Eummm...aku gak papa tan, cuman ingat ayah aja (ucap ratu sambil berusaha tegar dan kuat)
Maafkan tante ya (ucap tante diva)
Iya tan, udah ah jangan dibahas lagi (ucap ratu sambil tersenyum ramah)
Ratu apa kamu mau nak, menganggap tante sebagai ibu kamu dan memanggil tante dengan sebutan mamah (ucap tante diva)
Iya tan, ehh ma ratu mau (jawab ratu yang langsung disambut pelukan oleh tante diva ups...maksudnya mama diva)ðŸ¤
__ADS_1
Ya sudah mari kita makan sayang (ajak mama diva lembut)
Ratu tersenyum merekah mendapatkan kembali kasih sayang seorang ibu yang sudah ia rindukan sejak lama, walaupun kasih sayang itu bukan dari ibu kandungnya, namun ratu yakin dan percaya kalo tante diva bersungguh sungguh dalam bertaubat, karena mana mungkin jika dia hanya pura pura sampai berani menyerahkan diri ke pihak yang berwajib.