PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Mala dan Han


__ADS_3

Saat itu Ratu sendiri tidak bisa memahami perasaan dalam dirinya entah dia memang menyukai tuan Randi dan hanya menganggap Zidan sebagai sahabat atau justru sebaliknya tapi ketika mendapatkan hal seperti itu dari Zidan hatinya terasa sakit, bahkan lebih sakit ketika dia pernah di usir dari rumah tuan Randi sebelumnya.


"Ya...ampun ada apa denganku, tidak ....aku tidak mungkin menyukai Zidan aku hanya menyayangi ya sebagai sahabat tidak lebih dari itu" ucap Ratu menyadarkan dirinya.


Ratu pergi ke kamar mandi dan mencuci wajahnya untuk menghapus semua perasaan sedih dalam dirinya dan berharap bisa mendapatkan kesegaran dengan mencuci wajahnya.


Beberapa saat setelah menyeka wajahnya Ratu pun segera bergegas pulang dan tak lupa mengambil tas nya dahulu, meski awalnya Ratu berniat pergi ke perusahaan Mala, namun rupanya Mala sudah mengirimkan sebuah pesan singkat pada Ratu bahwa dia akan lembur malam ini.


"Ting" sebuah pesan masuk pada ponsel Ratu.


Dia pun segera memeriksanya.


"Kak...tidak usah menjemputku aku akan lembur malam ini dan seperti akan pulang sangat terlambat, jangan lupa siapkan sayur asam kesukaanku yah" isi sebuah pesan singkat dari Mala yang diakhiri dengan emoticon tersenyum.


Ratu pun segera menyuruh supir taxi yang dia naiki untuk mengganti tujuannya dan tak lupa Ratu membalas pesan Mala.


"Baiklah kakak akan langsung pulang, semangat bekerja Mala" balasan pesan dari Ratu.


"Pak ganti tujuannya" ucap Ratu merubah tujuannya.


Di sisi lain Mala yang sudah selesai membereskan semua barang barang milik Han dia akhirnya merasa lega karena bisa menyelesaikan pekerjaan itu dengan cepat.


Tapi pekerjaan Mala tidak sampai di situ saja kini dia justru menghadapi masalah baru, di mana Han masuk ke dalam ruangan itu dan dia mulai memeriksa hasil pekerjaan Mala yang pada akhirnya Han menyuruh Mala untuk memindahkan beberapa buku pada rak yang tepat.


"Heh, apa kau pikun?, bagaimana bisa menaruh buku sembarangan seperti ini, bereskan lagi semuanya dan ingat simpan buku buku ini sesuai judul buku yang saling terkait agar mudah untuk mencarinya nanti" ucap Han memberi perintah,


"Ta..tapi tuan saya baru saja selesai membereskan itu" jawab Mala sedikit kesal,


"Ya memangnya kenapa?, Ini kan pekerjaanmu jika ada yang salah kau lah yang bertanggung jawab untuk membereskannya, atau kau tidak mau melakukannya yah?" Jawab Han dengan wajah yang menyebalkan.

__ADS_1


Mala menarik nafas dalam dan dia tersenyum dengan paksa lalu mengangguk dan mulai mengerjakan semuanya dari awal lagi sesuai dengan keinginan Han.


Selama membereskan buku buku itu, Mala terus menggerutu kesal dan memijat lengannya sesekali yang terasa sangat pegal.


"Eughh....dasar, Han sialan bisa bisanya dia sok berkuasa di sana tuan Randi tidak ada, euh...euh...aku sungguh berharap tuan Randi segera kembali dari luar negeri" gerutu Mala habis habisan.


Sedangkan Han hanya memperhatikan Mala sesekali dari tempat duduknya, diam diam Han juga menahan tawa melihat Mala yang nampak kesulitan dalam mengangkat beberapa buku yang besar dan tebal, apalagi saat melihat Mala yang kesulitan untuk menaruh buku pada rak yang tinggi.


Tubuh Mala memang tidak terlalu tinggi namun dia wanita yang cukup tomboi sehingga mampu melakukan pekerjaan berat dengan baik layaknya seorang pria, tapi kali ini sepertinya Mala sedikit kesulitan sebab tidak ada barang yang bisa dia gunakan untuk pijakan kakinya.


Saat itu Mala hendak menaruh beberapa buku pada rak paling tinggi namun tubuhnya yang tidak memadai membuat dia kesulitan untuk meraihnya, akhirnya Mala berdecak kesal dan menggerutu.


"Aishh....kenapa tak ini tinggi sekali sih, aaahhh bagaimana aku menaruh buku buku ini jika raknya setinggi itu, sial" gerutu Mala sambil terus berusaha menaruh buku ditangannya ke atas rak.


Karena emosi akhirnya Mala menggunakan tenaganya terlalu kuat dan karena kesal Mala jadi tidak berhati hati sampai dia tidak sadar jika buku yang baru saja dia taruh tidak masuk ke dalam tak dengan benar, saat Mala menunduk untuk mengambil buku berikutnya di dalam box, Mala tidak tau jika buku yang ada di rak atas hampir jatuh mengenai kepalanya.


Untunglah saat itu Han menyadarinya dan dia langsung berlari menghampiri Mala lalu melindungi kepala Mala dengan punggungnya sehingga buku itu justru jatuh mengenai punggung Han dan Mala refleks menoleh ke belakang saat kaget mendengar suara benda jatuh.


"Ahhh...apa yang anda lakukan?" Ucap Mala sambil segera bangkit menjauh dari Han.


Han pun memperbaiki posisinya dan dia memegangi punggungnya yang terasa sedikit sakit karena kejatuhan buku yang cukup tebal.


"Aishh.... Apa kau buta aku baru saja menolongmu dan mengorbankan punggungku untuk melindungimu, apa ini balasanmu pada orang yang sudah menyelamatkanmu Hah?" Bentak Han dengan kesal.


Mala hanya menatapnya dengan heran karena dia sungguh tidak tau jika Han berdiri di belakangnya untuk melindungi dia, tadinya Mala pikir Han hanya ingin menggoda atau mempermainkannya lagi.


"Ehh....kau menolongku ya, baiklah kalau gitu terimakasih sudah menolongku pak" jawab Mala menanggapi ocehan Han,


Han terperangah karena dia benar benar tidak habis pikir dengan kelakuan Mala yang hanya berterimakasih dengan santai seperti tadi padahal barusan dia sudah menyelamatkan kepalanya.

__ADS_1


"Dasar kau wanita berhati batu, aishh aku menyesal menolongmu" jawab Han dengan wajah yang gemas.


Mala tidak memperdulikannya dan dia kembali melanjutkan pekerjaan yang belum selesai, Mala berjalan melewati Han dan kembali mengambil buku lain lalu hendak menaruhnya di rak paling atas lagi seperti sebelumnya.


Sedangkan Han yang kesal dan muak melihat Mala terus berjinjit kesulitan saat menaruh buku buku itu dia pun menghampiri Mala lalu menawarkan bantuan pada Mala meski dia sangat kesal.


"Heh pendek, ayo naik ke punggungku" ucap Han sambil berjongkok di depan Mala.


Melihat itu Mala sangat kaget dan dia terperangah sambil mengedipkan matanya beberapa kali saking anehnya.


Pasalnya bagaimana Mala tidak terperangah dan kebingungan sebab itu terlalu tiba tiba baginya apalagi mengingat Han yang selalu bersikap kasar kepadanya, karena lama Mala terdiam Han pun menoleh dan kembali menyuruh Mala untuk segera naik ke atas punggungnya.


"Heh, kenapa kau diam saja, cepat naik sebelum aku berubah pikiran!" Tambah Han sambil menatap serius pada Mala.


Mala semakin terheran dengan apa yang dimaksud oleh Han kepadanya dia hanya menaikkan kedua alisnya kebingungan.


"Apa maksudmu, kenapa kau berjongkok di sini, dan kenapa kau memaksaku untuk naik pada punggungmu?" Tanya Mala dengan kebingungan,


"Kau pikir tubuhmu itu cukup tinggi untuk menaruh semua buku ke atas rak, Hah?" Jawab Han yang membuat Mala langsung paham,


"Ohhhh jadi anda mau menggendong saya untuk menaruh buku buku ini?, Tapi apa anda yakin bisa mengangkat tubuh saya?" Jawab Mala sambil balik bertanya,


"Aishh....kenapa kau banyak bicara, kau mau naik atau tidak?" Balas Han dengan kecut.


Melihat Han yang nampak sudah semakin kesal Mala pun langsung mengangguk dan dia naik ke atas punggung Han sambil membawa beberapa buku yang hendak dia taruh, akhirnya Mala berhasil meraih rak tersebut dan dia bisa menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat berkat bantuan Han.


Setelah semua buku sudah di masukkan dan di tata rapih ke dalam tak barulah Han pun menurunkan Mala dengan keringat yang bercucuran di dahinya padahal dia hanya menggendong Mala beberapa menit saja.


"Hah...hah....kau ini ba*i atau apa sih?, Aishh berat sekali tubuhmu itu" ucap Han menggerutu sambil memijat lengannya yang pegal.

__ADS_1


Mala hanya menahan senyum karena dia benar benar merasa ekspresi wajah Han sangat lucu ketika mengomelinya.


"Haha...dia lucu juga, padahal dia sendiri yang menawarkan bantuan sekarang dia sendiri yang menggerutu haha siap suruh mau menggendongku" gumam Mala salah hati kecilnya sambil menahan tawa.


__ADS_2