
Saat tengah menikmati hidangan makan malam tiba tiba ponsel tuan Randi berdering dan dia pun permisi pada Ratu untuk mengangkat panggilan tersebut.
Randi berjalan sedikit menjauh dari Ratu dan dia menjawab panggilan tersebut yang ternyata itu adalah panggilan dari sekretaris Han.
"Hallo... Han ada apa kau menelpon ku hah, mengganggu saja?" Tanya tuan Randi,
"Gawat tuan... Ini gawat!" Jawab sekretaris Han dengan nada suara yang begitu gemetar,
"Han.. bicara yang benar jangan membuatku bingung" bentak tuan Randi merasa cemas,
"Nyonya tuan nyonya Wulan Atmaja dia menuju ke rumahmu, cepat usir Ratu kalau tidak kau akan dalam masalah tuan" ucap sekretaris Han membuat Randi membelalakkan matanya sempurna,
"Aishh... Han sekarang juga datanglah ke restoran xxx, cepat!!" Bentak tuan Randi memberi perintah,
"Tuan saya bilang anda dalam bahaya kenapa malah menyuruh saya ke restoran?" Tanya sekretaris Han dengan kebingungan,
"Han jangan banyak bertanya cepat kemari atau aku akan memecatmu!" Bentak tuan Randi lalu mematikan ponselnya.
Tuan Randi segera berjalan dengan wajah yang penuh ke cemasan menghampiri Ratu dan mengajaknya untuk segera pergi dari sana.
"Ratu ayo ikut aku" ucap tuan Randi sambil menarik lengan Ratu tiba tiba,
"Tunggu tuan.... Ada apa ini?, kenapa tiba tiba anda seperti ini?" Ucap Ratu bertanya tanya,
"Sudah ikut saja nanti aku akan menjelaskannya" jawab tuan Randi dan dia membawa Ratu keluar dari restoran.
Saat sudah keluar dari restora, ponsel tuan Randi terus berbunyi saat dia melihatnya ternyata itu panggilan dari ibu Selin yang tak lain adalah ibunya sendiri, tuan Randi semakin panik tak karuan, dia terus saja mematikan panggilan dari sang ibu namun ibunya itu terus saja menelpon pada ponselnya terpaksa karena menunggu kedatangan sekretaris Han yang tak kunjung datang juga, akhirnya tuan Randi terpaksa harus meninggalkan Ratu di sana seorang diri.
"Ratu.. aku minta maaf aku harus pergi dan kau tidak boleh kembali ke rumahku sampai aku mengijinkannya" ucap tuan Randi membuat Ratu keheranan,
"Apa maksudmu tuan?" Tanya Ratu mengerutkan dahinya,
"Ceritanya panjang, pokoknya kamu tunggu sekretaris Han di sini, dan janga ke mana mana oke, aku harus pergi sekarang" ujar tuan Randi dan dia pergi meninggalkan Ratu begitu saja,
__ADS_1
"Eh...eh.. tuan tuan tunggu, kau mau kemana kenapa meninggalkanku begini... Tuan" teriak Ratu sambil mengejar tuan Randi yang sudah melajukan mobilnya pergi menjauh dari parkiran restoran.
Ratu berdecak kesal dan dia benar benar tidak mengerti dengan apa yang di lakukan oleh tuan Randi padanya baru saja tuan Randi membuat jantungnya berdebar dan merasa diperlakukan dengan sangat manis dan lembut tapi kini tiba tiba saja dia diperlakukan seperti ini dan ditinggalkan seorang diri tanpa arah dan tujuan.
"Aishh... Menyebalkan sekali, kalau tau akan seperti ini, aku tidak akan memakai high heels dan gaun merepotkan ini" gerutu Ratu dengan kesal.
Di dalam perjalanan tuan Randi kembali menelpon sekretaris Han dan memerintahkannya untuk menjemput Ratu di depan restoran tersebut, sekretaris Han yang saat itu juga tengah menyetir menuju restoran dia segera menuruti perintah tuan Randi meski di dalam lubuk hatinya dia sangat tidak mau menjemput Ratu.
"Hisss... aku juga yang harus menjemput wanita menyebalkan itu, kalau bukan demi tuan Randi aku tidak mau" gerutu sekretaris Han saat selesai memutuskan panggilan dengan tuan Randi.
Beberapa saat sekretaris Han sampai di depan restoran dia melihat Ratu yang berjongkok dengan memakai gaun begitu anggun dan cantik, sekretaris Han datang menghampiri Ratu dan menyapanya.
"Ekhmm...., Heh... Cepat bangun" ucap sekretaris Han dengan gayanya yang sombong,
Ratu menengadahkan kepalanya dan dia melihat sekretaris Han sudah berdiri tegak dengan kedua tangan yang dia lipatkan di dada sambil menatap sinis ke arah Ratu.
"Heh kenapa kau malah menatapku begitu, cepat berdiri!" Bentak sekretaris Han.
"Eh.. eh.. eh.. mau apa kau duduk di bangku belakang, memangnya aku ini supir pribadimu?, Enak saja, duduk di sampingku!" Ucap sekretaris Han dan dituruti oleh Ratu.
"Ishh... Pria menyebalkan ini benar benar tidak tau situasi aku ingin menjambak rambutnya itu, sabar Ratu sabar jangan sampai dia juga meninggalkanmu di sini" gumam Ratu menahan emosi di dalam hatinya.
Ratu berputar dan berpindah ke bangku depan, duduk di samping sekretaris Han, dan sekretaris Han mulai melajukan mobilnya meninggalkan restoran tersebut, saat di perjalanan sekretaris Han bingung mau membawa Ratu ke mana, saat dia mencoba untuk menelpon tuan Randi namun ponselnya tidak dapat dihubungi, sekretaris Han mendengus kesal dan menggerutu frustasi.
"Aishh... Kemana tuan Randi, kenapa sulit sekali dihubungi, pasti ini ulah nenek lampir itu, sekarang kemana aku harus membawamu" ucap sekretaris Han sambil mengacak rambutnya kasar,
"Heh.. kau, apa kau tidak ada tempat yang bisa kau huni sementara waktu, tidak mungkin aku harus membawamu ke apartemen" tanya sekretaris Han pada Ratu,
"Antar aku ke rumahku saja" jawab Ratu dengan wajah yang datar tak berekspresi,
"Eughh... Aku sangat membencimu tapi aku tidak tega menelantarkan wanita, bersyukurlah tuhan menciptakanmu dalam tubuh wanita" ujar sekretaris Han sambil beberapa kali memijat keningnya sendiri,
Ratu sudah tidak sanggup lagi menahan emosi dalam dirinya apalagi mendapatkan ucapan seperti tadi dari sekretaris Han, dia sudah tidak sanggup lagi mendengarkan ocehan sekretaris Han yang hanya menyakiti hatinya.
__ADS_1
"Sekretaris Han bisakah kau diam, aku tau kau membenciku tapi bisakah sekali saja kau tau akan situasi?" Ucap Ratu dengan mata yang berkaca kaca,
"Apa... Kau mau meminta belas kasihan dariku, kau tidak akan pernah mendapatkannya" jawab sekretaris Han tidak mau kalah.
Ratu lagi lagi hanya bisa membuang nafas kasar hingga dia memutuskan untuk turun dari mobil yang dikemudikan oleh sekretaris Han.
"Harusnya kau itu bersyukur aku masih mau mengantarkan mu" ucap sekretaris Han membuat Ratu naik pitam.
"Berhenti!" Tegas Ratu,
"Apa apaan kau, aku tidak mungkin menghentikan mobil dan menurunkanmu di tengah jalan begini" balas sekretaris Han mulai panik,
"Kenapa tidak mungkin, aku tau kau mau mengantarku hanya karena perintah dari tuan Randi kan, kau tenang saja sekretaris Han saya tidak akan mengadu apapun padanya nanti, jadi tolong hentikan mobilnya sekarang juga, atau saya akan loncat dari sini!" Ancam Ratu sambil menatap tajam ke arah sekretaris Han.
Mendengar ancaman dari Ratu, sekretaris Han semakin panik dia melihat mata Ratu yang sudah merah dan berkaca kaca ditambah tangannya dengan kuat mengepal dan memegang gagang pintu mobil seakan siap membuka pintu mobil untuk melompat kapan saja, karena takut dan cemas sekretaris Han memutuskan untuk mengikuti keinginan Ratu dan segera menghentikan mobil itu.
"Oke oke.. aku akan menghentikan mobilnya" jawab sekretaris Han sambil menyampingkan mobil,
Saat sudah benar benar berhenti tanpa basa basi lagi Ratu langsung keluar turun dari mobil dan dia membanting pintu mobil dengan keras hingga membuat sekretaris Han yang berada di dalam hampir meloncat saking kagetnya.
"Brukk..." Suara bantingan pintu mobil,
"Eh..ayam..kodok..kodok..., Aishh.. heh dasar kau kalau marah pada tuan Randi jangan merusak pintu mobilku!" Teriak sekretaris Han yang latah dan memarahi Ratu dari balik kaca mobil yang dia turunkan.
Ratu sangat kesal dan dia langsung berteriak mengusir sekretaris Han sambil melemparkan sebelah high heels yang dia kenakan.
"Arhhkkk... Pergi kau sekarang juga atau aku akan memukulmu!, Teriak Ratu sangat kesal.
"Pukul saja kalau bisa" jawab sekretaris Han yang memancing emosi Ratu,
Ratu melepaskan sebelah high heels yang dia pakai dan langsung melemparnya ke arah mobil sekretaris Han yang tengah melaju meninggalkan dia.
"Aishh... Dasar kau manusia menyebalkan... Rasakan ini...euhhh" teriak Ratu sambil melemparkan high heels itu sekuat tenaga.
__ADS_1