
Seharian ini Ratu tak mengerjakan banyak hal di kantor dia hanya menemani tuan Randi ke beberapa jamuan makan siang dan rapat di luar ruangan, hingga hari berlalu dengan cepat dan sudah waktunya mereka pulang, sekretaris Han mengantarkan Ratu juga tuan Randi ke kediaman tuan Randi, saat pertama kali melihat bangunan mewah itu Ratu langsung terperangah dan sangat kagum dengan semua kemewahan yang dia lihat di depan mata.
"Wahhh... Apa ini sungguh rumah?, lebih mirip istana dari pada rumah" ucap Ratu saat keluar dari mobil sambil mendorong kopernya,
Sekretaris Han menatap sinis dengan tingkah Ratu yang terlihat kampungan menurutnya.
"Heh apa kau baru pertama kalinya melihat sebuah rumah mewah kampungan sekali!" Ucap sekretaris Han dengan menatap sinis,
"Memangnya kenapa, kau ini selalu saja menatapku sinis dan selalu mengacaukan urusanku" ucap Ratu dengan jengkel,
Tuan Randi segera menyuruh sekretaris Han untuk segera pulang karena dia tau jika Ratu dan sekretaris Han tidak di jauhkan mereka akan terus berdebat tiada henti, tuan Randi pun mengajak Ratu untuk masuk ke dalam rumahnya namun saat Ratu masuk dia sama sekali tidak melihat seorang pelayan ataupun yang lainnya rumah itu terlalu sepi, dan Ratu segera menanyakan hal yang mengganjal dan membuatnya penasaran.
"Tuan... Kenapa rumah ini sepi sekali apa kau hanya tinggal seorang diri di dalam rumah se mewah ini?" Tanya Ratu sedikit gugup,
"Tentu saja tidak, biasanya ada beberapa pelayan yang membersihkan rumah dan menyajikan makanan untuk sarapan saja setelah pekerjaannya selesai mereka akan pulang karena aku tidak menyiapkan kamar untuk pelayan" jawab Randi sambil menaruh tas kerjanya di meja,
"Lalu makan malam?, Dan semua kebutuhanmu selama ini siapa yang menyiapkannya?" Tanya Ratu lagi,
"Tentu saja sekretaris Han dia selalu bisa diandalkan, aku lebih mempercayainya di banding siapapun" jawab tuan Randi sambil mengambil minuman di dalam lemari es.
Ratu hanya mengangguk mengerti, dia sekarang paham kenapa sekretaris Han sangat membencinya ketika berada dekat dengan tuan Randi mungkin itu hanyalah bentuk penjagaannya agar tuan Randi selalu aman.
__ADS_1
Tuan Randi menunjukkan di mana letak kamar Ratu dan dia juga memberi tau Ratu bahwa dia harus menggantikan tugas sekretaris Han selama di rumah sedangkan mulai sekarang sekretaris Han hanya akan mengurus masalah jadwal dan perusahaan selebihnya akan menjadi tugas Ratu, Ratu yang masih tidak tau apa saja yang akan dia kerjakan untuk Randi dia langsung saja menyetujui tanpa pikir panjang.
Sedangkan tuan Randi nampak tersenyum senang karena rencananya sudah berhasil dia segera memberikan secarik kertas berisi tugas tugas yang harus Ratu kerjakan sebagai asisten pribadi tuan Randi.
"Itu kamarmu, dan di sana kamarku, lalu ini kau ingat baik baik semua poin yang ada di sana dan kau mulai bekerja mengaplikasikannya saat ini juga" ucap tuan Randi,
Ratu segera mengambil secarik kertas itu dan dia membacanya satu persatu dengan teliti, dari setiap poin itu Ratu kaget dan membelalakkan matanya sempurna.
"Tuan apa kau yakin aku yang harus mengurus semuanya?" Tanya Ratu memastikan,
"Memangnya yang menjadi asistenku siapa lagi!" Jawab tuan Randi dengan tegas.
Saat pergi ke dapur dan mencari bahan makanan yang bisa di masak sayangnya di dalam lemari es tidak ada apapun selain air putih dingin dan beberapa mie instan juga sosis, Ratu mendengus kesal dan mengeluh karena perutnya sudah sangat lapar namun sungguh tidak ada apapun yang bisa dia masak selain mie instan yang tidak sehat itu.
"Kalau begini bagaimana aku bisa masak, aku bisa saja memakan mie ini tapi bagaimana dengan tuan Randi apa dia mau memakan makanan yang tidak sehat begini di malam hari?" Gumam Ratu yang merasa bingung.
Ratu yang berpikir tuan Randi tidak akan mau memakan mie instan akhirnya dia pun hanya memasak satu bungkus mie instan saja untuk dirinya sendiri. Beberapa menit menunggu mie matang akhirnya sudah siap untuk dimakan Ratu segera memindahkan mie itu ke mangkuk dan dia membawanya ke meja makan, saat hendak menikmati mie instan, Ratu lupa dia belum membawa air untuk minum, Ratu pun kembali ke dapur berniat mengambil segelas air putih, namun saat dia kembali mie instan buatannya sedang di makan oleh tuan Randi dengan lahap.
"Mie.. ku... Huuhh, padahal aku lapar sekali" ucap Ratu lesu dan duduk dengan kesal.
Tuan Randi yang tidak menyadari itu malah terus meneruskan makannya hingga mie itu ludes tak tersisa.
__ADS_1
"Ahh... Kenyang sekali, terimakasih Ratu mie nya enak" ucap tuan Randi sambil mengambil segelas air dingin di tangan Ratu,
Jelas Ratu semakin kesal dia sudah menahan emosinya sedari tadi hingga sekarang sudah meluap dan tak bisa di tahan oleh dirinya sendiri.
"Sudah cukup, kau ini seorang CEO tapi bisa bisanya memakan makanan orang lain seenaknya kau juga meminum air ku, menyebalkan!" Ucap Ratu membentak dan dia pergi meninggalkan Randi begitu saja.
Tuan Randi hanya menatap heran dan menaikan kedua alisnya dengan kebingungan, dia tidak mengerti mengapa Ratu tiba tiba marah padanya, karena biasanya Ratu tidak pernah semarah itu sebelumnya.
Tuan Randi berlari menyusul Ratu namun terlambat karena Ratu langsung menutup pintu kamarnya dengan cepat dan menguncinya kuat.
"Tunggu Ratu kau ini kenapa?, Tiba tiba marah seperti itu aku salah apa?" Tanya tuan Randi di balik pintu,
"Aku tidak marah kembali saja ke kamarmu, saya akan melaksanakan tugas saya besok" jawab Ratu dengan kesal.
Randi masih sedikit ragu kalau Ratu benar benar tidak marah sebab dia melihat dengan jelas dengan kedua bola matanya bahwa tadi tatapan Ratu padanya jelas sangat marah dan dia bahkan meninggikan suaranya, namun karena enggan berpikiran negatif tuan Randi pun menuruti ucapan Ratu dia kembali ke kamar meski dengan perasaan yang tak karuan dan masih kebingungan, Randi sudah berusaha untuk tertidur dan melupakan kejadian tadi namun otaknya seakan memaksa dia untuk terus memikirkannya, karena terus cemas dan kepikiran tuan Randi memutuskan menanyakan hal itu pada sekretaris Han lewat telpon.
Tuan Randi menceritakan semua kejadian yang dia lakukan sampai akhirnya Ratu marah dan membentak dirinya, sekretaris Han yang mendengar itu refleks tertawa terbahak bahak.
"Ahaha... Tuan tuan, kau ini benar benar polos tentu saja dia marah karena mie nya kau makan sampai habis pasti dia sangat lapar sekarang haha...biarkan saja biar dia tau rasa, biar dia diberi pelajaran haha" ucap sekretaris Han sambil terus menertawakan.
Randi yang baru paham dia langsung mematikan panggilan telpon tersebut dan segera kembali ke kamar Ratu untuk meminta maaf.
__ADS_1