PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
KHAWATIR


__ADS_3

lama ratu berdiri sambil sesekali melihat jam ditangannya, sampai kaki ratu merasa pegal karena kelamaan berdiri,dan randi juga sekretaris han masih sibuk berkutik dengan laptop juga berkas berkas kantornya, ratu sebenarnya ingin sekali meminta izin untuk duduk atau pergi dari ruangan itu, tapi dia tidak berani karena melihat randi sedang sangat sibuk akhirnya ratu hanya diam dan terus berdiri di posisinya, sudah hampir 2 jam lebih ratu masih tetap berdiri hingga dia mulai merasakan kakinya begitu pegal dan lemas, diapun tak sanggup lagi untuk berdiri dan akhirnya terjatuh sampai pingsan.


randi dan sekretaris han yang melihat ratu terjatuh sampai pingsan begitu saja, langsung berlari panik menghampirinya.


heyy..gadis gila..lo kenapa hah?


bangun ga....ratu bangun...(teriak randi sambil menepuk nepuk pipi ratu)


karena melihat ratu yang juga tak sadarkan diri akhirnya randi pun menggendongnya sampai masuk ke dalam mobil bersama sekretaris han, karena randi tidak tau dimana rumah ratu diapun memutuskan untuk membawa ratu ke rumah utamanya.


diperjalanan nampak randi begitu mencemaskan ratu, hingga membuat sekretaris han bingung melihat tingkah bos besarnya yang tidak seperti biasanya.


tuan muda kayanya suka kali ya sama ratu, aneh baru kali ini aku liat tuan randi sebegitu perdulinya dengan perempuan bahkan dia selalu mempersulit urusan ratu, padahalkan selama ini tuan randi sangat cuek dan tidak perduli dengan orang disekitarnya (gumam sekretaris han)


beberapa saat di perjalanan merekapun sampai di mension rumah utama randi atmaja.

__ADS_1


tanpa ragu randi segera turun dari mobil sambil menggendong tasya sementara sekretaris han mengikuti dari belakang, banyak para pelayan yang berjajar rapih dengan memberikan hormat dan mereka nampak kebingungan melihat tuan mudanya pulang larut dengan menggendong seorang perempuan ditambah wajahnya yang begitu cemas.


randi membawa ratu masuk ke dalam kamar tamu yang ada di lantai dasar, lalu membaringkannya di ranjang dan dia langsung keluar berteriak memanggil kepala pelayan yang bernama pak dodi.


dodi...dod....(teriak randi)


iya tuan ada yang bisa saya bantu (ucap dodi dengan wajah yang menunduk karena takut)


kamu lama banget sih, cepat panggilakan dokter pribadi keluarga atmaja, dan suruh dia kemari sekarang juga, cepat....(bentak randi)


dokter lo lama banget sih, lo mau gue pecat apa, cepet pergi periksa ratu di kamar tamu, han cepat antar dia (ucap randi sambil membentak )


eh..eh..eh, ada apa nih malem malem gini bukannya siap siap makan malah berisik sih ran (ucap ibu sisil yang tiba tiba datang dari arah dapur)


bu...ratu bu, dia pingsan, aku takut dia kenapa napa (ucap randi sambil mengacak ngacak rambutnya)

__ADS_1


udahlah ran kamu ini tenang dulu diakan cuman pingsan paling cuman kecapean aja (ucap ibu sisil menenangkan)


randiiiii.....ada apaan sih kamu ini yah bisanya buat onar aja di sini, oma baru aja mau tidur sudah kamu ganggu euhhhh (ucap oma sambil menjewer telinga kiri randi)


adudududuhhhh...oma sakit, lepasin oma (ringis randi sambil memegangi telinganya yang memerah akibat di jewer oma)


awas ya kalo kamu ganggu tidur oma sama opa lagi, oma putusin tuh kuping, minggir oma mau lewat (ucap oma lalu kembali masuk ke kamarnya diikuti opa dari belakang)


awas ya kamu randi.....(ucap ayah randi mengancam)


yah udah dong jangan ikut ikutan marahin randi, diakan cuman panik, kaya kamu gak gitu aja pas liat ibu sakit (ucap ibu sisil)


iya deh iya iya....kamu menang bu, ya sudah ayah mau ke kamar dulu ya, dan kamu randi jangan lupa makan dulu sebelum tidur byeee (ucap ayah randi)


hmmm...iya yah (ucap randi)

__ADS_1


ibu sisil masih tetap setia menunggu dokter selesai memeriksa ratu bersama randi, mereka duduk di sofa depan, sampai dokter keluar dan mengatakan masalah keadaan ratu.


__ADS_2