
Steven terus tersenyum karena dia berhasil menggoda Zidan di pagi pagi buta, dia juga begitu bersemangat untuk memulai kembali usahanya meski dia harus memulai lagi dari awal, Steven memang belum sembuh pulih tapi dia memaksakan diri untuk mulai mengurusi perusahaan karena semakin cepat dia memulai maka akan semakin cepat dia bangkit.
Sampai di lantai atas dan saat masuk ke dalam ruangannya Ratu sudah duduk di depan meja kerja Zidan dan tersenyum menatapnya, Zidan langsung duduk di bangku CEO kebesarannya, sedangkan Steven duduk di Sofa menunggu urusan Ratu dengan Zidan selesai.
"Kenapa kau kemari, kamu bisa langsung mulai bekerja dan ruangan itu masih milik mu, belum ada yang memakainya sama sekali" ucap Zidan sambil membereskan mejanya,
"Baiklah, aku pikir aku harus melapor dulu padamu pak, kalau begitu hubungi aku jika anda butuh bantuan, permisi" ucap Ratu kembali menggoda Zidan dan di pergi ke ruangannya.
Saat Ratu sudah keluar dari sana nampak Zidan menghembuskan nafas lega karena sebelumnya dia merasa sangat gugup, perasaan sukanya pada Ratu masih sulit untuk dia kendalikan apalagi ketika Ratu terus bersikap manis seperti itu padanya.
"Aahhh....jika dia terus bersikap semanis itu aku tidak yakin kapan aku akan bertahan" ucap Zidan sambil duduk menyandarkan tubuhnya ke belakang,
Steven tertawa kecil lalu menghampiri Zidan dan mereka mulai berdiskusi mengenai kerja sama mereka dan proyek pertama yang akan di jalankan oleh Steven sudah di setujui oleh Zidan saat itu juga.
Akhirnya karena sudah mendapatkan satu dukungan dari Zidan Steven pun segera keluar dan hendak kembali ke perusahaannya, banyak hal yang harus dia lakukan juga datang ke kantor polisi mengisi data pelaporan Astrid dan dia juga ingin menemui Astrid sebentar.
Zidan sudah lepas tangan dan dia sudah cukup membantu Steven dengan memberinya suntikan dana agar Steven memiliki modal untuk membangun kembali usahanya selebihnya Zidan melepaskan Steven agar dia berusaha sendiri dalam membangun usahanya agar nanti dia dapat menjaga perusahaan itu jauh lebih baik.
Di sisi lain Oma Rika sudah menyiapkan makan siang untuk Zidan dan berniat untuk mengirimkan secara langsung ke tempat kerja putranya tersebut, saat jam makan siang tiba Oma Rika langsung pergi diantar supir pribadinya, sesampainya di sana saat Oma Rika hendak masuk ke dalam ruangan Zidan tak sengaja Oma Rika melihat Ratu yang tengah duduk di sebuah ruangan kaca tepat di samping ruangan Zidan.
"Bukankah itu Ratu?, Kenapa dia ada di sini?" Gerutu Oma Rika dan segera menghampirinya karena sangat penasaran.
Oma Rika mengetuk pintu ruangan Ratu terlebih dahulu lalu ia segera masuk ke dalam setelah Ratu menyahut, Ratu pikir itu hanyalah ketukan pintu dari salah satu karyawan makanya dia hanya menyahut tanpa melihat langsung siapa yang mengetuk pintu sebenarnya.
Oma Rika hanya tersenyum karena memahami jika Ratu tengah sibuk makanya tidak sempat melihat dahulu.
"Ratu ini Oma kamu tega sekali tidak mau menatap Oma yah" ucap Oma Rika dengan memasang wajah memelas,
Ratu kaget saat melihat itu Oma Rika dan dia langsung bangkit berdiri lalu menghampiri Oma Rika dengan terburu buru lalu meminta maaf kepada Oma Rika.
"Ahh...Oma..maaf...maaf Oma Ratu tidak tau jika itu Oma ayo Oma silahkan duduk maaf karena ruangan ini tidak sebagus ruangan putra Oma" ucap Ratu merasa sedikit tidak enak,
Oma Rika hanya menanggapinya dengan senyuman sambil duduk di sofa kecil yang ada di sana lalu menaruh sejenak box berisi makan siang untuk Zidan.
"Oma ada apa Oma kemari?, Apa ada yang bisa Ratu bantuan?" Tanya Ratu dengan lembut,
Saat mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Ratu tiba tiba saja sebuah ide cemerlang hadir dalam pikiran Oma Rika begitu saja yang seakan mendukung dirinya untuk menyatukan Ratu dengan Zidan.
"Ahh....aku punya ide sebaiknya Ratu saja yang mengantarkan makanan ini untuk Zidan itu akan membuat mereka lebih dekat" gumam Oma Rika memikirkan.
"Oma....apa Oma baik baik saja, kenapa Oma diam saja?" Tanya Ratu sedikit cemas karena melihat Oma Rika malah termenung,
Oma Rika segera tersadar dan dia mulai melancarkan aksinya.
"Tidak....Oma baik baik saja hanya ini Oma mau minta tolong kepadamu, berikan makan siang ini pada Zidan Oma masih ada pekerjaan di rumah dan harus segera kembali, kamu bisa membantu Oma kan, tolong perhatikan makannya Zidan dia itu selalu mengesampingkan kesehatannya, Oma hanya mempercayaimu Ratu" ucap Oma Rika memohon dengan wajah yang memelas,
Ratu menarik nafas panjang dia sebenarnya sulit untuk melakukan itu namun karena itu permintaan dari Oma Rika mana mungkin Ratu menolak ya akhirnya dia pun terpaksa menerima nya dan menyetujui untuk membantu Oma Rika memberikan box makan siang tersebut kepada Zidan.
"Baiklah Oma, biar Ratu saja yang memberikan ini pada Zidan, Oma tenang saja selama ada Ratu Zidan tidak akan kekurangan makanan, Oma bisa mengandalkan Ratu, mari Ratu antar Oma kembali" ucap Ratu memapah Oma Rika dengan lembut.
Awalnya Ratu menawarkan Oma Rika siapa tau dia ingin menemui putranya dahulu namun Oma Rika menolak dengan alasan tidak mau mengganggu Zidan saat bekerja dan ingin segera pulang untuk beristirahat.
"Oma apa Oma tidak mau menemui Zidan dahulu, dia pasti sangat senang Oma datang" ucap Ratu menawarkan,
"Ahh....tidak Oma sudah sangat lelah, dan banyak yang harus Oma kerjakan dirumah Oma mau pulang saja" jawab Oma Rika.
__ADS_1
Ratu pun mengangguk dan tidak menaruh kecurigaan sedikitpun, Ratu mengantar Oma Rika hingga mobil yang ditumpangi olehnya tak terlihat di pandang mata.
Setelah memastikan Oma Rika sudah pergi barulah Ratu kembali masuk ke dalam gedung perusahaan dan dia mengambil box makanan yang di tinggalkan oleh Oma Rika sebelumnya lalu mengetuk pintu ruangan Zidan.
"Tok....tok...tok...." Suara ketukan pintu,
"Masuk" sahut Zidan dari dalam dan Ratu segera masuk dengan perlahan.
Ratu masuk dan memberikan box makanan itu kepada Zidan.
"Pak ini ada titipan dari Oma, Oma bilang agar anda memperhatikan pola makan dengan baik dan jangan lupa habiskan bekal makanannya" ucap Ratu sambil tersenyum,
Saat Ratu hendak berbalik kembali dan pergi dari ruangan itu, Zidan menahannya dan mengajak Ratu agar makan siang bersama dengannya di ruangan itu dan menyantap bekal makanan yang diberikan Oma Rika sebelumnya.
"Tunggu, Ratu kenapa kamu tidak makan siang bersama denganku saja, bekal makanan ini begitu banyak mungkin aku tidak akan menghabiskannya seorang diri" ucap Zidan mengajak Ratu.
Mendengar itu tentu saja dengan senang hati Ratu menerimanya lagi pula dengan begitu dia bisa mengirit pengeluaran dan uang makannya.
"Ahh...benarkah?, Kalau begitu baiklah saya akan dengan senang hati membantu anda menghabiskan makanan ini, mari pak saya bantu sajikan makanannya" ucap Ratu begitu senang.
Mereka pun duduk bersama menikmati makan siang di ruangan Zidan, Ratu begitu menikmati makanan tersebut dan dia makan dengan lahat, Zidan tersenyum lebar mihat Ratu yang makan tanpa gengsi sedikitpun dihadapannya padahal kebanyakan wanita lain selalu makan dengan lembut juga menjaga image nya ketika dihadapan bos atau pun dihadapan seorang pria.
Namun berbeda dengan Ratu dia justru makan dengan seenaknya dan memasukkan semua makanan ke dalam mulutnya hingga penuh, tapi justru Zidan merasa bahwa Ratu tetap cantik juga menggemaskan berbeda dengan ketika dia melihat wanita lain saat makan meski makannya dengan cantik dan rapih tetap saja dia merasa muak.
"Ratu makan dengan perlahan tidak akan ada yang mencuri makananmu, kau ini makan saja sampai belepontan apa kau anak usia lima tahun?" Ucap Zidan sambil membersihkan sisa makanan di ujung bibir Ratu menggunakan tisyu.
Ratu membelalakkan matanya karena kaget dan dia seketika diam membisu juga sulit bergerak karena Zidan tiba tiba saja melakukan hal romantis seperti itu kepadanya, untunglah di ruangan itu hanya ada mereka berdua sehingga tidak menyebabkan kesalah pahaman bagi siapapun.
"Ahh...tidak papa aku bisa membersihkannya sendiri pak" ucap Ratu langsung sadar dan mengambil tisyu tersebut dari tangan Zidan.
"Ahh....apa yang Zidan bicarakan kenapa tiba tiba semanis ini" gumam Ratu merasa mulai aneh,
"Ratu apa kamu sakit, kenapa pipimu merah?" Tanya Zidan sambil.hendak memegang Zidan Ratu.
Untunglah saat itu Ratu sempat menghindar dan langsung berlari pergi menghindari Zidan berbuat yang lebih memalukan lagi baginya.
"A..aku..baik baik saja, pak sebentar lagi jam masuk saya harus kembali, terimakasih makanannya" ucap Ratu sambil berjalan cepat kuat dari ruangan itu.
Ratu berjalan terburu buru masuk ke dalam ruangannya dan dia berdiri di depan pintu sambil menyandarkan tubuhnya ke belakang pintu dan mengusap dadanya beberapa kali sambil menormalkan deru nafas di dadanya.
"Hah....hah....hah....tidak tidak...sadar Ratu sadar....kamu tidak boleh salah tingkah begini di depan Zidan ahhh bagaimana aku menghadapinya nanti" gerutu Ratu yang kebingungan sendiri.
Ratu duduk di kursi kebesarannya dan dia berusaha membuang semua rasa canggung yang dia rasakan saat bersama Zidan sebelumnya sampai akhirnya Ratu bisa kembali tenang dan mulai melanjutkan pekerjaannya.
Untuk hari ini semua pekerjaannya berjalan dengan lancar kecuali saat makan siang tadi yang membuat Ratu masih merasa malu saat berhadapan dengan Zidan, saat jam pulang tiba Ratu bahkan tidak berpamitan pada Zidan dan dia langsung pulang begitu saja karena jam kerjanya sudah habis.
Saat sudah sampai di lantai dasar Ratu benar benar .erasa ada yang kurang dan merasa tidak enak karena dia pergi begitu saja tanpa berpamitan pada Zidan, namun jika dia berpamitan itu akan terasa aneh dan canggung dia tidak mau terperangkap dalam suasana canggung lagi dengan Zidan alhasil Ratu memiliki sebuah ide untuk menuliskan pamitannya pada secuir kertas.
Alhasil Ratu harus kembali naik ke lantai atas dan menempelkan secuir kertas berisi tulisan dia yang menyampaikan pamitannya pada Zidan, setelah melakukan itu barulah Ratu merasa tenang dan bisa pulang tanpa beban dengan bahagia.
"Ahhh akhirnya aku bisa pulang tanpa merasa cemas dan bisa tenang, bahagia sekali bisa kembali bekerja di perusahaan itu, semua rekan kerja di sana adalah orang baik aku tidak salah memutuskan kembali bekerja di sana" ucap Ratu sambil berjalan di pinggiran jalan menunggu gojek pesanannya tiba.
Saat tengah berjalan dia tidak sengaja melihat sekretaris Han yang tengah berdiri di depan mobilnya dengan kap depan yang terbuka.
Ratu menatap sekretaris Han dengan lebih dekat karena penasaran dan untuk memastikan apakah yang dia lihat benar sekretaris Han atau bukan.
__ADS_1
"Sekretaris Han apa itu kau?" Teriak Ratu bertanya hingga membuat sekretaris Han langsung berbalik,
"Hah....kenapa kau tiba tiba ada di sini?" Tanya balik sekretaris Han,
Saat melihat wajahnya dengan jelas Ratu sudah yakin jika itu adalah sekretaris Han meski di sana cukup gelan namun cara bicara sekretaris Han sudah bisa memastikan bahwa itu memang seorang sekretaris Han yang membenci Ratu.
"Seharusnya aku yang bertanya kenapa kau berdiri di depan kap mobil yang terbuka" jawab Ratu,
"Mobiki mogok kenapa kau mau menertawakan ku?" Balas sekretaris Han dengan sewot.
Ratu berjalan semakin mendekatinya lalu langsung memeriksa mobil tersebut dan dia mengotak ngatiknya tanpa aba aba.
Itu membuat sekretaris Han heran, kaget dan kebingungan dia sudah berbicara dan berteriak kepada Ratu agar tidak mengotak ngatik mobilnya secara sembarangan.
" Eh....eh ..apa yang kau lakukan dengan mobilku?" Ucap sekretaris Han sambil menahan lengan Ratu,
"Lepaskan sekretaris Han, aku sedang membantumu apa kau tidak lihat" jawab Ratu yang masih keras kepala ingin terus mencoba memperbaiki,
"Heh ...silahkan saja jika kau benar bisa memperbaikinya tapi memangnya kau bisa?, Yang ada mobilku semakin rusak, sudah kau pergi saja sana menggangguku saja" ujar sekretaris Han malah mengusir Ratu.
Ratu sama sekali tidak mendengarkan ocehan sekretaris Han dia masih tetap fokus memperbaiki mobil tersebut dan menyuruh sekretaris Han untuk mencobanya.
"Sudah kau berisik sekali, sana coba pasti sudah bisa menyala" ucap Ratu menghentikan ocehan sekretaris Han yang tidak ada habisnya,
Sekretaris Han menyepelekan Ratu dan dia menolak untuk mencoba menyalakan mesin mobil tersebut karena dia tidak percaya Ratu benar benar bisa memperbaiki mobil yang mogok dalam waktu cukup cepat.
"Haha...tidak aku tidak mau, lagi pula jika aku mencobanya itu tetap akan sia sia mana mungkin kau sungguhan memperbaikinya" ucap sekretaris Han menyepelekan.
"Aishh...kenapa kau keras kepala sekali sih, cepat coba sekarang juga kalau tidak mencobanya bagaimana kau akan tahu" bentak Ratu dengan berdecak kesal.
"Ahh iya iya aku coba sekarang" jawab sekretaris Han karena penasaran.
Saat sekretaris Han mulai menginjak gas ternyata mobil itu benar benar menyala, Ratu berhasil memperbaikinya dan sekretaris Han terperanga, dia sangat kaget ternyata Ratu benar benar bisa memperbaiki mobilnya.
"Hah....bagaimana mungkin dia sungguh menyalakan mobil ini, tidak ini pasti kebetulan" gerutu sekretaris Han pelan,
Ratu berjalan menghampirinya dan langsung berbicara dengan sinis pada sekretaris Han.
"Ekhmmm...bagaimana sekretaris Han sekarang kamu percaya kan kalau aku memang berbakat memperbaiki mobil mogok, huuuh....seenaknya menyepelekan orang dasar kau" ucap Ratu dengan gemas.
Saat Ratu berbalik ternyata gojek nya sudah sampai dan Ratu langsung naik lalu pergi dari sana meski sekretaris Han berteriak memanggilnya.
"Heh....tunggu Ratu....Ratu...mau kemana kau, aishh....dia malah pergi begitu saja" gerutu sekretaris Han berdecak kesal.
Sekretaris Han pun melanjutkan perjalanannya menuju apartemen tempat tinggalnya sedangkan Ratu yang masih merasa kesal dan belum puas membuat sekretaris Han mengakui kecerdasannya dia terus uring uringan dan bicara sendiri merutuki sekretaris Han hingga puas sampai dia tiba di kediamannya.
Ratu masuk ke dalam rumah dan bertemu Mala yang sudah siap menanti makanan yang dipintanya saat pagi pagi kepada Ratu, sayangnya Ratu lupa untuk membeli makanan itu karena dia malah bertemu sekretaris Han dan membantunya menyalakan mobil yang mogok.
Alhasil saat Mala menanyakan makanan itu, Ratu hanya bisa tersenyum kecil dengan bingung harus menjawab apa pada Mala.
"Kak.... Akhirnya kakak pulang juga, makanannya mana aku sudah lapar?" Tanya Mala sambil mengulurkan tangannya,
"Aa...anu...itu, maaf Mala kakak lupa untuk membelinya karena tadi di jalan malah bertemu sekretaris Han dan kakak membantu dia menyalakan mobilnya yang mogok, ini kamu lihat tangan kakak belepotan seperti ini karena membantunya tadi jadi kakak lupa membeli makanan, maaf yah" ucap Ratu menjelaskan dan meminta maaf,
Mala tertunduk lesu tapi dia juga tidak bisa merajuk pada kakaknya hanya karena sebuah makanan.
__ADS_1
"Yahhh....kakak, tapi sudahlah aku bisa memasak makanan yang ada di lemari es saja" ucap Mala menerima dengan pasrah.