
Saat tuan Randi tersenyum padanya karena mendengar ucapan Ratu tadi barulah Ratu sadar dengan apa yang baru saja dia katakan.
"Ah...apa...apa..a..aku....maksudku...itu...euuu.....pria tampannya idolaku yang sedang aku bayangkan bukan tuan Randi begitu hehe," ucap Ratu gelagapan dan tersenyum garing karena dia malu dan bingung harus bagaimana lagi menghadapi situasi ini.
Apalagi saat melihat tuan Randi tak menanggapi penjelasannya tadi dan dia hanya tersenyum sejenak lalu kembali membuka laptopnya lagi, Ratu pun menghembuskan nafas lega dan menepuk jidatnya pelan.
"Bodoh....bodoh....aishhh bagaimana bisa mulut ini lemes banget arghhhh bagaimana aku menghadapinya sekarang astaga malunyaa," gumam Ratu.
Tanpa Ratu ketahui justru sedari tadi diam diam tuan Randi memperhatikannya dan jelas dia tau apa yang dilakukan oleh Ratu baru saja, dia sungguh tersenyum dan sangat merasa senang saat mendengar ucapan Ratu tadi yang mengatakan bahwa dia tengah melihat pria tampan dihadapannya walaupun Ratu sudah menjelaskannya namun tuan Randi tidak sebodoh itu yang akan percaya dengan penjelasan Ratu yang konyol dan tak masuk akal seperti tadi.
Sangat jelas sekali terlihat oleh mata kepala seorang tuan Randi bahwa Ratu sangat gugup saat itu dan bisa dipastikan kalau Ratu terbata dan gugup seperti itu artinya dia memang mengatakan semua ini untuk tuan Randi dan dia takut ketahuan juga malu.
"Dia benar benar polos, beraninya dia membuatku senang seperti ini," gumam tuan Randi.
Ratu bingung harus bersikap seperti apa dan dia hanya bisa duduk canggung dan tersenyum paksa sesekali saat matanya bertatapan dengan tuan Randi, untuk saat ini hanya itu yang bisa dia lakukan dan dia hanya perlu bertahan sejenak saja dalam suasana yang tidak mengenakan ini lalu dia akan melupakan semuanya esok pagi.
__ADS_1
Kebetulan saja saat itu tuan Randi harus pergi melakukan meeting dengan staf perusahaan nya sehingga Ratu tidak akan terlalu canggung dan bisa sedikit bernafas lega, saat sekretaris Han datang ke ruangan itu untuk menjemput tuan Randi Ratu sungguh sangat bersyukur dan senang rasanya seperti mendapatkan pertolongan dalam hidup, apalagi saat mendengar bahwa tuan Randi akan pergi saat itu juga bersama sekretaris Han dan tuan Randi memerintahkan Ratu agar menunggunya saja di ruantan itu.
"Baik tuan," jawab Ratu mengiyakan apa yang diperintahkan tuan Randi padanya.
Senyum Ratu semakin bebas dan saat kedua orang berwajah formal itu keluar dari ruangan Ratu benar benar merasa lega dan dia pindah duduk ke sofa lalu menyelonjorkan kakinya yang pegal dan menyandarkan punggungnya ke belakang.
"Huaaaa.....rasanya lega sekali ahhhhh terimakasih tuhan," ucap Ratu merasa lega dan bebas.
Lalu Ratu membuka high hils yang membuat kakinya itu sakit dan agak lecet, Ratu bahkan sampai berbicara memarahi sepatunya sendiri bak seperti orang yang konyol.
"Heh...high hils....kenapa sih gue harus pake lo terus kemana mana, lo tuh nyakitin kaki gue tau gak, tuh lo liat sampe lecet gitukan bayangin aja kalau gue harus pake lo setiap haru dan jalan ke jalanan proyek kaya waktu itu ahhhh itu benar benar menyebalkan," ucap Ratu sambil menaruh sepatunya ke bawah begitu saja.
"Seli aku merindukanmu, tapi tak tau harus mencarimu kemana?, apa aku harus ke Bali, tapi aku tak punya uang," ucap Ratu sambil menatap layar ponselnya yang retak parah bahkan bisa di bilang hancur.
"Ahhhhh....ponsel ini benar benar tak akan menyala lagi, bagaimana aku kedepannya tanpa ponsel, menyedihkan," ucap Ratu sambil menunduk lemas.
__ADS_1
Karena lelah dan saat melihat jam di dinding sudah sangat lama tuan Randi dan sekretaris Han meeting namun belum kembali juga akhirnya Ratu pun memutuskan untung membaringkan tubuhnya di sofa dan tak lupa kakinya telanjang karena high hils nya dia lepaskan sedari tadi, cukup lama Ratu terlelap diatas sofa empuk itu sampai dia tak sadar ketika dua orang pria yang dia tunggu kedatangannya sudah berada di dalam ruangan itu tengah menatap dirinya yang tidur terlentang dengan tangan yang menjuntai kebawah satu dan satunya lagi diatas perutnya, melihat itu tuan Randi dan sekretaris Han membulatkan matanya sempurna karena secara tidak langsung mereka melihat body Ratu yang cantik, tuan Randi pun langsung membuka jasnya dan berjalan cepat ke arah Ratu lalu menutupu tubuh Ratu dengan jasnya tadi.
"Han cepat kau kembali ke ruangamu nanti aku akan kirimkan filenya," ucap tuan Randi memerintah.
Sekretaris Han pun langsung bergegas pergi dari ruangan itu sambil menggerutu.
"Wahhh....pemandangan apa tadi, mataku sudah ternodai karena gadis itu awas saja kau Ratu, benar benar," gumam sekretaris Han.
Sedangkan di dalam ruangan tuan Randi terus menatap wajah cantik Ratu yang natural tanpa make up, dan dia nampak tetap.sangat manis walau tengah menutup matanya seperti itu, sampai tiba tiba Ratu membalikan tubuhnya hingga dia jatuh ke terguling ke bawah namun untung saja tuan Randi sigap menangkapnya sampai akhirnya Ratu malah jatuh ke tubuh tuan Randi, saat dia sudah jatuh menimpa tuan Randi Ratu baru mulai tersadar dan mengerjap ngerjapkan matanya sampai membukanya perlahan dan dia menatap wajah tuan Randi yang berada di bawahnya.
"Arhkkkkk......," teriak Ratu yang langsung dibungkap oleh tuan Randi.
Tuan Randi bangkit begitu juga dengan Ratu dan dia melepaskan tangannya yang membekap mulut Ratu tadi.
Tuan Randi bangkit berdiri dan merapihkan kemeja putihnya lalu dia me.akai kembali jasnya.
__ADS_1
"Hah...bagaimana bisa kau berteriak sekencang itu," ucap tuan Randi dengan datar sambil kembali duduk ke kursi kebesarannya.
Sedangkan Ratu masih belum percaya dengan apa yang baru saja terjadi padanya kini suasana malah semakin canggung dan Ratu bersusah payah menelan salivanya juga berusaha menetralkan nafasnya agar bisa tetap bersikap tenang bak tak terjadi sesuatu apapun walau dia sangat penasaran bagaimana bisa semua itu terjadi begitu saja.