
Mala terus berusaha menghempas semua perasaannya itu dan dia kembali ke ruangannya setelah merasa jauh lebih baik, namun sayangnya meski dia sudah berusaha keras menghempas perasaan itu dia tetap memikirkan kejadian tadi bahkan sempat membayangkan kembali di saat Han dengan sigap menopang tubuhnya agar dia tidak jauh ke lantai.
"Aaaahhh...otakku pasti sudah gila, Mala jangan sampai kau menyukai orang sepertinya" gerutu Mala menghempas semua pikiran liarnya.
Pikirannya jadi sulit dia kendalikan semenjak kejadian itu, dan Mala masih tidak bisa bekerja dengan fokus dia terus merasa ada yang aneh dengan perasaannya, tapi dia terus berusaha menolak dan mengerjakan banyak pekerjaan untuk mengesampingkan pikiran dan perasaan anehnya.
Sedangkan sekretaris Han dia segera pergi menuju perusahaan Zidan dan berniat untuk menemui Ratu, saat di perjalanan Han juga sudah menghubungi Ratu dan meminta Ratu untuk turun karena dia sudah menunggu kedatangan Ratu di bawah tepat di depan gedung perusahaan Zidan.
Saat Ratu baru sampai dia langsung masuk ke dalam mobil sekretaris Han dan menanyakan mengenai kepentingan Han padanya.
"Sekretaris Han ada apa kau menghubungiku?" Tanya Ratu dengan penasaran,
"Apa kau baik baik saja?, Kenapa tuan Zidan bisa tiba tiba meninggalkan perusahaan ini" tanya sekretaris Han balik,
"Sejak kapan kau mulai memperdulikan aku?, Dan masalah Zidan aku tidak tahu apapun kau tidak akan mendapatkan informasi apapun dariku" ujar Ratu dan dia hendak kembali keluar dari mobil sekretaris Han.
Untungnya Han dengan cepat mengunci pintu mobilnya sehingga Ratu tidak bisa kabur kemana mana, lalu dia melajukan mobil dengan cepat menuju sebuah tempat yang lebih baik untuk membicarakan hal tersebut.
"Sekretaris Han apa yang kau lakukan, kenapa kau tidak membiarkanku pergi" bentak Ratu dengan kesal,
"Ratu bekerja samalah denganku, aku hanya ingin memastikan keadaanmu karena ini perintah tuan Randi seharusnya kau tahu itu" jawab sekretaris Han dengan tatapan lurus ke depan.
Ratu berhenti berontak karena dia paham tidak bisa melakukan apapun jika ini sudah perintah dari tuan Randi dan dia juga hanya bisa bekerja sama dengan Han untuk sementara.
Lama Ratu terdiam dan dia merenungkan dirinya selama di dalam mobil sedangkan sekretaris Han diam diam memperhatikan Ratu, Han menghembuskan nafas berat karena dia bisa melihat betapa buruknya Ratu ketika kehilangan Zidan bahkan melihat wajah Ratu yang langsung berubah murung Han merasa Ratu seperti memiliki perasaan pada Zidan.
"Apa mereka sedekat itu sampai Ratu yang cerewet bisa se murung ini karena kepergiannya?" Gumam sekretaris Han sambil mengemudi.
Ratu menundukkan kepalanya hingga mereka sampai di sebuah restoran yang cukup besar, pertama sekretaris Han sengaja membiarkan Ratu memesan makanan terlebih dahulu karena dia tidak mau langsung menanyakan banyak hal kepada Ratu.
__ADS_1
"Apa yang mau kau makan?" Tanya sekretaris Han pada Ratu,
"Han aku tidak ada waktu untuk meladenimu cepat katakan apa yang ingin kau tahu dariku jangan berpura pura baik padaku" bentak Ratu yang sudah sangat kesal.
Sekretaris Han menaruh buku menu dan dia meminta pelayan di sana untuk pergi dia hanya memesan dua minuman saja, setelah itu sekretaris Han pun menghela nafas sesaat baru dia berbicara pada Ratu mengenai tuan Randi.
"Ratu sebenarnya niat utamaku menemuimu karena tuan Randi akan segera kembali dan dia memintaku untuk menjagamu sampai dia berada di sini, kau tahu tuan Randi menyukaimu dan dia menunggu jawaban darimu, tanpa aku mengutarakannya lagi aku yakin kau paham dengan maksudku, berhentilah memikirkan Zidan jika tuan Randi melihatmu seperti ini kau tahu dia akan berbuat apa" ungkap sekretaris Han memberikan peringatan,
Ratu hanya terdiam dia kaget dan baru sadar jika masih ada tuan Randi yang belum siap selesaikan terlebih dia sudah memiliki janji untuk memberikan jawaban pada tuan Randi setelah dia kembali nanti.
"Sekretaris Han apa kau sungguh bicara jujur?" Tanya Ratu seakan masih tidak percaya,
"Ratu apa aku terlihat berbohong padamu?" Jawab sekretaris Han dengan wajah yang serius,
"Lalu, kapan tepatnya dia akan kembali?" Tanya Ratu lagi,
Ratu tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang karena kepergian Zidan dia tidak pernah memikirkan masalah tuan Randi apalagi mengenai jawab yang akan dia berikan pada tuan Randi jika dia kembali.
Mengingat tiba tib sekretaris Han menjabat sebagai wakil presdir, Ratu pikir itu akan menjadi perjalanan bisnis yang lama untuk tuan Randi apalagi saat Ratu tahu bahwa nyonya Wulan tengah tidak sehat sehingga dia berpikir tuan Randi tidak akan kembali dalam waktu yang lama maka dari itu dia tidak memikirkannya.
Tapi sekarang tiba tiba saja tuan Randi akan kembali dia bahkan tidak mempersiapkan apapun.
Sekretaris Han yang duduk berhadapan dengan Ratu dia bisa melihat wajah panik Ratu setelah mendengar kabar tersebut dari namun dia juga tidak bisa membantu banyak hanya itu yang bisa dia lakukan.
"Baiklah mari kita kembali aku akan mengantarmu ke perusahaan lagi" ujar sekretaris Han yang dibalas anggukkan oleh Ratu.
Setelah dari restoran Ratu berjalan sambil melamun pikirannya terus terpusat pada tuan Randi dia bingung harus menjawab apa jika tuan Randi tiba tiba datang ke padanya.
"Apa yang harus aku lakukan nanti?" Gumam Ratu kebingungan.
__ADS_1
Dia pun telah kembali ke perusahaan dan di sana sudah ada Steven bersama Oma Rika. Ratu yang berjalan masuk ke dalam perusahaan dengan pikiran melayang dia tidak menyadari keberadaan Steven dan Oma Rika yang baru saja dia lewati.
Bahkan Steven sendiri menaikkan kedua alisnya merasa heran, dia pun segera berteriak memanggil Ratu namun Ratu mengabaikan panggilannya seakan dia tidak mendengar teriakkan Steven dan tetap masuk ke dalam perusahaan tanpa menoleh sedikitpun.
"Eh...bukankah itu Ratu dari mana dia?" Gerutu Steven mengerutkan alisnya,
"Ratu..." teriak Steven memanggilnya.
Oma Rika memiliki ekspresi yang sama dengan Steven ketika melihat Ratu yang mengabaikan panggilan dari Steven.
"Steven, apa barusan Ratu mengabaikanmu?, Atau dia memang tidak mendengarnya?" Ucap Oma Rika merasa heran,
"Sepertinya Ratu memang sangat kehilangan Zidan Oma" jawab Steven yang dibalas anggukan oleh Oma Rika.
Mereka pun segera masuk menyusul Ratu dan saat sampai di lantai atas Steven dan Oma Rika melihat Ratu yang tengah berdiri mematung di hadapan ruang presdir yang tak lain adalah ruangan Zidan saat itu.
"Ratu...." Ucap Oma Rika menyapanya.
Saat itu Ratu kaget dan dia langsung membalikkan badan.
"Oma sedang apa Oma di sini?" Tanya Ratu langsung menghampirinya,
"Ahh untuk sementara Oma yang akan menempati ruangan pengap ini, selagi ibunya Zidan belum kembali" jawab Oma Rika sambil tersenyum ramah.
"Begitu ya, mari Oma aku antarkan ke dalam" balas Ratu sambil menuntun Oma Rika masuk ke dalam.
Oma Rika bisa melihat langsung betapa sedihnya wajah Ratu apalagi saat tadi dia melihat Ratu berdiri dengan lesu di depan ruangan kerja Zidan, Oma Rika semakin yakin bahwa Ratu merasakan kesedihan yang lebih dari pada dia kehilangan Zidan sebab mungkin Ratu tidak akan bisa menghubungi Zidan lagi setelah ini.
"Zidan kamu mungkin salah karena telah mengambil keputusan itu. Hmm" gumam Oma Rika merasa sedih.
__ADS_1