PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
MAKAN SIANG BERSAMA SEKRETARIS HAN


__ADS_3

Walau Gina sebenarnya lapar namun dia mana mungkin bisa ikut makan siang bersama anggota keluarga tuannya sendiri ahhh itu akan menjadi teror baginya yang sulit dilupakan.


Sekretaris Han yang mendengar jawaban Ratu dia sangat ingin tertawa dan memilih untuk pergi dari sana dan menunggu tuan Randi selesai di luar.


"Kalau begitu saya akan menunggu anda di luar tuan, permisi," ucap sekretaris Han berpamitan.


"Astaga sekretaris Han kenapa kau meninggalkanku, arghhh aku harus bagaimana," gumam Ratu kebingungan.


Alhasil dia pun ikut berpamitan dan mengatakan hal yang sama pada tuan Randi seperti yang diucapkan sekretaris Bay, lalu dia berjalan cepat keluar dari rumah itu dan menemui sekretaris Han yang bersandar di mobil.


"Arghhh....lega sekali, huhftt," ucap Ratu sambil memegangi lututnya.


Sekretaris Han tertawa untuk pertama kalinya dihadapan Ratu dengan sangat nikmat dan tanpa takut harga dirinya turun atau ternodai oleh ulahnya sendiri.


"Ahaha...hahaha....kau ini sunggu gadis paling polos yang pernah aku temui ahahaha...ada ada saja," ucap sekretaris Han sambil tertawa.


Ratu kaget dan tidak menyangka dia merasa ini sebuah keajaiban dunia, melihat seorang sekretaris Han tertawa lepas seperti itu sangatlah langka dan dia menatapny dengan lekat ditambah menutup mulutnya yang menganga hingga sekretaris Han berhenti tertawa dan kembali pada eksfresi awalnya yang bagaikan robot tanpa nyawa dingin dan menyeramkan.


"Heh kenapa kau menatapku begitu?," bentak sekretaris Han.


"Wahhhh....luar biasa, apa aku ini mimpi, sekretaris tolong katakan apa ini mimpi atau bukan," ucap Ratu bertanya seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.


"Kau ini kenapa sih aneh sekali, tentu saja ini bukan mimpi," jawab sekretaris Han agak kesal.


"Wahh...wah ...wahhh ini benar benar luar biasa bagaimana bisa aku menjadi orang pertama yang melihat tawa lepas seorang sekretaris Han, ahhhhh sangat beruntung," ucap Ratu sambil meloncat riang bahagia.


Sekretaris Han mebggelengkan kepalanya dan menepuk jidatnya pelan dia sungguh merasa heran dan sangat tak mengerti dengan pemikiran orang yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


"Benar benar gadis gila," ucap sekretaris Han.


"Aku tidak keberatan kau menyebutku gila, tapi tawamu tadi itu memang sangat langka, aku bisa memamerkan pada karyawan lain kalau aku pernah melihat sekretaris Han tersenyum, cemas, marah, bahkan tertawa dan ahhh mereka pasti akan memujiku luar biasa dan hebat," ucap Ratu sambil membayangkan semuanya.


"Heh...diam kau jangan berani beraninya kau mengatakan itu pada siapapun!," ucap sekretaris Han memperingati.


"Loh memangnya kenapa?," tanya Ratu merasa heran.


"Pokoknya jangan atau kau akan dalam bahaya," jawab sekretaris Han.


"Kenapa sih, apa semua tentangmu sangat spesial dan seberharga itu yah, sampai semuanya harus dirahasiakan, bahkan tawamu saja tidak boleh di beritaukan pada orang lain," ucap Ratu kesal.


"Semua tentangku dan tuan Randi adalah rahasia jangan pernah mengatakannya pada orang lain, apa kau paham?," ucap sekretaris Han yang mendadak menjadi sangat serius.


"Ahhhh...iya iya, kalau begitu sia sia saja aku melihat kau tertawa tadi," ucap Ratu lagi.


"Ratu kenapa kau menolak tawaran makanku tadi?, bukankah saat direstoran kau bilang harus ikut duduk jika ada orang di depanmu yang duduk dan harus ikut makan, tapi kenapa tadi kau malah menolak bukannya itu tidak sopan?," tanya tuan Randi yang membuat sekretaris Han hampir tertawa lagi namun untung dia berhasil menahannya dan hanya tersenyum sekilas.


"Haduhhhh....matilah aku bagaimana ini," gumam Gina bingung harus menjawab apa.


"Eumm...begini tuan itukan saat kau sendirian sedangkan tadi kan ada kedua orang tuamu dan itu juga sepertinya jamuan makan siang keluarga, jadi tentu saja aku merasa tidak enak untuk bergabung aku hanya takut merusak acaranya saja begitu," jawab Ratu dengan cemas.


"Aku rasa bukan karena itu," jawab tuan Randi.


"Aku tidak berbohong tuan sungguh hanya karena itu," jawab Ratu berusaha meyakinkan tuan Randi.


Tuan Randi hanya mengangguk saja karena dia enggan mendengarkan ocehan Ratu yang akan terus meyakinkan dirinya dan itu justru tidak akan ada habisnya makanya tuan Randi lebih memilih mengalah saja.

__ADS_1


Sesamlainya di kantor tuan Randi pergi ke ruangannya seorang diri dan dia menyuruh sekretaris Bay dan Ratu agar makan siang dahulu, Ratu dan sekretaris Han langsung membungkuk memberi hormat saat tuan Randi hendak pergi lalu sekretaris Han pergi meninggalkan Ratu begitu saja, Ratu yang tidak tau harus makan siang dimana dia pun mengikuti sekretaris Han.


"Sekretaris Han tunggu, kenapa kau meninggalkanku," teriak Ratu.


"Untuk apa ka mengikutiku sana pergi," ucap sekretaris Han mengusir Ratu.


"Loh....teganya kau mengusirku aku kan juga lapar dan tidak tau harus makan apa juga dimana makanya aku mengikutimu," jawab Ratu jujur.


"Kau kan punya ponsel pesan saja makananmu sendiri lewat ponselmu atau kau makan makanan kantin saja yang di sebelah gedung ini mudah kan jangan ikuti aku," ucap sekretaris Han.


"Tidak mau aku mau ikut denganmu saja," jawab Ratu sambil terus mengikuti sekretaris Han.


Sekretaris Han yang tak berhasil mengusir Ratu agar tak mengikutinya dia pun hanya berdecak kesal dan berdiam diri saja membiarkan Ratu terus berjalan menyamakan langkah dengannya agar tidak ketinggalan lagi, sampai akhirnya mereka malah tiba di ruangan sekretaris Han.


"Loh kok kita malah ke sini sih, bukannya mau makan yah," ucap Ratu merasa kesal.


"Aku sudah memesan makanan dan sebentar lagi sampai duduklah," ucap sekretaris Han.


Ratu pun tersenyum dan tak jadi merasa kesal saat mendengar makanan sedang dalam perjalanan, dia duduk di depan meja kebesaran sekretaris Han sambil menyandarkan pundaknya pada kursi di sana.


Tak lama makanan sampai diantarkan oleh seorang ob di sana dan Ratu buru buru mengambil makan itu dia membukanya dan ternyata isinya hanya sebuah pizza dan hamburger juga beberapa kentang iris.


"Yahhh....kok makanannya ini sih aku mau spageti dan chicken," ucap Ratu.


"Kalau tidak mau ya sudah," jawab sekretaris Han sambil mengambil kedua berger dan satu pizza itu.


"E..eh...tidak papa aku nuga suka burger, tolong bagi untukku satu yah, itukan ada dua," ucap Ratu sambil tersenyum.

__ADS_1


Sekretaris Han tak tahan melihat senyum Ratu yang menyebalkan untuknya dia pun memberikan satu burger itu dan mereka memakannya bersama hingga semuanya habis tak tersisa.


__ADS_2