
Mala yang merasa curiga karena sudah beberapa hari ini Sekretaris Han sudah memindahkan barang barangnya ke ruangan yang sudah dia tempati lalu Mala juga di berikan tempat yang baru dimana mejanya berhadapan dengan meja kerja sekretaris Han yang lama.
Karena penasaran Mala pun segera menanyakannya.
"Tuan Han, kenapa kau memindahkan semuanya kemari lagi?" Tanya Mala dengan heran,
Saat itu Sekretaris Han tengah sibuk memindahkan barang dan Mala berbicara pada Han sambil berjalan mengikuti Han kesana kemari.
"Tugasku sudah selesai jadi tentu saja aku kembali ke tempatku semula" jawab sekretaris Han jujur.
Mala membelalakkan mata masih merasa bingung dan tidak memahami ucapan dari sekretaris Han sehingga dia kembali bertanya untuk memastikan dan memperjelas.
Mala berlari pelan menghampiri Sekretaris Han yang tengah memindahkan barang barangnya.
"Tunggu tuan, apa yang kau maksud artinya tuan Randi akan kembali lagi ke sini?" Ucap Mala memastikan,
"Aishh berhenti mengikutiku!, Apa kau tidak lihat saat ini aku sedang memindahkan barang bukannya membantuku kau malah merecoki saja, sama menjauh" bentak sekretaris Han dengan kesal.
Mala yang belum mendapatkan kepastian atas pertanyaan nya pada sekretaris Han dia pun tidak menuruti keinginan Han dan terus saja berlari lari kecil mengikuti kemanapun sekretaris Han pergi sambil terus bertanya kepadanya tanpa henti.
"Tuan Han, cepat beri aku jawaban apa benar tuan Randi akan kembali, kapan dia kembali dan bagaimana dengan posisiku jika kau kembali menjadi sekretaris nya?" Tanya Mala bertubi tubi,
"Tuan Han apa kau mendengarkan, tuan Han aku sangat cemas tolong jawab, tuan Han kapan tuan Randi kembali?" Tambah Mala terus bertanya tanpa bisa.
Sekretaris Han yang sudah kehabisan kesabaran akhirnya dia pun menaruh bawaannya ke lantai dengan keras dan dia memegang kedua pundak Mala dengan erat sambil menatapnya tajam dan serius.
"Mala dengarkan ucapanku baik baik" ucap sekretaris Han dengan tajam,
Mala hanya mengangguk menanggapinya dan Mala merasa senang karena dia pikir akhirnya sekretaris Han akan menjawab semua pertanyaan yang membuatnya cemas sedari tadi sampai akhirnya sekretaris Han justru malah membentaknya dan mengusirnya pergi dari ruangan itu dengan paksa.
"Pergi dari ruanganku atau kau akan aku pecat sekarang juga" ucap sekretaris Han mengusir Mala dengan perkataan yang kejam.
__ADS_1
Mala sangat kaget dia membelalakkan matanya sempurna dan tidak mengerti dengan kelakuan sekretaris Han kepadanya saat itu, mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja Mala berontak dan dia bersih keras tidak ingin pergi dari ruangan itu sebab sampai saat ini dia masih menjadi pemilik ruangan itu sebelum tuan Randi benar benar kembali ke perusahaan.
"Tidak, aku tidak akan pergi lagi pula ruangan ini masih menjadi milikku sebelum tuan Randi kembali, dan kau tidak bisa mengusirku atau memecatku seenaknya" bentak Mala melawan sekretaris Han.
Beberapa saat sekretaris Han menatap tajam dan kesal lalu dia melepaskan genggaman tangannya pada pundak Mala dan dia mulai memegangi jidatnya cukup kuat saking frustasinya menghadapi Mala.
"Aishhh dasar kau ini perempuan keras kelapa, sudah lah terserah kau saja. Tapi jika kau ingin tetap tinggil di perusahaan ini maka kau harus menuruti ucapanku mulai sekarang" kata sekretaris Han dengan tegas,
"Baiklah tapi kau juga jangan menyuruhku seenaknya bagaimanapun kita itu rekan kerja jadi harus saling menghormati bukankah begitu" balas Mala menyetujuinya.
"Ya ya terserah kau saja, sekarang bantu aku memindahkan barang" ucap sekretaris Han.
Mala yang tidak mau membantu sekretaris Han dia pun berpura pura memiliki urusan lain dan dengan secepat kilat dia pergi dari ruangan itu tanpa bisa sekretaris Han tahan.
"Ehh aku lupa masih banyak pekerjaan aku harus menyelesaikannya dulu di departemen, byee" teriak Mala sambil berlari keluar dari ruangan.
Han menggigit giginya keras karena menahan amarah yang sudah memuncak dalam.dirinya, dia ingin memarahi Mala namun tidak bisa karena orangnya sudah pergi jauh dari sana, alhasil sekretaris Han hanya bisa berdecak kesal dan menggerutu sepuasnya.
"Arghhh...dasar perempuan sialan, lihat saja aku akan mempermainkan mu saat tuan Randi kembali...." Teriak sekretaris Han mengancam Mala.
"Ehh ada apa tuan menelponku?" Ucap sekretaris Han dan langsung mengangkat panggilan telponnya,
"Hallo tuan apa yang bisa saya lakukan?" Ucap Han secara langsung,
"Jemput aku di bandara kau hanya punya 10 menit, jangan membuatku menunggu!" balas tuan Randi di sebrang telpon dan panggilan langsung terputus,
"Eh...tuan...tuan..." Teriak sekretaris Han.
Jarak antara bandara dan perusahaan cukup jauh dan sudah jelas sepuluh menit tidak akan cukup untuk sampai ke sana, sekretaris Han hendak mengeluh dan meminta tambahan waktu namun panggilannya sudah di tutup oleh tuan Randi begitu saja.
Sekretaris Han langsung berlari dengan terburu buru dan dia sempat berpapasan dengan Mala namun Mala diabaikan begitu saja.
__ADS_1
"Eh..sekretaris Han mau ke..." Ucap Mala baru saja hendak menyapa,
Sekretaris Han berlari terburu buru dan dia mengabaikan semua hal yang dia lewati termasuk Mala, di saat Mala mencoba menyapanya bahkan sekretaris Han tak merasa mendengar apapun apalagi melihatnya sekretaris Han sungguh berhasil membuat Mala kesal dan merasa sangat tidak dibutuhkan.
"Hah, ada apa dengannya, bagaimana bisa dia mengabaikan ucapanku. Aku menyesal sudah menyapanya" gerutu Mala dengan penuh penyesalan.
Mala pun melanjutkan langkahnya hendak kembali ke ruangan kerjanya namun dia baru tersadar saat itu.
"Ehh...sekretaris Han terlihat terburu buru bahkan mengabaikanku apa jangan jangan tuan Randi sudah kembali?" kata Mala bicara sendiri menduga duga.
Mengingat betapa paniknya wajah sekretaris Han saat melewatinya barusan Mala semakin yakin bahwa sekretaris Han akan pergi menemui tuan Randi, dia pun segera pergi menyusul sekretaris Han, bahkan sampai menahan pintu lift yang dinaiki oleh sekretaris Han menggunakan sebelah kakinya.
Sekretaris Han yang melihat itu dia kaget dan terperangah karena Mala.bisa mengnahan pintu lift hanya dengan sebelah kakinya saja.
Mala langsung masuk ke dalam dengan nafas menderu tak terkendali dan dia berdiri di samping sekretaris Han.
"Hah...hah...hah....aishh kenapa kau berlari secepat itu aku hampir kehilangan jejakmu" ucap Mala sambil menormalkan nafasnya,
"Apa urusannya denganmu, dan kenapa kau mengejarku?" Tanya sekretaris Han acuh,
"Aku ingin ikut denganmu, kau mau kemana berlari terburu buru sampai mengabaikanku seperti tadi, apa ada hal yang sangat penting terjadi?" Ujar Mala bertanya dengan penuh penasaran,
Sekretaris Han terperangah dan dia menatap pada Mala sambil menaikkan sebelah alisnya saking merasa herannya karena mendengar pertanyaan dari Mala.
"Ehh darimana kau tahu jika aku berlari karena ada hal penting?" Tanya balik sekretaris Han,
"Jadi maksudmu kau berlari hanya karena kau ingin?, bukan karena ada hal penting?, atau karena tuan Randi sudah kembali?" Jawab Mala penuh pertanyaan,
"Wahh di hebat bisa mengetahui hal yang terjadi hanya dengan melihatku berlari, apa dia ini peramal?" Gumam sekretaris Han.
"Sekretaris Han kenapa kau malah melamun atau jangan jangan kau berbohong padaku yah?" Bentak Mala mulai kesal,
__ADS_1
"Apa maksudmu aku melamun dan terdiam karena merasa heran denganmu, bagaimana bisa kau menyimpulkan hal yang terjadi tanpa kau tau kebenarannya, aku berlari karena terburu buru untuk pergi ke apartemen ku kenapa kau mau ikut denganku memangnya kau itu ekorku" jawab sekretaris Han berbohong.
Sengaja Han melakukannya karena dia tidak ingin memberitahu siapapun mengenai kedatangan tuan Randi sebelum tuan Randi sendiri yang akan mengumumkan keberadaannya.