
Tuan Randi juga melihat wajah Ratu yang memerah dan tersipu sedari tadi sehingga dia menyuruh Ratu untuk menyembunyikan wajahnya jika dia merasa malu.
"Ratu jika kau tidak ingin orang orang mengetahui wajahmu, sembunyikan saja wajahmu di da*a ku, jangan ragu ragu" bisik tuan Randi membuat Ratu semakin tersipu malu.
Meski begitu apa yang dikatakan olehnya memang benar dan itu satu satunya cara agar Ratu menghindari pertanyaan banyak orang di kemudian hari dan menghindari gosip ke depannya.
Tanpa banyak basa basi lagi Ratu langsung memeluk tuan Randi semakin erat dan dia menyembunyikan wajahnya pada dada bidang tuan Randi karena merasa sangat malu, dan sesuatu kenyamanan mulai Ratu rasakan di saat dia berada sangat dekat dengan tuan Randi.
"Dia sangat baik padaku sejak lama, tapi terkadang dia sangat kasar tapi kenapa aku merasa aman dan nyaman di sampingnya?" Gumam Ratu sambil menatap lekat secara diam diam pada tuan Randi.
Tuan Randi segera meminta dokter untuk mengobati luka di betis Ratu dan dia menurunkan Ratu dengan lembut di ranjang rumah sakit, jangankan Ratu yang merasakan secara langsung kelembutan dari tuan Randi, dokter yang hendak mengobati lukanya saja mengira mereka adalah pasangan yang serasi.
"Tuan anda menjaga kekasih anda dengan baik, mari biar saya periksa lukanya" ujar dokter membuat tuan Randi semakin senang,
"Eh..dokter kita bukan pasangan dia bos saya, jadi tolong jangan salah paham" balas Ratu menjelaskan pada dokter.
Mendengar Ratu menyanggah itu tuan Randi langsung merubah ekspresi wajahnya, yang tadinya bahagia dan terlihat cerah kini tiba tiba menatap suram dan kesal.
Ratu juga merasakan perubahan ekspresi pada tuan Randi namun dia masih tidak mengerti bahwa itu di sebabkan oleh dirinya sendiri.
"Ehh...kenapa ekspresi wajahnya tiba tiba saja berubah drastis?" Gumam Ratu merasa bingung dan heran.
Sementara tuan Randi masih terus saja memasang wajah cemberut dan kesal karena mendapatkan sanggahan dari Ratu sebelumnya, padahal tuan Randi sudah sangat senang karena semua orang menganggapnya kekasih Ratu tapi Ratu sendiri malah menyanggahnya dengan sangat jelas.
Dokter yang mengobati luka Ratu juga tersenyum melihat dua orang itu yang memiliki maksud dan pikiran berbeda satu sama lain namun sama sama menyukai.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama untuk mengobati luka di betis Ratu dan kini lukanya sudah di perban dengan baik lalu tuan Randi langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Ratu setelah dokter mengatakan semuanya sudah selesai.
"Perbannya sudah selesai, selanjutnya hanya perlu menebus obat untuk mempercepat mengeringnya luka dari dalam dan menyelesaikan biaya administrasinya saja" ujar sang dokter dengan senyum ramah,
Setelah itu dokter langsung keluar dan tuan Randi mengikutinya dari belakang dia bahkan mengabaikan Ratu yang hendak berkata menyapanya.
"Tu..." Ucap Ratu tak sampai karena tuan Randi sudah lebih dulu pergi meninggalkannya.
Ratu langsung menghembuskan nafas lesu dan dia mencoba bangkit berdiri dengan perlahan lalu berjalan pincang sambil memegangi dinding dengan kuat karena dia takut terjatuh, sampai akhirnya Ratu sudah keluar dari ruangan itu dia berjalan terus mencari loker pembayaran administrasi untuk mencari keberadaan tuan Randi.
Namun sayangnya karena kondisi kakinya yang masih sakit dia kesulitan untuk berjalan sampai seorang pasien anak kecil yang berlari lari di sana tak sengaja menyenggol Ratu sampai dia kehilangan keseimbangan dan terpeleset ke belakang, untunglah saat itu tuan Randi sudah kembali dan dia berhasil menahan tubuh Ratu.
"Ratu apa kau benar benar tidak bisa menjaga dirimu sendiri ya, baru saja aku tinggal sebentar kau sudah dalam bahaya!" Bentak tuan Randi saking khawatirnya,
"Bukan begitu tuan tapi tadi itu..." Ucap Ratu hendak menjelaskan,
"Apa, tetap saja kau tidak bisa menjaga dirimu, tidak tahu bagaimana kau akan bertahan di saat aku tidak ada belakangan ini" ucap tuan Randi dengan mengerutkan kedua alisnya,
"Permisi kakak...." Ucap seorang anak laki laki yang tingginya sepinggang ku,
Anak laki laki itu menarik kemeja tuan Randi beberapa kali di saat tuan Randi tengah mengomel pada Ratu.
Karena anak itu tuan Randi langsung melihatnya dan berhenti mengomeli Ratu.
"Siapa kau?, Kenapa menarik pakaian orang lain seenaknya" bentak tuan Randi membuat anak itu semakin takut.
__ADS_1
Ratu langsung mengusap lembut pucuk kepala anak itu untuk memberikan ketenangan kepadanya.
"Sayang om ini hanya sedang emosi padaku kamu jangan merasa takut dia orang baik, apa yang ingin kamu sampaikan padanya katakan saja padaku" ujar Ratu membuat anak itu langsung mengangguk patuh.
Sementara tuan Randi hanya berdiri dengan wajah kesal dan muram sambil menyilangkan kedua lengannya merasa sangat kesal.
"Kak...maafkan aku tadi aku sudah menyenggelmo karena berlari terlalu cepat dan tidak melihat jalan dengan benar sehingga membuatmu hampir terluka, dan om tolong jangan memarahi kakak ini, semuanya salahku bukan salahnya. K..kau boleh memarahiku sekarang" ungkap anak laki laki itu sambil menunduk gemetar.
Ratu tersenyum manis dia merasa anak kecil itu sangatlah lucu apalagi ketika dia berbicara padanya dengan perlahan.
Ratu langsung memeluk anak itu dan menenangkan dia karena Ratu tahu saat itu anak tersebut sudah bersikap baik dan jujur karena mau mengakui kesalahannya bahkan untuk anak sekecil ini perilakunya sudah luar biasa.
"Ehhh...tidak masalah, kakak baik baik saja dan om ini hanya mengkhawatirkan kakak bukan memarahi kakak, kamu juga anak yang baik sudah kembali pada keluargamu dan jaga dirimu baik baik jangan sampai menabrak orang lagi ya" balas Ratu sambil terus tersenyum ramah.
Akhirnya anak itu kembali tersenyum ceria dan membalas pelukan Ratu dengan bahagia lalu pergi kembali berlari entah menuju ke mana.
Diam diam tuan Randi juga memperhatikan bagaimana cara Ratu berkomunikasi dengan anak laki laki tadi, melihat Ratu bersikap begitu lembut bahkan sampai seorang anak kecil yang tidak dikenalpun bisa memeluknya dengan senyaman itu, hal tersebut membuat tuan Randi semakin menyayangi Ratu dan hatinya semakin yakin untuk memilih Ratu sebagai masa depannya.
Di saat anak kecil itu sudah pergi dan tak nampak di lihat mata lagi, Ratu pun kembali mengalihkan pandangannya kepada tuan Randi dan tidak sengaja dia memergoki tuan Randi yang tengah tersenyum menatapnya secara diam diam.
Di saat Ratu memergokinya tuan Randi langsung memalingkan pandangan ke arah lain dan Ratu hanya tersenyum tipis menanggapi kelakuan tuan Randi barusan.
"Tuan...ayo kita pergi, sampai kapan anda mau tetap di sini?" Ujar Ratu yang menyadarkan tuan Randi,
"A..ahhh iya ayo biar aku bantu" balas tuan Randi sambil memapah Ratu membantunya berjalan dengan perlahan.
__ADS_1