PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
PEKERJAAN BARU


__ADS_3

di dalam mobil zidan sibuk mencari kotak p3k dan segera mengobati lutut ratu yang luka, ratu nampak diam saja saat zidan mengobati lukanya dan setelah selesai zidan langsung mengemudi mobil dengan kecepatan sedang menuju sebuah rumah yang begitu megah hampir sama megahnya dengan rumah orang tua steven.


zidan langsung keluar dari mobil dan berjalan ke sebrang untuk membukakan pintu mobil bagi ratu, ratupun keluar dengan wajah juteknya sambil merotasikan matanya ketika menatap wajah zidan.


hei, kenapa kau menatku begitu (ucap zidan ketus)


maa..maaf.. tuan saya tadi kelilipan aja ko (jawab ratu terbata bata dan sedikit berbohong karena takut)


hah...kelilipin apa kau pikir aku bodoh (gumam zidan kesal)


merekapun masuk ke dalam rumah dan nampak rumah itu begitu sepi tak sama dengan rumah steven yang banyak sekali pelayan juga ada orang tuanya, ratu ingin sekali bertanya namun dia ragu dan takut zidan malah marah padanya, ratupun dipersilahkan duduk oleh zidan dan menurutinya beberapa saat kemudian datang seorang perempuan paruh baya membawa segelas air minum dan cemilan diatas nampan lalu menghidangkannya di atas meja.


silahkan dinikmati non (ucap pelayan itu yang diketahui namanya bi tuti)


ratu hanya tersenyum dan membalas pelayan itu dengan anggukan.


pelayan itupun kembali ke dapur, lalu datang zidan bersama seorang wanita paruh baya yang lebih tua dari pelayan tadi duduk di kursi roda dan di dorong oleh zidan perlahan, namun anehnya perempuan paruhbaya itu nampak berwajah masam dan cemberut, tatapannya sinis menatap tajam pada ratu yang sedang duduk di sofa.


siapa nenek ini, kenapa wajahnya menyeramkan sekali oh no (gumam ratu bergidik ngeri)


hai ratu..kenalin ini nenek aku tercinta dia satu satunya keluargaku saat ini, dan aku haraf mulai sekarang kamu yang akan menjaganya sejak pulang kuliah sampai sore (ucap jidan memperkenalkan sekaligus menjelaskan pekerjaan ratu yang sesungguhnya)


hah? apa apaan dia katanya aku jadi asisten pribadinya tapi ko malah jadi ngurusin nenek ini, mana mukanya nyeremin lagi (gumam ratu)


ratu apa kau paham! (bentak zidan yang membuyarkan lamunan ratu seketika)


ahh..iya tuan saya akan menjaganya (ucap ratu spontan)


bagus, kamu bisa mulai bekerja sekarang, aku tinggalkan kalian ya, ada urusan penting di kantorku (ucap zidan dan bergegas pergi)

__ADS_1


apa dia ke kantor? katanya masih kuliah? ahhhh dasar orang kaya, aku gak ngerti sama jalan hidupnya, ehhh tapi apa mungkin dia kuliah sambil ngantor gitu?


ahhhh sudahlah untuk apa memikirkannya (gumam tasya)


tiba tiba.....


hei gadis culun, apa kau niat untuk mengurusku hah (bentak nenek zidan jutek)


eumm maaf nek, ratu niat ko merawat dan menjaga nenek dengan sepenuh hati, apa ada yang nenek inginkan? biar ratu yang ambilkan (jawab ratu lebut dan tersenyum ramah)


bawa aku ke kamar (ucap nenek itu tegas)


tanpa basa basi ratu langsung membawa nenek itu ke kamarnya, sesampainya di kamar, ratu melihat seisi kamar itu berantakan tak karuan sudah seperti kapal pecah saja dikamar itu, terlihat bantal guling berserakkan dilantai, ada gelas pecah juga pas foto yang tak karuan, gordeng yang kotor penuh noda entah noda apa juga seprai yang kusut tak terawat.


ya ampun nek kenapa kamar ini berantakkan sekali, padahal di luar sangat rapi, nenek tunggu dulu ya, biar ratu bersihkan semuanya agar nenek nyaman (ucap ratu sambil berjongkok menyetarakan tubuhnya dengan nenek serta tersenyum ramah)


tapi nenek itu tak menghiraukan ucapan ratu, bahkan wajahnyapun tetap sinis dan sulit diartikan.


20 menit kemudian kamarpun sudah rapih dan harum, semuanya sudah ratu ganti dengan yang baru dan nampak pas foto tertata rapi di dinding kamar juga di atas meja rias, ratu menghela nafas panjang dan mengeluarkannya kasar sambil tersenyum puas atas hasil kerjanya.


setelah itu ratu segera menghampiri nenek yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik ratu di depan pintu kamar.


nek..mari masuk sekarang sudah lebih baik untuk nenek istirahat (ucap ratu lemah lembut dan mendorong kursi roda nenek tersebut)


setelah di dalam kamar ratu membantu memindahkan nenek ke atas ranjang dan mencoba menawarkan diri untuk memijat nenek.


nek..sepertinya nenek lelah..boleh ratu memijat kaki nenek? (ucap ratu)


hmmmm (jawab nenek datar)

__ADS_1


ya ampun orang tua ini menyebalkan sekali, tapi aku harus sabar, aku yakin nenek sebenarnya orang yang baik hanya saja ada sesuatu yang membuatnya menjadi semenyebalkan ini (gumam ratu menguatkan dirinya)


heh..katanya mau mijit, malah bengong (ucap nenek itu sinis)


ahhh..iya nek (ucap ratu yang langsung tersadar dari lamunannya dan mulai memijat kaki nenek perlahan)


pijatan anak ini enak juga, kakiku jadi tidak terlalu pegal (gumam nenek itu )


cukup, pijitanmu tidak enak, kakiku malah makin pegal, pergi sana (bentak nenek itu yang tidak sesuai dengan isi hatinya)


ratu langsung membulatkan matanya mendengar bentakan nenek, baru kali ini ada yang bilang pijatannya tidak enak.


maaf..nek jika pijitannya tidak enak, tapi ratu harus tetap di sini menjaga nenek sampai tugas ratu selesai dan tuan zidan datang kemari (jawab ratu sambil menunduk)


kamu ini keras kepala sekali, saya bilang pergi! (teriak nenek)


maafkan ratu nek (ucap ratu lirih)


namun nenek itu malah mendorong ratu keras sampai ratu terpelanting dan jidatnya membentur ke sudut meja rias hingga meninggalkan memar di jidat mulusnya.


awwww... (ringis ratu sambil memegangi jidatnya)


apa kau masih mau bekerja disini hah? (bentak nenek lagi)


maaf nek, apapun yang nenek lakukan tapi ratu akan tetap menjaga nenek, ratu sudah berjanji pada tuan zidan nek (jawab ratu yang keukeh dan membuat nenek itu sedikit kesal)


berapa uang yang kamu inginkan, cepat jawab, saya akan beri padamu asalkau pergi dari sini (ucap nenek itu sinis)


maaf nek tapi ratu tak memerlukan uang itu, ratu ikhlas merawat nenek disini, ratu sudah tak punya orangtua lagi dan entah mengapa ratu nyaman berada di dekat nenek, bagaimanapun perlakuan nenek pada ratu (ucap ratu jujur dan lemah lembut sambil menunduk dan mulai menitikan air mata)

__ADS_1


sepertinya gadis culun ini berkata jujur, nampak sekali kejujuran dan ketulusan dimatanya, dimana zidan menemukan gadis sebaik ini (gumam nenek itu, namun masih dengn wajah datar nya)


setelah kejadian itu seketika suasana menjadi hening dan ratu masih berdiri di samping nenek yang membaringkan badannya di atas ranjang, sampai lama kelamaan nenek tertidur pulas.


__ADS_2