PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Di perjalanan


__ADS_3

Ratu merasa sedikit canggung dia tadinya ingin menolak namun ketika merasakan kakinya yang semakin terasa ngilu dan sakit berlebih terpaksa dia harus menerima bantuan tuan Randi.


"Ayo cepat naik, kenapa kamu diam saja" tambah tuan Randi.


Ratu pun perlahan menurutinya dia mengalungkan lengannya pada leher tuan Randi dan kini dia sudah berada di gendongan tuan Randi.


Karena kaki tuan Randi yang panjang dan tenaganya yang kuat mengangkat Ratu bukanlah hal yang sulit baginya dia bisa menggendong Ratu di punggungnya dan tetap berjalan dengan cepat sampai tak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai di mobil.


Beberapa saat setelah berjalan cukup jauh tentu saja itu melelahkan bagi tuan Randi, Ratu juga menyadari betapa banyaknya keringat yang bercucuran di dahi tuan Randi, melihat itu Ratu merasa tidak tega dan dia merasa bersalah karena sudah membebani tuan Randi.


Akhirnya saat mereka sudah sampai di tepian jalan raya, Ratu meminta tuan Randi untuk segera menurunkannya karena dia tidak ingin menyusahkan tuan Randi lagi.


"E..eumm, tuan sudah turunkan saja saya di sini lagi pula kita sudah dapat menuju mobil kan" ucapku sedikit gugup,


"Tidak...aku tidak akan menurunkanmu, bagaimana bisa kau akan berjalan dalam keadaan kaki yang berdarah seperti itu" balas tuan Randi dengan serius,


"Tapi tuan..." Ucap Ratu tertahan karena tuan Randi langsung memotong ucapannya,


"Diam, sudah kau tenang saja lagian mobil kita sudah ada di depan, jangan keras kepala kakimu itu terluka" balas tuan Randi tegas.


Setelah mendapatkan perkataan tegas dan larangan seperti itu dari tuan Randi, akhirnya Ratu pun tak bisa berbuat apapun lagi selain menuruti semua ucapan tuan Randi dan membiarkan dirinya terus di gendong di punggung tuan Randi sampai dia berada di dalam mobil dan duduk dengan nyaman.


Bukan hanya itu saat sudah masuk ke dalam mobil tuan Randi juga membantu Ratu untuk memasangkan sabuk pengaman sehingga wajah mereka nampak begitu dekat satu sama lain.


Dan entah mengapa saat tuan Randi berada sangat dekat dengannya, Ratu mulai merasakan getara yang selama ini tak pernah dia rasakan sebelumnya bahkan ketika dia tengah jatuh cinta pada kak Steven di masa lalu.


"Deg..deg...deg..." Suara detak jantung Ratu yang sulit di kendalikan,


"Ya ampun apa yang terjadi padamu, apa ini karena tuan Randi?" Gumam Ratu dalam hati kecilnya.

__ADS_1


Karena merasa sangat gugup dan tidak nyaman Ratu langsung mendorong tuan Randi dan menolak bantuan darinya sebelum dia benar benar tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.


"E..eu...tuan saya bisa melakukannya sendiri" ujar Ratu sambil mendorong tubuh tuan Randi perlahan menjauh darinya.


Randi hanya menatap Ratu dengan mengerutkan sebelah alisnya karena dia merasa heran dengan Ratu yang selalu bersikap gugup dan pemalu di depannya padahal tadi saja dia melihat dengan jelas seberapa menyenangkannya Ratu bersama orang lain.


"Ya sudah kalau kau bisa melakukannya, lagian kau itu kenapa sih keras kepala sekali bahkan kau membiarkan kakimu sampai terluka sebesar itu apa kau tidak menyayangi dirimu sendiri?" Bentak tuan Randi sedikit kesal.


Bukan tanpa alasan tuan Randi sampai berkata sekeras itu kepada Ratu, dia seperti itu karena terlalu mengkahatirkan keadaan Ratu, dia juga langsung melajukan mobilnya secepat yang dia bisa sampai Ratu memegangi sabuk pengaman dengan kuat sakit cepatnya tuan Randi melajukan mobil.


Jujur saja saat itu Ratu merasa takut karena tuan Randi melajukan mobil terlalu cepat dan dia sedang tidak fokus menyetir sebab terus saja menggerutu pada dirinya.


"Tuan...pelankan mobilnya, aku masih belum mau mati" ucap Ratu sambil menutup matanya merasa ketakutan sendiri.


Melihat Ratu yang menutup matanya dengan rapat seperti itu akhirnya tuan Randi menurunkan kecepatan mobilnya dan dia kembali menasehati Ratu agar dia tidak membahayakan dirinya sendiri apalagi sampai melukai tubuhnya sendiri sekali pun itu tidak di sengaja.


"Baiklah, tapi ingat kau tidak boleh membiarkan tubuhmu terluka sedikitpun, bisa bisanya kau bersikap setenang itu di saat kakimu terluka dan belum mendapatkan perawatan yang tepat" balas tuan Randi memperingati Ratu,


"Aku melakukannya agar kau mengerti seberapa pentingnya dirimu, kau selalu bersikap acuh pada dirimu sendiri, tapi kau justru lebih mementingkan orang lain di banding dirimu sendiri. Apa kau tidak menyadarinya?" kata tuan Randi yang menyadarkan Ratu.


Ratu seketika terdiam dia mulai sadar bahwa apa yang dikatakan oleh tuan Randi sangatlah benar selama ini Ratu selalu mementingkan keselamatan dan menomor satukan orang lain terutama orang orang di sekitarnya sedangkan dia selalu mengesampingkan keinginan dirinya bahkan keselamatan dirinya.


"Tuan Randi benar aku terlalu cuek pada diriku sendiri?" Gumam Ratu dalam hati kecilnya.


Kini semuanya sudah terpikir oleh Ratu bahwa dia tidak bisa terus mengiyakan orang lain di saat dirinya tidak menyukai hal itu apalagi jika tidak ada hubungannya dengan dia, sikap peduli yang ada dalam diri Ratu perlahan membuat dia kehilangan rasa cintanya pada diri sendiri.


Ratu terdiam dan hanya menghembuskan nafas lesu, tuan Randi beberapa kali memperhatikan Ratu sekilas karena dia tengah menyetir dan harus fokus pada jalanan, tapi ketika melihat Ratu seketika terdiam setelah dia membentaknya, tuan Randi juga merasa bersalah.


"Ratu apa kau marah denganku, aku minta maaf jika aku bicara terlalu keras padamu, tapi aku sangat mencemaskanmu dan aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu" ungkap tuan Randi meminta maaf,

__ADS_1


Lagi lagi Ratu terperangah dan dia menatap tuan Randi dengan kedua mata yang di buka lebar dan menatapnya lekat, Ratu sungguh merasa terharu dengan ucapan yang tuan Randi utarakan kepadanya.


"Apa dia se khawatir itu padaku, padahal aku merasa aku baik baik saja luka ini juga tak seberapa sakit dibandingkan dengan perjalanan hidupku selama ini, kenapa dia bisa mengkhawatirkan aku sampai seperti ini?" Gumam Ratu lagi.


Senyum tipis perlahan terukir dari wajah Ratu dia merasa sangat senang bisa di khawatirkan oleh orang lain yang menandakan bahwa masih ada orang yang menyayanginya dengan tulus. Tuan Randi tidak sengaja memergoki Ratu yang tersenyum melihatnya dan dia juga tersenyum senang sekaligus langsung menggoda Ratu.


"Ekhm.....kenapa kau menatap saya seperti itu?, saya tahu saya ini tampan tapi jika kamu terus menatap saya seperti itu. Saya akan menganggapnya kalau kau juga memiliki perasaan yang sama dengan saya selama ini" ucap tuan Randi sengaja tiba tiba bicara tegas dan formal.


Seketika Ratu mengalihkan pandangannya ke depan dan pipinya mulai tersipu malu dia juga menahan senyumnya namun dia Randi sudah mengetahui semua itu dan dia merasa senang karena akhirnya bisa melihat senyum Ratu yang tulus kepada dirinya secara langsung meskipun senyum itu nyaris tidak terlihat.


******


Selama perjalanan terlalu canggung setelah kejadian itu dan ketika sampai di daerah perkotaan akhirnya mereka tiba di sebuah rumah sakit terdekat, tuan Randi langsung memarkirkan mobilnya dan dia memperingati Ratu untuk diam menunggunya.


"Ratu....di di situ aku akan membantumu keluar, ingat jangan mencoba apapun sendiri ada aku di sini" ujar tuan Randi yang dibalas anggukan dengan cepat oleh Ratu,


Tuan Randi berlari kecil dan membukakan pintu mobil untuk Ratu dia juga langsung menggendong Ratu di depan sampai membuat Ratu kaget karena tuan Randi mengangkat tubuhnya tanpa aba aba.


"E..e...ehh...tuan apa yang kau lakukan aku bisa berjalan sendiri" teriak Ratu kaget namun tidak di gubris oleh tuan Randi.


Meski Ratu berontak meminta di turunkan, tuan Randi hanya mengabaikannya dan terus membawa Ratu masuk ke dalam rumah sakit.


Beberapa orang di sana menatap ke arah Ratu dan dia mulai menjadi pusat perhatian di tambah beberapa orang di sana mengenali identitas Randi yang memang sudah terkenal sebagai pimpinan perusahaan terkuat di negara ini, wajar jika semua orang mengenalinya dengan mudah.


Ratu merasa sangat malu karena banyak orang saling berbisik membicarakan dia satu sama lain, sedangkan tuan Randi merasa senang dan bahagia ketika beberapa orang mengira Ratu adalah pacarnya karena memang itu yang dia inginkan sejak lama.


Tuan Randi juga melihat wajah Ratu yang memerah dan tersipu sedari tadi sehingga dia menyuruh Ratu untuk menyembunyikan wajahnya jika dia merasa malu.


"Ratu jika kau tidak ingin orang orang mengetahui wajahmu, sembunyikan saja wajahmu di da*aku, jangan ragu ragu" bisik tuan Randi membuat Ratu semakin tersipu malu.

__ADS_1


Meski begitu apa yang dikatakan olehnya memang benar dan itu satu satunya cara agar Ratu menghindari pertanyaan banyak orang di kemudian hari dan menghindari gosip ke depannya.


Tanpa banyak basa basi lagi Ratu langsung memeluk tuan Randi semakin erat dan dia menyembunyikan wajahnya pada dada bidang tuan Randi karena merasa sangat malu, dan sesuatu kenyamanan mulai Ratu rasakan di saat dia berada sangat dekat dengan tuan Randi.


__ADS_2