
Karena acara pembukaan hotel tersebut cukup lama Ratu yang lelah da semalam dia kurang tidur karena sering terbangun malam entah kenapa, dia pun memutuskan untuk istirahat dan tidur di sofa, hingga saat tuan Randi datang ke sana bersama sekretaris Han dia tersenyum melihat Ratu menuruti ucapannya untuk istirahat di sana.
Karena mereka harus kembali lagi ke kantor pusat tuan Randi pun membangunkan Ratu perlahan dengan menyentuh tangannya dan menggoyangkannya sedikit.
"Ratu....Ratu.....bangun....kita akan pulang," ucap tuan Randi membangunkan Ratu.
Sayangnya Ratu tidak bangun juga, sekretaris Han sungguh geram melihatnya sedari tadi hingga dia pun meminta izin pada tuan Randi agar dirinyalah yang membangunkan Ratu.
"Tuan biar saya saja yang membangunkannya," ucap sekretaris Han menawarkan diri.
Tuan Randi pun menyingkir dan sekretaris Han membangunkan Ratu dengan berteriak keras tepat di samping kupingnya, yang membuat Ratu langsung terpelanjat dari tidur dan langsung berdiri dengan sempoyongan.
"Kebakarannnnnnn......," teriak sekretaris Han pada telinga Ratu.
Tuan Randi yang melihat itu dia melongo dan hendak marah pada sekretaris Han karena di membangunkan seorang perempuan dengan sangat kasar seperti itu bahkan di hadapannya.
Sedangkan Ratu malah berdiri sempoyongan karena dia belum sepenuhnya sadar sambil berteriak bertanya dimana kebakarannya.
"Diamana....dimana kebakarannya...," ucap Ratu.
__ADS_1
"Ratu apa kau baik baik saja?," tanya tuan Randi sambil memegangi Ratu karena khawatir dia akan jatuh.
"Dimana kebakarannya," tanya Ratu lagi.
"Aishhh...semua ini karena kau Han," ucap tuan Randi sambil menatap sinis pada sekretaris Han yang refleks menunduk takut.
"Tidak Ratu, tidak ada yang kebakaran di sini kau aman, ayo kita pulang," jawab tuan Randi.
Ratu pun merasa lega dan dia mengangguk patuh, lalu saat tuan Randi menggandengnya untuk berjalan Ratu yang masih belum sepenuhnya sadar dan kepalanya terasa pusing karena dibangunkan seperti tadi oleh sekretaris Han dia malah tersandung dengan kakinya sendiri dan jatuh ke lantai, tuan Randi menghembuskan nafas kasar dan dia juga langsung menggendong Ratu membawanya berjalan keluar dari gedung hotel tersebut sampai memasukan Ratu ke dalam mobil, nampak beberapa karyawan di sana juga saling berbisik dan sepertinya mereka akan mulai menyebarkan rumor yang tak jelas.
Tuan Randi tak perduli sedikitpun dan dia berjalan lurus dengan wajah tanpa ekfresi menggendong Ratu dan dikawal oleh dua penjaga juga sekretaris Han di samping juga belakangnya.
Saat sudah masuk ke dalam mobil bukannya bangun Ratu malah melanjutkan tidurnya karena dia sangat lelah dan beberapa kali menguap sebelum kembali tidur, tanpa sadar Ratu juga malah menyenderkan kepalanya pada pundak kanan tuan Randi, sekretaris Han yang melihat itu dia sangat sebal karena masih mengira kalau Ratu bukan wanita yang benar benar baik, sedangkan tuan Randi tersenyum kecil tanpa sepengetahuan sekretaris Han, sebab dia tau jika perlakuan istimewanya terlihat oleh Han dia pasti akan diadukan pada ibunya yang justru tak menyukai Ratu dan bisa saja nantinya Ratu yang akan dalam bahaya.
"Akhirnya kau bangun juga, jadi aku tidak perlu menggendongmu lagi," ucap tuan Randi tanpa menatap Ratu sedikitpun pandangannya hanya lurus kedepan entah melihat apa.
"Hah?, memangnya tuan menggendong saya?, kapan?," tanya Ratu dengan wajah bingungnya.
"Heh,.....apa kau masih belum sadar tadi kan kau tidur di kantor sekarang sudah di mobil artinya ada yang memindahkanmu dan tuan Randi yang menggendongmu sampai masuk ke mobil," ucap sekretaris Han menjelaskan tanpa harus di suruh.
__ADS_1
"Hah...apa?, apa itu sungguhan sekretaris Han?," tanya Ratu lagi dengan wajah kaget dan tak percaya.
"Iya lah mana mungkin aku berbohong atau hanya bercanda, aku bukan tipe orang seperti itu kau tau bukan," jawab sekretaris Han serius sambil mulai melajukan lagi mobil karena lampu lalu lintas sudah berubah hijau.
Sedangkan Ratu refleks menepuk jidatnya agak keras beberapa kali dengan wajah yang tak bisa diartikan, dia sungguh malu saat itu untuk melihat wajah tuan Randi.
"Aduhh....kacau dasar ceroboh,.....arghhh...bagaimana bisa aku di gendong oleh tuan Randi, sungguh memalukan, ahhh apa aku tadi mengigau saat tidur, aku pikir tadi itu mimpi ternyata arghhh....bagaimana ini," gumam Ratu tak karuan dan bingung.
Tuan Randi diam diam mencuri curi pandang pada Ratu dengan sudut matanya dan dia tersenyum sedikit lalu kembali pada wajah datarnya saat melihat ekfresi dari Ratu yang salah tingkah bahkan sampai menepuk nepuk jidatnya.
"Dia aneh tapi lucu juga," gumam tuan Randi.
Sejak kejadian itu Ratu jadi merasa sangat malu untuk berhadapan langsung apalagi bertatapan dengan tuan Randi sehingga saat turun dari mobil saja ratu terus menunduk malu dan bahkan dia tak ikut kembali masuk ke dalam ruang CEO bersama tuan Randi tapi Ratu malah beralasan harus menyelesaikan beberapa urusannya dengan sekretaris Han, Ratu yang takut sekretaris Han tak mau membantunya dan malah membongkar alasannya dia pun langsung menarik cepat lengan sekretaris Han bahkan sampai menginjak sepatunya sampai sekretaris Han mengiyakan ucapan Ratu tadi dan tuan Randi mengijinkan Ratu untuk pergi bersama sekretaris Han dan mengobrol di ruangannya.
Ratu menarik tangan sekretaris Han sampai mereka masuk ke dalam ruangan sekretaris Han dan Ratu buru buru mengunci pintu barulah dia melepaskan genggamannya pada tangan sekretaris Han yang tak berkutik.
"Wahhhhh....akhirnya aku bebas juga, terimakasih kau sudah mau membantuku," ucap Ratu sambil menghembuskan nafas lega beberapa kali.
"Kau dengar yah, aku melakukan itu terpaksa untuk menyelamatkan kakiku dari kakimu yang sialan itu, dan kau ingat aku tidak akan membantumu apapun yang menimpamu," jawab sekretaris Han lalu dia langsung duduk di bangku kebesarannya.
__ADS_1
Ratu membuka kembali kunci pintu ruangan sekretaris Han, barulah setelah itu dia duduk di sofa sambil menenangkan dirinya agar dia tidak gugup saat nanti berhadapan dengan tuan Randi.
"Ahhh...ayo lupakan dia ayooo cepat aku tidak akan bisa fokus kalau terus teringat ucapannya itu apalagi saat dia menggendongku atghhhh sial kenapa aku tak sadar kalau aku bukan mimpi saat itu," gumam Ratu kesal tak karuan dan yang paling meresahkan bagi Ratu adalah kenapa harus tuan Randi yang menggendongnya saat itu padahalkan masih ada dua penjaga yang jauh lebih kuat menggendongnya.