
Layaknya seorang burung yang tengah belajar terbang, kehidupan Ratu selalu diterpa ujian dan diombang ambingkan tanpa arah, kebahagian tak kunjung datang menghampirinya, kini dia sungguh sendirian di dunia ini, ayah yang mati karena korban ibu dan adik tirinya, serta ibu tiri satu satunya tempat dia berteduh kini sudah tiada sebab anaknya sendiri, Astrid benar benar sudah tidak waras, cintanya terhadap Steven sudah membutakan mata kemanusiaan dalam dirinya, keputusan Ratu untuk pergi menjauh dari semua orang yang dia kenal sebelumnya sudah sangat tepat, sebab tidak ada yang lebih baik daripada menjaga hati serta pikiran kita sebagai bentuk menyayangi diri sendiri, tapi tidak bisa dipungkiri meskipun Ratu sudah membuang semua kenangan pahit itu terkadang dia masih sempat terpikir masa masa sulit bersama mamah Diva ataupun bersama ayahnya dulu, luka yang membekas sangat sulit untuk sembuh meskipun dia nampak baik baik saja di luar.
Pagi ini Ratu bangun cukup awal dan dia segera bergegas menuju kebun untuk memetik beberapa bunga segar yang sudah dipesan seorang pelanggan setianya, sudah sekitar 1 bulan belakangan ini ada seorang pelanggan misterius yang selalu mengenakan masker di wajah juga kacamata hitam yang tidak pernah dilepas, dia selalu datang di waktu dan jam yang sama setiap satu Minggu sekali, dia datang ke toko bunga Ratu dan selalu memesan jenis bunga yang sama, belum lagi dia selalu menginginkan bunga segar yang harus dipetik langsung oleh Ratu sebagai pemilik toko bunga tersebut, awalnya Ratu sempat menaruh curiga pada pelanggannya itu namun lama kelamaan Ratu menepis pikiran negatifnya dan meladeni pelanggan itu dengan sebaik mungkin, lagipula bagi Ratu yang penting pelanggan itu jujur dan tidak menipu dirinya, hingga hari ini tepat hari Minggu dan ke 6 kalinya Ratu menyiapkan jenis bunga yang sama untuk diberikan pada pria misterius itu, kebetulan karena Ratu memetik bunga tersebut lebih awal hari ini sehingga dia bisa berangkat ke toko lebih awal dan bisa melihat juga memberikan pesanan bunga itu pada pria pemesannya secara langsung, karena biasanya pegawai Ratu lah yang memberikan bunga itu pada pelanggan misteriusnya, biasanya Ratu hanya melihat dari kejauhan tapi sekarang karena entah kenapa dia merasa sangat penasaran sehingga ingin memberikan pesanan bunga itu secara langsung pada pelanggannya tersebut.
Saat baru saja Ratu sampai di depan toko bunganya dia melihat ada sebuah mobil mewah terparkir di samping tokonya itu, dan Ratu merasa sangat familiar terhadap mobil itu, dia menatapnya lekat dengan alis yang dikerutkan menekuk tajam.
__ADS_1
*Mobil siapa ini, kenapa ada di sini pagi pagi sekali, dan....Eunmm....sepertinya aku tidak asing dengan mobil ini* ucap Ratu memikirkannya.
Ratu berjalan menghampiri mobil tersebut untuk memastikan keraguan dalam dirinya namun belum sempat Ratu berjalan lebih dekat karyawan Ratu yang bernama Mala memanggilnya dari dalam toko.
*Kak...kak..kak Ratu cepat kesini* ucap Mala dengan wajah yang panik.
__ADS_1
*Eumm..kak..anu itu...* ucap Mala terbata bata,
*kenapa mala?* tanya Ratu merasa bingung,
*anu kak, kok kakak gak marah sih kan bunganya habis banyak yang layu padahal belum sempat terjual, apa kakak gak rugi ini udah yang ke 3 kalinya loh kak, biasanya gak terlalu banyak loh* ucap Mala mengutarakan kekhawatirannya.
__ADS_1
Ratu tersenyum dan menjelaskan semuanya dengan lemah lembut pada Mala.
*Begini Mala, kita ini menjual bunga segar dan memang karakteristik setiap bunga berbeda dulu kita menjual jenis bunga yang memang ketahanannya berbeda dengan jenis bunga yang sekarang kita jual makanya seperti ini, dan saya juga tidak rugi lagi pula bunga bunga yang layu ini bisa di daur ulang dan dijadikan bibit baru, tergantung bagaimana kita mengolahnya* jawab Ratu dengan santai memberikan pengarahan dan pengertian pada Mala agar dia tidak khawatir berlebihan lagi.