
Mala berjalan perlahan di pinggiran tembok dengan perasaan was was dan bulu kuduk yang mulai merinding, dia meraba raba ke dinding mencari saklar lampu.
Bukannya saklar yang dia temukan justru Mala seperti meraba tangan seseorang dan dia langsung menjerit ketakutan.
"Arkhhhh ..." Jeritan Mala yang kencang.
Mala langsung berjongkok di lantai dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan dia bahkan hampir menangis saat itu, tiba tiba setiap adegan fil horor yang pernah dia tonton mulai terlintas dalam pikirannya sehingga membuat dia membayangkan banyak hal.
Malam diam mematung, badannya gemetar hebat dan dia bahkan tiba bisa berteriak untuk meminta tolong sampai tiba tiba lampu menyala dan itu adalah ulah Han yang sengaja menakut nakuti Mala.
Han tertawa dan berjalan menghampiri Mala yang masih tertunduk lemas di sana.
"Ahaha....Mala apa kau sungguh takut dengan hantu, haha masih ada saja yang percaya takhayul seperti itu" kata Han sambil terus tertawa puas.
Dia tidak tahu bahwa saat itu Mala sangat ketakutan bahkan dia tidak bisa marah pada Han saat sudah tahu bahwa itu hanya ulah ke isengan Han saja.
Han yang tidak melihat pergerakan Mala dia mulai merasa cemas dan semakin mendekati Mala lalu memegangi lengannya dengan perlahan.
"Mala apa kau baik baik saja, kenapa kau tidak marah denganku?" Tanya Han dengan heran.
Tidak ada jawaban dari Mala dan dia tetap menunduk ketakutan dengan nafas yang menderu hebat, Mala tidak bisa mengontrol dirinya lagi dia sungguh merasa sangat takut semua bayang bayang masa lalunya yang ditinggalkan kedua orang tuan seorang diri di jalanan gelap mulai terbayang dalam ingatannya.
Han juga mulai khawatir dengan keadaan Mala dan dia segera membantu Mala berdiri dan membawanya ke ruangan dia.
"Mala aku minta maaf aku tidak bermaksud melakukan ini kepadamu, ayo kita ke ruanganku di sana lebih terang, mungkin kau tidak akan lebih tenang" tambah Han sambil berjalan memapah Mala.
Han mendudukan Mala di sofa dan wajah Mala masih terlihat begitu pucat, Han pun berniat mengambil air ke dapur untuk membuat Mala tenang.
__ADS_1
"Mala tunggu di sini sebentar aku akan ambilkan air untukmu agar lebih baik" ucap Han sambil bangkit berdiri.
Mala dengan cepat langsung menarik jas yang dikenakan oleh Han karena dia takut dan tidak ingin di tinggal di sana seorang diri. Han pun berbalik dan menatap Mala dengan kebingungan sambil menaikkan kedua alisnya bersamaan.
"Jangan tinggalkan aku sendiri, aku tidak butuh air aku hanya sedikit kaget saja nanti juga akan baik baik saja" ucap Mala dengan tatapan sayu.
Han pun mengangguk mengerti dan dia kembali duduk di samping Mala, saat itu suasana canggung mulai menyelimuti seisi ruangan sedangkan jam sudah menunjukkan lewat tengah malam dan mereka masih tetap duduk di tempat yang sama tanpa mengubah posisi.
Mala mulai mengantuk tapi dia belum merasa lebih baik, dia terus menatap ke setiap penjuru ruangan untuk memastikan semuanya terang dan tidak ada apapun di sana.
Sedangkan Han bahkan sudah berkali kali menutup matanya saking tidak kuatnya menahan kantuk yang menyerang.
Mala tidak tega melihat Han yang terus berusaha terjaga untuk menemaninya dia pun menyuruh Han untuk pergi ke ruang istirahat yang di mana di sana ada ranjang cukup besar yang biasa di gunakan oleh tuan Randi sebagai tempat berganti pakaian sebelumnya.
"Sekretaris Han...eh...maaf maksudku pak Han jika kamu mengantuk pergi saja aku akan tidur di sofa ini dan kau bisa tidur di dalam ruangan" ucap Mala kepada Han.
"Hei...aku ini pria, mana mungkin aku membiarkan seorang perempuan tidur di sofa, sana kau saja yang tidur di ranjang itu lagi pula itu ranjang baru dan belum ada siapapun yang memakainya, biar aku saja yang tidur di sini" balas Han menyuruh Mala.
Sebenarnya Mala juga ingin tidur di ranjang yang lebar dan lebih empuk dari sofa itu namun dia takut berada di ruangan itu sendirian setidaknya jika dia tidur di sofa dia bisa kabur dengan mudah kapan saja dan di sana jauh lebih terang dari pada di ruangan itu.
Mala pun tetap menolak dan menyuruh Han yang tidur di sana.
"Tidak papa saya lebih nyaman tidur di sini, sana kau pergi sebelum aku berubah pikiran!" Ucap Mala masih kuat dengan pendiriannya.
Han pun menghembuskan nafas lesu dan dia segera pergi dari sana, Mala juga mulai menidurkan tubuhnya dan mengistirahatkan badannya di sofa karena sudah sangat mengantuk Mala bisa tidur dengan cepat sampai ketika Han kembali ke sana untuk memberikan bantal dan selimut Mala justru malah sudah tertidur dengan lelap.
"Hah?, Dia sudah tidur?, Cepat sekali" gerutu Han dengan heran.
__ADS_1
Han pun mengangkat kepala Mala dengan perlahan dan menaruh bantal untuk menjadi sanggahan dia juga menyelimuti Mala dengan selimut yang dia bawa sebelumnya.
Setelah itu barulah Han kembali ke ruangan nya dan tidur di sana hanya dengan ranjang yang kosong, karena sama sama lelah Han juga tertidur dengan cepat dan dia tidak lupa mematikan lampu ruangan itu termasuk dengan ruangan luar di mana Mala terlelap di sofa.
Entah apa yang membuat Han mematikan semua lampu mungkin karena terbiasa dan sebagainya tapi dia melupakan suatu hal yang penting bahwa Mala adalah orang penakut dan tidak bisa tenang jika di tempat yang gelap.
Selang satu jam kemudian Mala mulai bermimpi buruk dia kembali melihat kejadian mengerikan di kegelapan dan hal itu membuatnya terbangun dengan kaget serta nafas tak teratur juga keringat dingin yang keluar dari dahinya.
"Hah...hah...hah ...untung saja itu hanya mimpi" gerutu Mala sambil mengusap keringat di dahinya.
Saat mulai bisa menenangkan dirinya Mala baru sadar bahwa seisi ruangan di sana sangat gelap dia hanya bisa melihat remang remang saja, Mala mulai kembali panik dan dia terus berusaha menenangkan dirinya sendiri.
"Ah...tenang Mala tenang aku harus mengatur nafasku agar bisa tenang" ucap Mala sambil mengusap dadanya dan mengatur nafasnya.
Sekuat apapun Mala berusaha menenangkan diri dia tetap merasa takut sampai akhirnya Mala memutuskan untuk pergi mencari Han agar dia bisa merasa tenang jika ada orang lain di sampingnya.
Mala berjalan perlahan menuju pintu ruangan Han dan masuk ke sana sambil memanggil nama Han dengan pelan beberapa kali.
"Han .... Han .....sekretaris Han apa kau sudah tidur?" Ucap Mala sambil terus berjalan menuju ranjang.
Dia melihat Han yang tidur menyamping dan Mala pun ikut duduk di ranjang yang sama dengan Han tadinya Mala hanya ingin membangunkan Han dan memintanya untuk menyalakan lampu, namun saat Mala mencoba menyentuh Han tiba tiba saja tangan Han menarik lengannya sampai dia terjatuh ke ranjang dan Han memeluk Mala dengan erat.
"Eh.... Han lepaskan apa yang kau lakukan euhhh" teriak Mala dengan panik.
Sedangkan Han masih tetap tertidur lelap dan terus memeluk Mala dengan kuat bahkan Mala sendiri tidak bisa melepaskan pelukan Han dari tubuhnya.
"Aishh.... Han kenapa kau sekuat ini saat tidur, ahhh aku sial sekali tapi tunggu, sekarang aku sudah tenang aku tidak takut lagi hah apa ini keberuntungan?" Gerutu Mala mulai menyadari suatu hal.
__ADS_1
Mala sedikit senang karena meski dia harus dipeluk oleh Han setidaknya dia merasa tenang sekarang dan tidak dihantui dengan ketakutan dalam dirinya sendiri. Sampai lama kelamaan Mala pun kembali mengantuk dan tertidur dalam pelukan Han sepanjang malam.