
Beberapa menit setelah kejadian itu akhirnya Ratu kembali tenang meski dia masih terbayang bayang dengan balon yang tadi dia lihat.
Tuan Randi juga masih merasa cemas karena dia lihat Ratu sungguh histeris dan ketakutan bahkan sampai dirinya sendiri gemetar bak seperti orang yang kedinginan menggigil namun untungnya sekarang Ratu sudah agak membaik.
"Ratu....sebenarnya kenapa?, apa kau sungguh pobia pada balon?," tanya tuan Randi.
__ADS_1
"I...i..iya tuan, saya minta maaf karena sudah mengacaukan acaranya, tapi saya sungguh tidak bisa ikut jika ada balon di sana," jawab Ratu.
"Iya iya saya paham, tak apa kau tak perlu ke sana biar aku dan sekretaris Han saja, kau istirahatlah di sini, aku akan segera kembali," jawab tuan Randi.
Diapun segera pergi untuk melaksanakan tugasnya dalam pembukaan gedung dan perhotelan ini bersama sekretaris Han, sedangkan Ratu beristirahat di ruangan itu seorang diri, Ratu sungguh sangat takut dengan balon apalagi jika balonnya meletup, bukan tanpa sebab kenapa Ratu bisa pobia dengan balon. Dahulu saat usia Ratu masih duduk di bangku sekolah dasar dia pernah mengalami penculikan bersama Seli setalah pulang sekolah, saat itu dia di tawari untuk diberikan balon dan dia mengambilnya hingga berhasil di culik oleh para penculik yang sangat kejam itu, saat itu mereka di bawa entah kemana ke dalam mobil, tanpa menaruh rasa curiga karena mereka masih anak anak dan lolos Ratu dan Seli hanya bermain bersama dan mereka suka sekali dengan balon mereka. Hingga akhirnya mereka di bawa ke sebuah gudang di rumah kosong yang berantakan dan tak layak huni, balon yang mereka bawa juga di letuskan oleh para penculik itu hingga membuat Ratu kesal dan dia hendak melawannya namun karena saat itu tubuh Ratu masih kecil dan tenaganya tentu tak sebanding dengan para orang dewasa yang menculiknya mereka justru malah membelit leher Ratu dengan balon yang membuat Ratu ketakutan karena balon tersebut sewaktu waktu akan di pecahkan tepat di depan matanya dan sangat dengan dengan wajahnya, Seli ketakutan melihat Ratu yang di perlakukan seperti itu oleh para penculik namun Ratu selalu mengatakan bahwa dia baik baik saja supaya Seli tak menjerit ketakutan lagi, hingga akhirnya para penculik itu meletus letuskan balonnya yang menempel pada sekitar kepala Ratu, tentu saja Ratu merasa sangat perih pada wajahnya bahkan matanya pun menangis kesakitan, para penculik itu tak sampai di sana mereka terus meletus letuskan balon yang mereka tiup sendiri di hadapan Ratu dan Seli, hingga membuat mereka ketakutan dan histeris.
__ADS_1
Untunglah para warga dan Seli segera datang lalu menyelamatkan Ratu dengan segera, saat mereka sampai ke sana dan para warga menangkap kedua penculik itu Ratu sudah tak sadarkan diri dengan bekas luka di sekujur tubuhnya, Seli menangis histeris ketakutan melihat itu dan Ratu langsung dilarikan ke rumah sakit sedangkan Seli di bawa ke kantor polisi di wilayah itu, kurang lebih Seli menunggu selama tiga hari sampai akhirnya polisi menemukan siapa orang tuan mereka dan kedua orang tua Seli juga Ratu segera datang ke kantor polisi itu, Seli dan Ratu merasa senang karena mereka selamat dalam penculikan itu, dan bisa kembali pada keluarganya masing masing.
Namun semenjak kejadian itu Ratu menjadi pobia pada balon apalagi saat balon itu meletus, dia selalu ingat akan kejadian kekerasan yang penculik itu lakukan padanya jika dia melihat sebuah balon besar maupun kecil, Ibu Ratu dulu sempat mencoba membawa Ratu ke pesikiater untuk menyembuhkan pobianya namun sayangnya semuanya tak berhasil dan pesikiater yang menangani Ratu justru malah berkata pobianya akan hilang seiring berjalannya waktu asalahkan harus ada orang yang selalu melindungi dan mendampingi Ratu ketika dia melihat balon lagi.
Tak lama dari itu ibu Ratu justru malah mengalami sakit parah karena dia memiliki riwayat jantung sejak masih muda, ayah Ratu terus berusaha menyembuhkan istrinya itu hingga ibu Ratu berhasil bertahan selama beberapa tahun hingga Ratu masuk ke tingkat sekolah menengah namun sayangnya saat Ratu masuk sma ibunya tak bisa mendamlingi Ratu lagi, dia meninggal dunia karena mengetahui bahwa suaminya berselingkuh dengan tante Diva.
__ADS_1
Ratu sebelumnya tak mengetahui bahwa kematian ibunya dikarenakan oleh perselingkuhan ayahnya sendiri dengan wanita lain bahkan dia mengetahui itu baru baru ini tepat saat ayahnya memutuskan hendak menikahi mamah Diva beberapa bulan setelah kematian ibunya.
Rasanya hati Ratu hancur dia sudah kehilangan ibunya dan pobianya belum hilang sekarang ayahnya justru hendak menikahi wanita penyebab kematian bundanya, tapi mau bagaimana lagi Ratu juga tak bisa menghalangi kebahagiaan ayahnya, Ratu akhirnya menyetujui keputusan pernikahan ayahnya dengan tante Diva yang dia kira wanita yang baik, tapi ternyata dugaannya salah dia bukan wanita yang baik terlebih putri yang dia bawa kerumahnya saat itu yang tak lain dan tak bukan adalah Astrid yang kini merebut segalanya dari Ratu, tak bisa di pungkiri se ikhlas apapun Ratu atas segala miliknya yanh sudah di renggut oleh Astrid hati dan pikirannya tetap tak akan lupa dengan semua yang Astrid lakukan padanya.