PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
KELICIKAN ASTRID


__ADS_3

Namun walaupun kak Steven sudah mengatakan itu dengan sekuat hatinya dan berusaha agar terlihat sungguh sungguh dihadapan Astrid, tetap saja Astrid masih belum percaya sepenuhnya dan dia masih mau mencaritau kebenarannya apakah ka Steven itu serius dengan ucapannya yang mengatakan tidak memiliki perasaan apapun lagi pada Ratu atau itu hanya pura pura saja.


"Kalau memang kau sudah tidak mencintai Ratu lagi dan tak peduli padanya, kau tidak keberatan bukan jika aku mengerjainya nanti," ucap Astrid sambil menatap serius menyelidiki Steven.


Awalnya kak Steven merasa gugup dan dia bingung bagaimana caranya mengatakan semua itu pada Astrid di sisi lain sesungguhnya dia tak terima dengan semua perlakuan Astrid yang semena mena pada Ratu tapi di sisi lain kini dia juga tak bisa menahan Astrid untuk berprilaku buruk pada Ratu karena jika dia menahannya Astrid pasti tak akan mempercayainya lagi dan bisa saja Ratu lebih menderita kedepannya karena Astrid yang selalu mempersulit dirinya.


"Kenapa diam dan tak menjawab, hah...aku sudah menduganya kau tidak benar benar saat mengatakan tak peduli pada si cupu itu," ucap Astrid sengaja mengompori Steven.


"Siapa bilang, aku diam karena aku malas membahasnya, sudahlah terserah kau, aku tak peduli apapun yang mau kau lakukan padanya yang pasti aku tak mau ikut campur apapun," jawab Steven dengan tegas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Astrid nampak tersenyum senang dengan niat licik dan jahat yang terselubung di dalam pikirannya untuk mempermalukan dan menyulitkan Ratu lagi.


"Ya...baguslah sekarang aku baru percaya," jawab Astrid.


Kak Steven sebenarnya sudah sangat muak dengan semua ulah Astrid tapi entahlah untuk saat ini dia tak bisa berkutik apapun ayahnya juga masih membutuhkan biaya dan pengobatan intensif dari bantuan Astrid setidaknya dia melakukan semua ini juga demi salah satu orang yang dia sayangi walau dia merasa sangat bersalah pada Ratu atas semua yang pernah dia lakukan.


Sedangkan di sisi lain Ratu yang tadi berpapasan dengan Steven dia sungguh merasa kesal dan semua itu me.buat moodnya hancur seketika namun Ratu tidak mau larus dalam perasaannya yang tak menentu seperti itu dia pun berusaha kembali fokus berjualan dan melupakan semua kejadian tadi.


Tak butuh waktu lama Ratu berjualan sambil dia berjalan pulang karena harus menyetorkan uang hasil dagangannya dulu pada sang ibu dan dia juga tak membawa pakaian merjanya, kebetulan dia masih punya sedikit waktu yang bisa dia gunakan, sampai sesampainya dia di rumah semua kue pun habis Ratu merasa senang dan dia pulang dengan gembira menghampiri ibunya namun sayangnya saat Ratu masuk ke dalam rumah dengan sendirinya karena sudah lama dia berteriak dan mengetuk pintu namun tak ada sahutan dari dalam dan saat Ratu masuk ternyata ibunya tengah berada di kamar mandi, Ratu oun segera menaruh keranjang di dapur dan dia menunggu ibunya keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Mah Ratu sudah pulang, mamah cepetan dong di kamar mandinya Ratu buru buru nih mah," teriak Ratu.


"Iya sebentar," jawab mamah Diva.


Ratu terus melihat jam dinding di depannya dan dia sudah benar benar terlambat sekarang, saat mamah Diva baru keluar dari kamar mandi Ratu langsung masuk sambil membawa handuk di pundak kanannya dengan terburu buru.


Mamah Diva pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dan dia memeriksa keranjang kue yang ternyata semua jualannya habis, saat mamah Diva hendak membalikan badan Ratu hampir saja menubruknya karena Ratu keluar dari kamar mandi dengan berlari sangat cepat masuk ke dalam kamarnya.


Ratu sungguh terburu buru memakai pakaiannya dan bahkan saking terburu burunya Ratu sampai menenteng high hisl nya itu lalu berpamitan pada mamah Diva sekaligus memberikan semua uang yang dia dapat dari hasil jualan tadi.


Ratu mengayuh sepeda sambil mengenakan rok pendek selutut yah walaupun dia kesusahan mengayuhnya namun Ratu tak menyerah dan dia tak perduli dengan tatapan semua orang selama perjalanan padanya.


Saat berada di dalam lift Ratu pun langsung merapihkan pakaiannya dengan terburu buru mungpung di dalam lift itu hanya ada dirinya dan tiba tiba saja saat lift terbuka dan Ratu tengah mengikat rambutnya sekretaris Han dan tuan Randi sudah berdiri di hadapannya lalu mereka masuk ke dalam lift itu.


Ratu kaget dan bingung harus bagaimana, diapun tidak jadi keluar dari sana dan tetap berdiri di dalam lift memperbaiki posisinya sambil berusaha mengenakan high hilsnya.


Namun karena Ratu mengenakan high hils sambil berdiri dia malah hampir terjatuh dan menyenggol tuan Randi sehingga tuan Randi menahan tubuh Ratu.


"Aa....aa....ahhhhh," ucap Ratu.

__ADS_1


"Pakai high hils mu dengan baik aku tidak mau kau terluka," ucap tuan Randi sambil menahan tubuh Ratu.


Sekretaris Han berdehem agak keras menyadarkan Ratu dan dia langsung berdiri di bantu tuan Randi seperti semula, Ratu menjadi gugup setelah mendengar ucapan tuan Randi tadi padanya, dia juga langsung berjongkok dan mengenakan high hils nya dengan baik, lalu Ratu langsung mengikat rambutnya dengan cepat dan sedikit berantakan karena dia terbentur waktu.


Sekretaris Han yang melihat penampilan Ratu tidak rapih, dia langsung menyuruh Ratu agar berdiri mendekat padanya, Ratu pun menurutinya dan tak di sangka sekretaris Han malah melepas kembali ikat rambutnya dan dengan sengaja membiarkan rambut Ratu agar tetap terurai.


"E..eh...loh...sekretaris Han kembalikan ikat rambutku," ucap Ratu sambil memegangi rambutnya yang tak di ikat.


"Kerja bagus Han," jawab tuan Randi.


Ratu yang mendengar itu dia menjadi bingung tak karuan dan menatap bolak balik antara sekretaris Han dan tuan Randi.


"Aisyhh...apa maksudnya tadi.....kenapa tuan Randi mengatakan itu, aduhh...mana rambutku berantakan dan tak ada cermin lagi," gumam Ratu.


Ratu yang merasa tidak enak dan kegerahan dengan rambutnya yang diuraikan seperti itu dia terus saja meminta sekretaris Han agar mengembalikan ikat rambutnya.


"Syuttt....sekretaris Han....hey....sekretaris Han...lihatlah ke sini sebentar....," ucap Ratu berbisik sambil berjalan keluar dari lift mengikuti sekretaris Han juga tuan Randi.


Sekretaris Han terus berjalan tegak dan dia mengabaikan apapun yang Ratu katakan meski dia mendengarnya dengan jelas bahkan bukan hanya sekretaris Han saja yang mendengarnya tuan Randi pun pasti akan mendengarnya karena mereka berjalan beriringan dengan posisi tuan Randi di tengah tengah antara mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2