PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Meminta maaf


__ADS_3

Saat berada di dalam lift suasana yang begitu dingin dan mencekam membuat sekretaris Han berdiri mematung dan tak dapat mengucapkan sepatah katapun, bahkan saat itu sekretaris Han berusaha menjauh dari Mala dan terus menjaga jarak.


"Astaga...suasana macam apa ini?, Apa dia pikir aku semenyeramkan itu?" Gumam Mala yang merasa heran dengan kelakuan sekretaris Han.


Mala membawa sekretaris Han ke lantai paling atas dan mereka pergi menuju atap, sekretaris Han mulai bergetar dia sangat merasa takut ketika Mala terus memaksanya agar berjalan dengan cepat.


"Apa yang akan dia lakukan padaku di atap?, Apa dia akan membunuhku, ohh ya Tuhan.... aku masih lajang aku mau merasakan nikmatnya bulan madu dahulu...huhu..." Gumam sekretaris Han ketakutan.


Setibanya dia atap wajah sekretaris Han sudah pucat pasi dan dia berjalan mundur menjauhi Mala, saat Mala berusaha berada lebih dekat dengannya, melihat sekretaris Han yang terus menjaga jarak dan menjauh darinya, Mala semakin heran dan dia membentak sekretaris Han agar diam, supaya dia bisa lebih cepat menyelesaikan urusannya di sana.


"Aishh....sekretaris Han bisakah kau diam?, Kalau kau terus menjauh dengan berjalan mundur seperti itu, kau akan jatuh terguling!" Ucap Mala dengan kesal,


Sekretaris Han membuka matanya lebar dan melihat ke belakang ternyata dia memang hampir berada di ujung bangunan, dia seketika diam membeku sedangkan Mala terus berjalan menghampirinya dengan perlahan.


"KA...kau...jika kau mendekat lagi aku akan loncat dari gedung ini!" Ancam sekretaris Han yang membuat Mala kaget tak karuan,


Mala refleks berhenti dan dia langsung menyuruh sekretaris Han agar datang padanya karena posisi sekretaris Han saat itu sungguh dalam bahaya sedikit saja dia melangkah lagi mungkin kakinya akan tersandung dan bisa saja membuat dia terjun bebas dari atas gedung.


"Aishh...padahal aku hanya ingin meminta maaf kenapa jadi merepotkan begini, dasar manusia penakut" gerutu Mala,


"Sekretaris Han kemarilah, apa kau sudah bosan hidup, raih tanganku dan berhenti menakutiku" ucap Mala sambil mengulurkan tangannya,


Sekretaris Han yang sudah panik dan terlalu banyak berpikir pada hal yang aneh aneh dia justru malah kaget dan mengira Mala akan mencelakakan dia hingga sekretaris Han malah kembali melangkahkan kakinya kebelakang dan hampir saja tersandung jika Mala tidak meraih tangannya dan menarik dia ke belakang.


"Sekretaris Han awas....." Teriak Mala dan berhasil menarik sekretaris Han ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Mereka jatuh bersama dengan sekretaris Han yang menimpa tubuh Mala, saat itu jarak diantara wajah mereka hanya sekitar satu cm saja, Mala menatap lekat wajah sekretaris Han dengan perasaan yang kesal mengingat barusan dia hampir saja akan jatuh dari gedung yang sangat tinggi, sedangkan sekretaris Han justru malah terpesona dengan Mala.


"Kenapa dia bisa terlihat cantik dari jarak sedekat ini" gumam sekretaris Han,


"Heh...sampai kapan kau akan berada di atasku?" Ucap Mala membentak,


Sekretaris Han langsung terbangun dari lamunannya dan dia langsung bangkit berdiri lalu merapihkan pakaiannya begitu juga dengan Mala. Tak ingin membuang banyak waktu lagi Mala mulai menyampaikan niat sebenarnya dari kedatangan dia menemui sekretaris Han.


"Sekretaris Han saya kemari hanya untuk meminta maaf padamu, atas apa yang saya lakukan pagi tadi sampai membuat hidungmu berdarah" ucap Mala sambil membungkuk,


Sekretaris Han membelalakan matanya dan menutup mulut dia yang terbuka saking kagetnya mendapatkan permintaan maaf dari orang yang sangat dia takuti sebelumnya.


"Wah...wah...apa kau bercanda dan menggodaku?" Tanya sekretaris Han yang masih tidak percaya,


"Jangan membuatku kesal, aku meminta maaf padamu dengan tulus, cepat jawab kau akan memaafkanku atau tidak!" Balas Mala dengan malas,


"Iya saya tau, lalu mau kau apa, jangan aneh aneh atau aku akan memukulmu lagi!" Ancam Mala memperingati,


"Huuh... sebenarnya kau ini tulus atau tidak sih meminta maaf padaku?" Balas sekretaris Han yang mulai besar kepala,


"Aku tulus tapi kau jangan memanfaatkan situasi, kalau saja ini bukan janjiku pada kak Ratu, sampai mati aku tidak akan melakukannya" jawab Mala sambil menatap sinis ke arah sekretaris Han.


Mendengar ucapan Mala yang membuat sekretaris Han sedikit ngeri akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk menjahili dan memberikan syarat pada Mala.


"Ahh..baiklah aku memaafkanmu sudah kita selesai sampai di sini aku tidak akan mengganggu kakakmu lagi, apa kau puas?" Jawab sekretaris Han yang sudah menyerah,

__ADS_1


"Meskipun jika kakak ku bersama tuan Randi?" Tanya Mala memastikan,


"Yaa.....terserah saja aku tidak perduli" balas sekretaris Han,


"Oke...ingat janjimu itu!" Ucap Mala memperingati,


"Tapi kau harus tau, kakak kau akan dalam masalah besar jika sampai dia bersama dengan tuan Randi, bukan aku penghalang mereka tapi ada orang yang jauh lebih kuat bahkan tuan Randi sendiri tidak bisa melawannya, semua yang aku lakukan hanya untuk menjaga kakakmu agar dia tidak jatuh semakin dalam" ucap sekretaris Han nampak serius dan berjalan pergi meninggalkan Mala yang masih termenung.


Mala berdiri mematung memikirkan ucapan terakhir dari sekretaris Han yang nampak seakan menyuruhnya untuk menjauhkan Ratu dari tuan Randi, padahal sebelumnya Mala bisa melihat dengan jelas sorot mata tuan Randi dan sorot mata kakaknya menunjukkan rasa cinta satu sama lain, tapi setelah mendengar ucapan sekretaris Han kini Mala justru merasa takut kakak nya akan menderita.


"Apa yang dia maksud sebenarnya..." Gumam Mala semakin penasaran,


"Sekretaris Han tunggu kau harus menjelaskan ucapanmu tadi padaku" teriak Mala menyusul sekretaris Han.


Sayangnya saat itu Mala tidak berhasil menyusul sekretaris Han dan dia juga sudah kesiangan untuk sampai di kampus sehingga tidak bisa menyelidiki ucapan sekretaris Han.


"Aishh...aku harus ke kampus sekarang, nanti aku akan mencari tahu lagi" ucap Mala sambil bergegas pergi,


Di sisi lain Ratu yang masih bekerja dengan Zidan mendapatkan kabar dari beberapa karyawan yang sibuk berbisik membicarakan masalah kantor pusat yang tak lain adalah kantor Atmaja group yang di pimpin oleh tuan Randi, mendengar para karyawan lain menyebut nama Randi Atmaja tentu saja rasa penasaran dalam diri Ratu bergejolak.


Ratu segera berjalan menghampiri mereka dan berusaha mendengarkan apa yang mereka bicarakan sampai akhirnya Ratu ikut bergabung dalam pergosipan tersebut.


"Apa yang sedang kalian bicarakan, sepertinya sangat penting yah?" Tanya Ratu memancing informasi,


"Ehh...apa kau tidak tau nyonya besar keluarga Atmaja group sudah kembali, katanya dia akan mencari calon menantu untuk putra tunggalnya tuan Randi, dan dia juga akan mewariskan semua kekayaannya pada tuan Randi jika dia menikah nanti, wahh aku sangat ingin menjadi kandidat menantu nyonya Atmaja" ucap salah satu karyawan di sana,

__ADS_1


Ratu langsung berdiri lesu, dia kini tau apa alasan tuan Randi tiba tiba menyuruhnya pergi.


"Apa malam itu juga karena kedatangan nyonya Atmaja, dia sampai tega meninggalkanku bahkan mengusirku begitu saja" gumam Ratu merasa terpukul.


__ADS_2