
Walau sudah berada di dalam ruangan CEO Randi tetap saja Ratu merasa tidak enak dan malu apalagi pasti akan ada sekretaris Han juga karyawan lain yang melihatnya mengenakan jas tuan Randi rasanya Ratu ingin menghilang saja saat ini, tapi mau membuka jas dan memberikannya kembali pada tuan Randi itu justru akan menjadi sangat tidak mungkin baginya, mau meminta bantuan juga pada siapa, sekretaris Han mana bisa di pintai bantuannya.
Ratu pun duduk dengan hati yang resah dan merasa tidak tenang, dia sungguh bingung tak karuan dan gugup tak menentu.
"Astaga saat tak ada Seli ternyata begini rasanya hidup berada sendiri," gumam Ratu.
Dia pun membuka ponselnya dan saat tuan Randi melihat Ratu memegang ponsel untyk pertama kalinya, tuan Randi langsung merampas ponsel Ratu.
"Loh...loh...tuan kenapa ambil ponsel saya?," tanya Ratu heran.
"Ini jam kerjakan, jadi jangan main ponsel seenaknya," jawab tuan Randi tanpa eksfresi.
"Hmm...begitu yah," ucap Ratu lesu.
Tuan Randi merampas ponsel Ratu dan mematikannya lalu dia memasukan ponsel Ratu ke saku celananya membuat tak ada harapan untuk Ratu mengambilnya secara diam diam.
Sedangkan tuan Randi merasa aneh saat melihat ponsel Ratu yang dia tau itu adalah ponsel keluaran terbaru dan termahal diantara ponsel merk lainnya, di sana tuan Randi mulai mencurigai Ratu, karena dia rasa tak mungkin Ratu yang rumahnya saja sewa dan dia kuliah hasil beasiswa mana bisa membeli ponsel seharga satu buah mobil.
__ADS_1
Sedangkan Ratu sendiri pun tak tau bahwa ponsel yang diberikan oleh kak Zidan harganya sangat malah dia hanya tau itu adalah ponsel keluaran terbaru, lagi pula Ratu tak pernah memintanya dan itu pemberian kak Zodan secara suka rela jadi dia pikir itu ponsel biasa saja sama seperti yang lainnya.
Ratu sedikit bosan dia bingung karena tak melakukan apapun dan hanya sebagai penonton saja, melihat wajah tampanpun kalau kelamaan pasti akan bosan juga, dia cemberut dan berdiam diri hingga tuan Randi mengajaknya untuk pergi makan siang karena kebetulan jam makan siang sudah tiba.
Baru saja mereka hendak keluar eh ibu tuan Randi masuk ke dalam ruangan itu dan melihat Ratu yang mengenakan jas tuan Randi, ibu tuan Randi yang memang sejak awal tak menyukai Ratu dia langsung berjalan dengan wajah marah penuh emosi dan ketidak sukaan pada Ratu, saking emosinya bahkan dia mengabaikan sapaan dari anaknya sendiri.
"Eh...mamah...ada apa kemari mah, tumben sekali?," ucap tuan Randi.
Ratu sudah merasa bahwa akan terjadi perang dunia di sana dia bisa merasakan bahwa ibunya tuan Randi akan menampar atau melakukan hal kasar lainnya padanya, ternyata dugaannya sangat tepat, ibu tuan Randi menarik jas yang di kenakan Ratu dengan paksa hingga Ratu terjatuh ke lantai lalu ibu tuan Randi berjongkok dan menampar Ratu cukup keras, tuan Randi yang melihat itu langsung saja mendorong ibunya agar menjauh dari Ratu dan dia membantu membangunkan Ratu.
Ibunya yang tak terima karena Randi anaknya sendiri malah lebih membela perempuan itu dibanding dirinya dia semakin kesal dan membentak tuan Randi.
"Benar benar wanita penggoda kurang ngajar, Randi apa yang mau kau harapkan darinya hah?!, kau tidak lihat beta beraninya dia memakai jasmu yang mahal itu bahkan kau lihat pakaiannya saja terbuka seperti itu, tidakkah kau sadar dia bukan wanita baik baik," ucap ibunya tuan Randi dengan keras.
Untung saja ruangan itu kedap suara sehingga tak ada orang diluar sana yang bisa mendengar pertengkaran mereka dengan jelas.
"Diam!!!!, beraninya ibu berkata begitu padanya, sementara ibu sendiri belum tau bagaimana dia sebenarnya," bentak tuan Randi.
__ADS_1
Ratu merasa tak enak dan merasa bersalah dia langsung berusaha menahan tuan Randi dan mengatakan agar tak melawan atau membentak ibunya lagi, karena mau bagaimanapun itu adalah ibunya seseorang yang sudah melahirkannya kedunia.
"Tuan...sudah tuan tidak baik membentak dan bicara kasar pada ibu sendiri," ucap Ratu berusaha menenangkan tuan Randi.
"Aku tidak akan diam saja jika ibuku dalam pengaruh amarnya yang tak mendasar, jika dia salah aku tak mungkin membenarkannya bukan," bentak tuan Randi menjawab ucapan Ratu yang selalu menahan nahan dirinya.
"Cihhh.....dasar wanita penggoda kau masih bisa berpura pura baik dan membelaku hah!, sungguh tak tahu malu," ucap ibu tuan Randi dengan senyum sinisnya.
Tuan Randi sungguh tak bisa menahan amarahnya lagi, dia pun mengambil jasnya yang tergeletak di lantai dan dia memakaikan jasnya pada Ratu, lalu dia menarik lengan Ratu dan meninggalkan ruangan itu.
Itulah satu satunya cara agar pertengkaran mereka tak berujung keributan yang panjang dan supaya tuan Randi tak melakukan hal kasar pada ibunya yang keras kepala dan terus menghina Ratu dihadapannya, Ratu sendiri merasa bingung dan dia sungguh tak bisa berkata kata apapun lagi untuk saat ini hanya mengikuti tuan Randi lah yang bisa dia lakukan, Ratu berjalan ditarik oleh tuan Randi masuk ke dalam lift dengan wajahnya yang masih di penuhi emosi menggebu gebu, Ratu hanya bisa diam dan menunduk apalagi saat mereka berjalan keluar kantor dan para karyawan menatap ke arah Ratu yang ditari dan berjalan cepat bersama tuan Randi, masih bisa terdengar sedikit oleh Ratu bagaimana orang orang saling berbisik dan membicarakannya, Ratu sungguh sudah pasrah dengan semua konsekuensi yang akan dia dapatkan toh semuanya sudah terjadi dan dia juga tak melakukan kesalahan apapun semua ini hanya kesalah pahaman.
Tuan Randi membawa Ratu masuk ke dalam mobilnya dan dia melajukan mobil itu segera keluar dari area kantor entah menuju kemana, Ratu sendiri selama perjalanan tak berani bertanya apapun apalagi mengenai tujuan mereka, sebab dia masih takut kalau tuan Ramdi masih marah padanya ataupun pada ibunya dan jika dia bertanya dalam keadaan seperti itu nanti yang ada tuan Randi malah membentaknya keras.
Walau begitu kepenasaran Ratu tetap tak bisa dia tahan Ratu mencoba melihat ke sekeliling jalanan yang mereka lewati sedari tadi namun sudah lama mengamatinya Ratu tetap saja kebingungan dan belum mengenali daerah yang mereka lewati itu, lama mereka di perjalanan hingga Ratu mulai berpikir bahwa tuan Randi melajukan mobil tanpa tujuan.
"Astaga....ini sudah lama sekali hampir satu jam di perjalanan, sebenarnya dia mau membawaku kemana, ahhhh bagaimana kalau dia hanya melajukan mobil tanpa tujuan dan kita malah kesasar aduhh.....bagaimana ini," gumam Ratu yang berpikiran kemana mana.
__ADS_1