PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
SELESAI UJIAN


__ADS_3

Setelah selesai melaksanakan ujian ratu segera bergegas untuk pulang, ratu berdiri tepat di samping gerbang sekolah,menunggu taxi online yang sudah di pesannya tadi, 5 menit, 10 menit sampai 15 menit ratu terus menunggu taxi online nya itu tapi tak kunjung datang juga hingga ada panggilan telpon dari supir taxinya itu bahwa dia tidak bisa menjemput ratu karena ban mobilnya bocor, ratu menghela nafas panjang dan membuangnya kasar lalu dia mulai berkata.


"tidak apa apa pak, terimakasih sudah memberitahu saya"


Sesabar itukah ratu yang selalu memaafkan siapapun yang mengecewakannya.


Ratu pun memilih untuk berjalan sambil mencari taxi yang lewat, dan tak lama datang sebuah mobil mewah memberi klakson, hingga ratu refleks menengok ke arah mobil tersebut yang ternyata keluarlah zidan juga steven dari dalam mobil itu.


Ratu....kamu mau kemana ko jalan kaki sendirian? (tanya steven)


Eummm...itu ka, aku mau ke ru...(ucap ratu yang terpotong oleh zidan)

__ADS_1


Belum juga ratu menyelesaikan ucapannya eh zidan sudah nyamber duluan, membuat ratu kesal saja dengan tingkahnya yang tidak sopan itu menurut ratu, karena memotong ucapan orang bukanlah hal yang baik.


Dia mau ke rumahku, mulai kemarin dia bekerja di rumahku, sebagai pelayan untuk merawat oma, stev (ucap zidan yang memotong ucapan ratu tadi)


Oh gitu, ya udah kalo gitu kamu bareng aja ya tu, ini aku juga mau nganterin zidan ke rumahnya, yuk masuk (ajak steven ramah)


Ihhhh, kenapa ka steven jadi ramah dan baik gini, bikin aku keheranan aja deh (gumam ratu dan langsung mengikuti zidan juga steven masuk kedalam mobil)


E..e..ehhh, lo ngapain duduk di situ hah?, sana pindah ke belakang tukeran sama ratu, lo kan tau ratu itu pacar gue jadi dia yang harus duduk di samping gue bukan lo (ucap steven)


Dihhhh, bucin loh, duduk aja ribet (ucap zidan sambil berpindah)

__ADS_1


Sementara ratu hanya tersenyum menahan tawa melihat tingkah konyol dua pria yang tengah bersamanya kini.


Kini mereka semua sudah berada di dalam mobil dan steven segera melajukannya dengan cepat, menuju kediaman zidan, hingga setelah sampai di sana ratu segera turun bersama zidan sementara steven kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya sendiri, setelah mobil steven sudah tak nampak lagi, zidan langsung menarik ratu untuk masuk kedalam rumah, sementara ratu hanya mengikuti kemauan steven saja, karena saat ini dia sedang malas meladeni siapapun apalagi untuk berdebat, justru kini dia tengah waswas dengan keadaan mamahnya yang ada di rumah sakit.


Saat masuk ke dalam rumah nampak oma tengah duduk di kursi roda menghadap ke arah ratu juga zidan yang tengah bergandengan tangan, tiba tiba saja oma tersenyum saat melihat ke arah mereka, yang sontak membuat zidan juga ratu gelagapan serta langsung melepaskan genggaman mereka.


Oma pun menghampiri ratu.


Nak maafkan oma ya, kemarin oma sebenarnya hanya ingin mengetes kamu, dan ternyata hanya kamulah orang yang lulus dalam tes oma untuk menjadi pelayan khusus untuk merawat oma (ucap oma penuh kejujuran)


Iya oma, ratu paham ko, dan ratu juga sudah memaafkan oma, bahkan sudah melupakan semua kejadian saat itu (ucap ratu sambil tersenyum dan membungkuk menyetarakan tubuhnya dengan oma)

__ADS_1


__ADS_2