PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Kedekatan dengan Zidan


__ADS_3

Ratu gugup dan menatap dengan bingung ke pada tuan Randi yang tidak biasanya datang ke kantin kantor yang baginya tidak bersih dari segi makanan dan tempat yang tidak cukup luas.


"Maaf tuan kenapa anda ke mari?, Di mana sekretaris Han?" Tanya Ratu yang khawatir sekretaris Han akan memarahinya,


"Saya kemari tentu saja untuk makan siang, dan kau jangan khawatir tentang Han sebenar lagi dia juga akan kemari" jawab tuan Randi dengan santai dan terus menatap Ratu.


Mendengar bahwa sekretaris Han akan segera ke tempat itu Ratu kaget dan dia kebingungan.


"Aduh gawat aku harus pergi dari sini" gumam Ratu merasa cemas,


"Ratu kenapa kau seperti panik?" Tanya tuan Randi,


"Tidak apa apa tuan saya hanya tidak lapar kalau begitu saya pergi lebih dulu silahkan nikmati makan siang anda" ucap Ratu dan segera pergi dengan tergesa gesa,


Tanpa Ratu sadari saat itu Zidan masih ada di kantor Randi dan mereka tak sengaja berpapasan saat Ratu baru keluar dari kantin.


"Ratu kenapa kau terburu buru begitu?" Tanya Zidan menghentikan Ratu,


Ratu yang melihat sekretaris Han keluar dari dalam lift dia tidak ingin berhadapan dan harus berdebat lagi dengan sekretaris Han akhirnya Ratu terpaksa segera menarik tuan Zidan dan mereka bersembunyi di balik tembok yang sempit di samping lift, tuan Zidan merasa kebingungan dan dia terus bertanya pada Ratu namun Ratu segera menutup mulut Zidan dan menyuruhnya agar diam.


"Sssttt... Nanti aku akan jelaskan" ucap Ratu meyakinkan Zidan,


Jarak mereka sangat dekat karena berhimpitan di sebuah ruang sempit hingga badan mereka menempel dengan erat, Ratu yang pendek dan Zidan yang tinggi sehingga dagu Zidan tepat mengenai pucuk kepala Ratu dan wajah ratu yang tepat menempel pada dada bidang milik Zidan, bahkan nafas mereka saja bisa mereka rasakan satu sama lain, Zidan yang mulai salah tingkah karena badan Ratu menempel dengan badannya dia sudah menahan keringat dingin sekuat tenaga, sedangkan Ratu sama sekali tidak sadar dengan keadaan itu, dia terus saja menatap ke arah sekretaris Han dan khawatir dia akan ketahuan.

__ADS_1


Di tambah sekretaris Zidan yang mencari cari keberadaan Zidan dan malah menanyakannya pada sekretaris Han tepat di depan persembunyian Ratu dan Zidan berada, hingga beberapa saat kemudian mereka pergi dari sana dan Ratu barulah bisa bernapas lega dan melepaskan tangannya yang menutupi mulut Zidan.


"Hah... Akhirnya mereka pergi juga" ucap Ratu yang merasa lega dan tak sadar menyenderkan kepalanya pada dada Zidan,


Zidan baper tak karuan dan dia merasa sangat senang senyum mengembang di wajahnya sampai Ratu tersadar dengan keadaan mereka yang sangat dekat bahkan menempel.


"Astaga... Aku lupa" gumam Ratu yang baru sadar,


Ratu segera keluar dari sana begitu juga dengan Zidan dan suasana canggung diantara merekapun tak ter elakkan, Ratu langsung beralasan dan pergi masuk ke dalam lift dengan tergesa gesa.


" Ahh.. aku ... Aku masih ada pekerjaan aku pergi dulu sampai jumpa Zidan" ucap Ratu dan segera pergi,


Zidan yang masih terpikirkan kejadian tadi dia hanya tersenyum dan membalas lambaian tangan Ratu, dia tertunduk dan tersenyum senang sambil memegangi dadanya yang tadi dijadikan sandaran oleh Ratu, tanpa harus susah payah secara tidak sengaja Zidan sudah bisa memeluk Ratu, dia sangat senang hari itu dan bahkan sempat mengajak sekretarisnya untuk makan di restoran mewah dan dia yang membayar semuanya.


"Ratu kau ini bodoh sekali kenapa malah sedekat itu dengan Zidan, ahhh bisa bisa Zidan malah ke gr an bagaimana ini, ayolah Ratu kamu juga baper barusan hah... perasaan ini membingungkan" ucap Ratu sambil menggigit ujung kuku jarinya,


Ratu berusaha melupakan kejadian tadi dan berusaha fokus dengan pekerjaannya namun sial sudah tidak ada pekerjaan yang bisa dia kerjakan dia pun pergi ke dapur untuk menyeduh kopi, berharap dengan segelas kopi hangat bisa sedikit menenangkan pikirannya.


Saat tengah menyeduh kopi tak sengaja Ratu bertemu dengan sekretaris Han yang tengah uring uringan sambil menyeduh kopi tepat di samping Ratu, Ratu hanya melihatnya sekilas.


"Hah...benar benar aneh kenapa bos jadi aneh sekarang, sekejap makan siang di kantin padahal dia tau sendiri kantin kantor itu hanya untuk karyawan kelas bawah bisa bisanya memaksaku makan di sana arghh menyebalkan" ucap sekretaris Han menggerutu,


Ratu kaget saat mendengar gerutuan sekretaris Han sampai membuat kopi yang berada di tangannya tumpah ke lantai.

__ADS_1


Sekretaris Han yang melihat ke gugupan Ratu dia langsung berjalan menghampiri dan menyelidiki dengan seksama.


"Kenapa kau tiba tiba gugup saat aku menggerutu, jangan bilang kau mau mengadukannya pada tuan Randi, awas saja kau huh!" Ancam sekretaris Han,


"Siapa juga yang akan mengadu aku bukan orang seperti itu, dan asal kau tau tuan Randi makan di sana mungkin karena kantin kantor itu tidak seburuk rumor yang tersebar kau saja yang terlalu sok sehat" jawab Ratu dengan memonyongkan bibirnya,


Sekretaris Han meneriaki nama Ratu dengan penuh emosi sedangkan Ratu segera berlenggang pergi dari sana karena sudah puas membuat sekretaris Han marah.


"Haha.. rasakan itu dia pasti merasa kesal dan jengkel padaku, siapa suruh dia juga selalu membuatku naik darah" ucap Ratu sambil tersenyum puas dan kembali ke ruangannya.


Sekretaris Han kembali ke ruangan Randi dengan wajah yang dongkol karena masih menyimpan kekesalan pada Ratu dan menceritakan soal Ratu yang selalu membuatnya jengkel sekretaris Han bahkan berusaha membujuk tuan Randi agar menugaskan Ratu di anak perusahaan lain asalkan jangan bersamanya.


"Tuan ayolah kenapa kau masih mau mempekerjakan dia padahal dia itu tidak ada gunanya lihatlah dia hanya duduk tak ada kerjaan dan bermalas malasan saja" ucap sekretaris Han,


"Memang kerjanya itu bukan untuk di kantor tapi untuk dirumah kau tidak akan paham Han, banyak banyaklah bersabar" jawab tuan Randi sambil tersenyum pada sekretaris Han.


Sekretaris Han pun tidak bisa berkutik lagi karena sekuat tenaga dia membujuk tuan Randi keputusannya tetap sama, dan sekretaris Han semakin cemas dengan tuan Randi juga Ratu, kedepannya dia harus menyembunyikan semua kedekatan mereka yang tidak biasa dari mata publik dan dari keluarga Randi yang bisa saja akan membuatnya dipecat dari jabatan sekaligus sebagai orang kepercayaan keluarga Randi.


"Tuan kalau kau terus dengan ambisi mu itu, aku tidak tau sampai kapan bisa menyembunyikan nya" ucap sekretaris Han seakan memberikan peringatan"


"Kau berusaha saja Han setidaknya sampai aku berhasil mendapatkan hatinya" jawab Randi dengan santai.


Sekretaris Han hanya bisa mengangguk dan dia kembali ke ruangannya sambil membawa beberapa berkas penting, selama ini memang sekretaris Han yang sudah menyembunyikan semua kedekatan tuan Randi dengan beberapa wanita lain yang hanya dijadikan teman kencan atau menemaninya ke sebuah acara perjamuan perusahaan dan bisnis selebihnya semua itu selalu aman dan Randi hanya memakai mereka untuk beberapa saat sampai ketika Ratu datang dan membuat sekretaris Han jengkel setiap saat sebab sifat dan karakternya yang berbeda dengan wanita pada umunya.

__ADS_1


__ADS_2