PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
MENYETUJUI UNTUK MENEMUI OMA RIKA


__ADS_3

Ratu berdiri di parkiran sambil memegangi sepedanya dan dia bingung harus bagaimana karena tidak mungkin dia pergi ke kantor menemui sekretaris Han dan tuan Randi dengan memakai pakaian seperti ini padahal jelas jelas tuan Randi sudah memperingatinya begitu juga dengan sekretaris Bay dan dia juga gengsi dan malu bila harus berkata jujur bahwa semua pakaiannya tidak ada satu pun yang seperti itu.


"Ahhh...bagaimana ini," ucap Ratu penuh kebingungan.


Lagi lagi saat Ratu pusing memikirkan masalahnya kak Zidan datang dan berdiri di hadapannya sambil tersenyum menatapnya.


"Ada apa lagi?," tanya Ratu.


"Harusnya aku yang bertanya bagaimana keputusanmu apa mau menemui oma Rika di akhir pekan atau tidak?," tanya kak Zidan.


Lama Ratu berpikir hingga sebuah ide muncul dalam benaknya untuk menyelesaikan semua masalahnya sekaligus, Ratu pun mengangguk dan menyetujui untuk menemui oma Rika di akhir pekan namun dengan satu syarat.


Kak Zidan mengerutkan kedua alisnya merasa bingung dan tumben tumbennya Ratu meminta imbalan seperti ini atas apa yang akan dia lakukan bagi orang lain, namun kak Zidan tak masalah.


"Oke apa syaratnya?," ucap kak Zidan.


"Bisakah kakak belikan aku pakaian yang rapih seperti yang sering digunakan seorang sekretaris wanita di sebuah perusahaan?," tanya Ratu mengatakan keinginannya dengan sedikit malu.


"Ohh...jadi ini syarat yang kau maksud itu," jawab kak Zidan sambil tersenyum kecil.


Ratu pun merasa sedikit malu saat melihat reaksi dari kak Zidan namun dia harus mengubur rasa gengsi dan malunya itu agar semua masalahnya selesai.

__ADS_1


Kak Zidan pun mengajak Ratu untuk ikut bersamanya membeli pakaian yang dimaksud Ratu saat itu juga, Ratu sangat senang dan dia langsung mengangguk penuh semangat dan mengikuti kak Zidan segera masuk ke dalam mobil bersama.


Sementara kak Zidan merasa senang juga sebab keinginan omanya bisa terkabul dan seandainya saja keinginan oma nya itu tidak bisa dia kabulkan bisa bisa dia yang akan mendapatkan hukuman dari omanya itu, entahlah semenjak kejadian saat pertama kali Zidan membawa Ratu ke kediamannya dan memperkenalkan Ratu pada oma nya itu, oma Rika menjadi sangat menyukai Ratu walaupun kelihatannya dari luar oma Rika sangat tegas dan sedikit menyeramkan namun hatinya sangat baik dan lembut dan sejak dulu hingga saat ini hanya Ratu lah satu satunya wanita yang mendapatkan restu dan dukungan dari oma Rika agar menjadi pasangan Zidan bahkan oma Rika berharap bisa menikahkan Ratu dengan cucu kesayangannya itu.


Walaupun Zidan juga menyukai Ratu tapi dia tidak bisa memaksakan perasaan Ratu dan tidak mau membuat atau memanfaatkan omanya sebagai jembatan agar dia bisa lebih dekat dengan Ratu, dan saat oma Rika mengetahui bahwa Steven sudah bukan pacar Ratu lagi, dia tiba tiba saja langsung sangat bersemangat dan menyuruh Zidan agar segera mendekati Ratu dan cepat jadikan dia kekasihnya karena oma Rika bilang Steven sudah menyia nyiakan wanita terbaik di negri ini atau bahkan di dunia karena tak semua orang bisa sebaik dan setulus Ratu apalagi dia sudah lolos ujian dari oma Rika makanya oma sangat mengharapkan Ratu bisa menjadi bagian dari keluarganya dengan menikahi Zidan.


...****************...


Beberapa menit di perjalana, mereka pun sampai di sebuah toko pakaian yang cukup besar, Ratu dan Zidan segera pergi masuk dan Ratu langsung memilih beberapa pasang kemeja berwarna putih, biru, abu abu dan warna greyy, semua itu adalah warna kesukaan Ratu dan tak lupa Ratu juga memilih beberapa rok yang modelnya mirip dengan rok span yang dibelikan sekretaris Han padanya hari itu. setelah memilih 5 pasang pakaian Ratu baru menarik tangan Zidan ke depan kasir untuk membayar semua pakaian yang dia pilih, Zidan tak banyak bicara dan langsung membayarnya dengan singkat lalu merekapun kembali ke mobil, saat Zidan melirik ke arah Ratu yang duduk di sampingnya dengan wajah ceria dan berseri seri setelah membeli semua pakaian tadi, Zidan pun turun senang namun dia merasa bingung kenapa Ratu hanya membeli pakaian model seperti itu saja yang sudah jelas semua itu memang pakaian yang biasa dipakai saat bekerja khususnya para sekretaris perempuan di sebuah perusahaan, Zidan bisa tau itu sebab sekretarisnya Hana selalu memakai pakaian seperti itu.


Karena penasaran Zidan pun menanyakannya saat mereka masih tengah di perjalanan kembali ke kampus sebab Ratu meminta agar diantarkan ke kampus lagi.


"Ratu kenapa kau hanya membeli pakaian itu saja?," tanya Zidan penasaran.


"Haha...memangnya kamu mau pakai semuanya saat ke kampus?," tanya Zidan sambil tertawa.


"Apa?, tentu saja tidak, mana mungkin aku memakainya ke kampus bisa bisa aku dibully semua orang," ucap Ratu menyanggah dengan kuat.


"Lalu untuk apa lagi?," tanya Zidan.


"Yah untuk ngantor lah apa lagi coba," jawab Ratu kesal.

__ADS_1


Mendengar ucapan Ratu Zidan membulatkan matanya sempurna dan dia sangat tidak percaya dengan apa yang diucapkan Ratu sehingga dia malah menertawai Ratu dan mengatainya yang aneh aneh sehingga membuat Ratu kesal.


"Ahahahaha.....kau ini apa kau sadar mana bisa bekerja di sebuah perusahaan menjadi sekretaris sedangkan kuliahmu saja belum selesai," jawab Zidan sambil tertawa ringan.


"Ishhhh....kalau tidak percaya ya sudah, jangan meledekku," ucap Ratu semakin kesal sambil cemberut dan melipat kedua tangannya di dada.


Zidan tersenyum merasa gemas melihat wajah Ratu yang tengah merajuk dan merasa kesal pada dirinya.


"Marah seperti itu saja dia masih terlihat manis, ahhh itu sungguh sangat menggemaskan," gumam Zidan sambil terus mencuri curi pandang pada Ratu padahal dia tengah menyetir.


Ratu pun mengetahui apa yang dilakukan Zidan namun dia membiarkannya saja dan terus berpura pura tidak tau sampai lama kelamaan Ratu merasa resah dan risih dengan tatapan dari kak Zidan.


"Kak.....berhenti menatapku begitu," ucap Ratu sambil menatap Zidan yang terciduk olehnya.


"A...apa?, aku tidak menatapmu se sering itu kok, hanya memastikan apa kau masih merajuk atau tidak, begitu," ucap kak Zidan berusaha menjelaskan.


"Kau tidak bisa membohongiku dengan ucapanmu itu, matamu tidak bisa berbohong kak Zidan," jawab Ratu.


"Nah itu kau tau jadi harusnya kau percaya padaku, karena aku tidak seperti mantanmu," jawab kak Zidan yang menyindir Steven.


"Apa hubungannya dengan kak Steven kalian berdua sama saja menurutku," jawab Ratu yang membuat kak Zidan tak terima di sebutkan seperti itu.

__ADS_1


Kak Zidan menghentikan mobil tepat di depan parkiran yang tak jauh dari tempat Ratu menaruh sepedanya tadi, tapi saat Ratu hendak turun dari mobil kak Zidan menarik lengannya.


"Ingat yah jangan pernah samakan aku dengan dia, walaupun kita bersahabat bukan berarti sikap kami sama," ucap kak Zidan tegas lalu melepaskan tangan Ratu dan membiarkan Ratu keluar dari mobilnya.


__ADS_2