
Tuan Zidan hanya menahan senyum mendengar ucapan Ratu yang sangat menggemaskan dimana dia tidak mau di sebut lucu, manis menggemaskan dan seperti anak kecil padahal tingkahnya itu sangat menggemaskan bagi dirinya walau tuan Zidan juga menyadari Ratu sudah banyak berubah semenjak dikhianati oleh sahabatnya Steven.
Tak lama merekapun samlai di sebuah cafe ternama di kota itu, Ratu langsung turun bersama kak Zidan dan mereka menikmati kopi late bersama di sana, sama seperti biasanya Ratu selalu mebikmati setiap makanan atau minuman apapun yang masuk ke dalam mulutnya dan dia selalu memancarkan aura ceria dan cerah dalam dirinya dalam setiap saat.
Bahkan saking menikmatinya Ratu meminum kopi latenya dengan eksfresi yang dibuat buat.
"Eummm....eummmm enak banget manisnya pas," ucap Ratu sambil tersenyum dan bibirnya belepotan.
Kak Zidam tertawa lepas melihat mulut Ratu yang belepotan seperti itu sehingga bagian atas mulut Ratu seperti terdapat kumis, kak Zidan oun membersihkannya dengan tisyu sedangkan Ratu langsung membulatkan matanya sempurna dan diam membuku tak bisa bergerak saat kak Zidan menyentuh bibirnya itu.
"Astaga....ternyata kak Zidan romantis juga yah, kenapa aku baru sadar kalau dia juga tampan," gumam Ratu yang terhanyut dengan suasana.
"Ahhhh...astaga.....apa yang sudah aku pikirkan," ucap Ratu sambil menggelengkan kepalanya dan memundurkan kursinya menjauh agar kak Zidan tak bisa menjangkaunya.
"Kenapa?," ucap kak Zidan yang merasa heran melihat Ratu tiba tiba mendorong kursinya sendiri dan mengatakan kalimat yang membingungkan.
"Eumm....ti..tidak kak tidak papa," ucap Ratudengan senyum yang gugup.
Zidan pun memperbaiki duduk nya kembali begitu juga dengan Ratu, suasanapun menjadi canggung dan Ratu menjadi sedikit malu juga salah tingkah karena perlakuan dari Zidan barusan padanya.
"Aduh....kok malah jadi canggung gini yah, gak enak mending kita pulang aja yuk kak hehe," ucap Ratu sambil tersenyum garing.
__ADS_1
Kak Zidan yang sama canggungnya diapun mengiyakan permintaan Ratu dan mereka segera pergi ke mobil, kak Zidan mengantarkan Ratu pulang ke rumahnya, dan sesampainya di depan rumah sambil membantu membawakan beberapa paper bag yang isinya sepatu high hils juga gaun dan beberapa pakaian lainnya yang dibelikan oma Rika untuk Ratu, mamah Diva yang melihat Ratu lagi lagi pulang diantarkan oleh tuan Zidan ditambah dia membawa banyak sekali paper bag yang berukuran besar, dia merasa heran.
"Loh...tuan Zidan, terimakasih sudah mengantarkan Ratu," ucap mamah Diva.
"Sama sama tante, kalo begitu saya permisi pulang," jawab kak Zidan lalu bersalaman.
Setelah kepulangan tuan Zidan mamah Diva langsung menarik lengan Ratu dan memawanya masuk ke dalam rumah sekaligus segera memasukan semua barang bawaannya yang banyak itu.
"Ratu apa yang sudah kamu lakukan katanya mau menemui omanya saja, tapi kok pulang bawa banyak belanjaan begini sih," ucap mamah Diva bertanya.
"Mamah tenang saja semua ini hanya pemberian dari oma Rika bukan tuan Zidan, Ratu juga tidak tau kenapa oma Rika sangat menyukai Ratu padahal saat awal bertemu dia sama sekali tak melirik Ratu sedikitpun dan nampak sangat kejam," jawab Ratu dengan jujur.
"Kalau begitu kenapa kamu malah menerimanya begitu saja?," tanya mamah Diva.
"Habisnya mau bagaimana lagi mah, Ratu juga tidak enak jika tak menerimanya, lagi pula itukan pemberian dari orang tua masa Ratu tidak menghormatinya sih," jawab Ratu menjelaskan karena memang saat itu dia tidak bisa menolak pemberian dari oma Rika.
Jikalau saat itu Ratu menolaknyapun dia yakin oma Rika akan memaksanya apalagi oma Rika membelikan semua itu tanpa memberitau Ratu dahulu kalau ternyata dia membelanjakan semua itu untuk Ratu.
Setelah mendengar penjelasan dari Ratu mamah Diva pun mencoba mengerti dan dia meminta agar Ratu tidak menerima barang apapun lagi dari tuan Zidan apalagi jika dia tidak mencintainya karena mamah Diva takut jika keluarga Zidan sengaja berlaku baik pada mereka karena ada maunya atau bisa di bilang ada rencana dan tujuan di balik kebaikannya.
"Astaga....mamah, kenapa seudzon gitu?," tanya Ratu.
__ADS_1
"Sayang mamah bukannya seudzon tapi kita juga harus waspada mamah sudah lebih sering mendapatkan hal hal seperti ini sebelumnya jadi mamah tidak mau kamu melakukan kesalahan yang pernah mamah lalui," jawab mamah Diva sambil mengelus rambut Ratu penuh kasih sayang.
Ratu pun mengangguk dan dia berjanji tidak akan menerima barang barang lain lagi dari siapapun kecuali jika memang semua itu diberikan ketika mereka mencintai Ratu dengan tulus atau memiliki hubungan khusus dengan Ratu.
Setelah semuanya selesai mamah Diva juga ikut membantu Ratu memberekan semuanya dan mamah Diva benar benar takjub juga kaget melihat bandrol harga dari tiap pakaian yang diberikan oleh oma Rika itu kepada Ratu.
"Astaga....Ratu satu pakaian ini saja harganya sampai setengah juta, ahhhh mamah tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika nanti oma Rika itu meminta kamu mengembalikan semua ini," ucap mamah Diva yang masih merasa khawatir.
"Mah...sudahlah mamah tenang saja Ratu hanya akan mengenakan pakaian pemberian oma Rika jika ingin bertemu dengannya saja," jawab Ratu sambil tersenyum.
Mamah Diva pun mengangguk dan melanjutkan menata semua pakaian ke dalam.lemari berukuran kecil di kamar Ratu, setelah selesai mamah Diva segera pergi berbelanja bahan bahan pembuatan kue karena semua stok bahan bahannya habis sedangkan Ratu menyiapkan air untuknya mandi, tubuhnya terasa sangat lengket karena sedari tadi tak sempat mandi, setelah mandi dan tubuhnya sudah terasa segar Ratu lanjut membereskan kamarnya juga semua bagian rumah mulai dari menyapu mengepel lantai hingga mengelao kaca rumah dan menyapu halaman kecilnya, saat Ratu baru selesai membersihkan seisi rumah mamah Diva baru pulang dari berbelanja dan dia tersenyum senang melihat rumah yang sudah rapih.
"Wahhhh....putri mamah rajin sekali, terimakasih yah sayang sudah membersihkannya," ucap mamah Diva berterimakasih.
"Aishhh....mamah apaan sih, masa sama anaknya sendiri bilang gitu, ini kan sudah kewajiban Ratu juga membanyu mamahnya," jawab Ratu.
"Iya iya, kalau gitu bantuin mamah membuat adonan kue yuk, supaya kamu juga bisa belajar membuatnya," ucap mamah Diva meminta bantuan.
"Ayoo...mah Ratu juga ingin sekali bisa membuat kue," jawab Ratu antusias dan penuh semangat.
Mereka berdua pun membuat adonan kue bersama di dapur, sambil sesekali mengobrol membicarakan masalah kuliah Ratu juga dagangan mamah Diva yang selalu habis setiap harinya, sesekali Ratu juga bercanda dan menggoda mamah Diva untuk mencari ayah baru untuknya.
__ADS_1