PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
MENEMUI RATU


__ADS_3

Selang beberapa saat Zidan terus berusaha membujuk ibu Grasela, akhirnya ibu Grasela menyerah dan dia menuruti keinginan putranya itu, dia terpaksa kembali ke Singapura karena ada beberapa urusan penting di perusahaan pusat yang membutuhkan kehadirannya, Zidan mulai merasa lega saat mengetahui esok pagi ibunya akan pergi dan tidak akan ikut campur dengan urusannya lagi, dia pun bisa sedikit tenang mengurusi urusan perusahaan juga pendekatannya pada Ratu.


...****************...


Di sisi lain tuan Randi yang diam diam terus mengawasi pergerakan perusahaan Zidan dia sedikit merasa bangga atas pencapaian yang di dapatkan Zidan, dan pembelajarannya selama ini ternyata tidak sia sia, Randi mulai mikirkan mengenai Ratu dia masih belum sadar sepenuhnya apakah dia benar benar memiliki perasaan pada Ratu atau tidak, di usianya yang terbilang tidak muda lagi Randi bahkan selalu menutup diri dari semua perempuan yang mengejar ngejar dirinya, dia selalu merasa bahwa semua wanita hanya mengincar ketenaran, kedudukan atau uangnya saja, namun dia penasaran dengan Ratu karena dulu selama Ratu bekerja di sampingnya dia sama sekali tak melihat ada ketertarikan dari Ratu untuk dirinya, itulah yang membuat Randi semakin penasaran pada Ratu.


Hingga kini Randi memutuskan untuk mencoba mendekati Ratu sekedar untuk mencari tau apakah Ratu sama dengan perempuan lainnya atau tidak, Randi segera bersiap siap merapihkan dirinya dan menyuruh sekretaris Han untuk menyiapkan mobil pribadi untukku dan dia memilih untuk menyetir seorang diri.

__ADS_1


"Sekretaris Han siapkan mobil pribadi untukku" ucap Randi dengan tegas.


Sekretaris Han bersi keras meminta agar dia bisa menemani tuan Randi namun Randi mengancamnya sehingga sekretaris Han hanya bisa menuruti keinginan tuannya itu.


"Tuan biar saya yang menyetir" ucap sekretaris Han sambil menunduk.


Walau sudah diberikan peringatan oleh tuan Randi, sekretaris Han tetap saja mengikuti mobil tuannya menggunakan taxi dan menyamar memakai pakaian yang berbeda dari sebelumnya, sekretaris Han hanya merasa takut dan khawatir akan terjadi sesuatu pada tuannya, selebihnya dia penasaran kemana tuannya itu akan pergi, sepanjang perjalanan sekretaris Han sudah menduga dan mencurigai pasti ada yang tidak beres, dan ternyata dugaan dan kepenasarannya terbayar saat dia tau kalau tuan Randi ternyata kembali ke toko bunga kecil di pinggiran kota yang tak lain adalah toko milik Ratu, emosi sekretaris Han memuncak seketika saat dia melihat tuan Randi masuk ke dalam toko bunga tersebut, sekretaris Han langsung keluar dari taxi dan berjalan mengendap ngendap mengikuti tuan Randi masuk ke dalam toko, kebetulan sekali saat itu Ratu juga tengah berada di toko dan dia baru saja selesai menata tanaman tanaman baru yang segar di dalam pot cantik miliknya, tanpa Ratu sadari di belakangnya sudah ada Randi yang berdiri tegak dengan kedua tangan yang disilangkan ditambah tatapannya yang begitu tajam menatap ke arah Ratu yang sedang asyik menata pot pot bunga kesayangannya sambil bersenandung.

__ADS_1


Saat Ratu membalikkan badan dia kaget dan refleks hampir melemparkan pot bunga yang dia pegang pada wajah Randi, untunglah saat itu sekretaris Han muncul dan menahan pot itu sehingga tidak mengenai wajah tuan Randi.


"Aaa.....siapa kau?" ucap Ratu berteriak sambil melempar pot bunga di tangannya.


Sekretaris Han mengambil pot itu dengan cepat dan dia langsung memarahi Ratu habis habisa.


"Hei...dasar kau gadis berandalan, selalu saja sembrono apa kau tidak lihat ini tuan Randi, buka matamu lebar lebar, maen lempar saja" ucap sekretaris Han yang mengomel sambil menaruh pot bunga ke meja dengan keras.

__ADS_1


__ADS_2