PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
DIHUKUM RANDI


__ADS_3

Selesai meeting Randi pergi mencari Ratu, sampai dia berani masuk untuk pertama kalinya ke ruang istirahat ob.


"*Ra*tuu.....Ratuuuu," teriak Randi.


Semua para cleaning service menatap ke arah Randi dan merasa takut karena mendengar dia meneriaki salah satu ob di sana, Cici yang saat itu juga mendengar teriakan Randi dengan cepat dia mencari Ratu ke dapur.


"*R*atu...Tu....cepetan ke ruang istirhat hos hos hos...," ucap Cici ngos ngosan.


"*A*paan sih lo Ci, apa lo gak liat gue lagi bikin kopi buat para karyawan," jawab Ratu.


"*I*ni gawat Tu, pak Randi," ucap Cici dengan wajah yang panik


"*P*ak Randi apa sih?, gak jelas tau gak?," jawab Ratu bingung.


"*P*ak Randi nyariin lo di ruang istirahat cleaning service sambil teriak teriak," jawab Cici.


"*A*pa?!!!," ucap Ratu kaget dan langsung berlari menghampiri Randi.


Ratu segera masuk ke dalam ruangan mencari keberadaan Randi namun tidak menemukannya hingga dia terus masuk ke dalam ruangan melihat semua rekan kerjanya tengah berjajar rapih membuatnya sedikit heran karena biasanya mereka selalu sibuk dengan pekerjaan masing masing atau banyak yang mengobrol dan bercanda.


"*A*neh ko mereka berjajar sambil nunduk gitu, ada apa ya, atau jangan jangan...," gumam Ratu menduga duga.

__ADS_1


Tak lama Randi meneriakinya.


"*R*atu Salsabila!!," teriak Randi sambil menghampiri Ratu.


Ratu membulatkan matanya dan berdiri membeku menatap Ratu yang tengah bertanya pada semua rekan rekannya di sana.


Lalu Randi menarik tangan Ratu dan membawanya menuju ke ruangan nya, Ratu tidak memberontak karena saking takutnya dan malu karena menjadi pusat perhatian, di perjalanan pun para karyawan banyak yang berbisik bisik membicarakannya.


"*A*duhhh...ini pak Randi kenapa pake narik gini sih, akukan jadi bahan gosip semua orang," gumam Ratu.


...****************...


"*M*a..maaf pak...apa saya melakukan kesalahan hingga membuat anda semarah ini?," tanya Ratu gugup memberanikan diri.


"*K*amu selalu saja membuat saya kesal tau gak," ucap Randi sedikit membentak.


"*A*pa yang saya lakukan memangnya?," tanya Ratu bingung.


"*A*hhhh...sudahlah jika saya ucapkanpun kamu pasti tidak akan paham, dasar gadis cupu," ucap Randi kesal.


"*S*aya memang cupu pak makanya bapak harus memberitau saya apa kesalahannya," ucap Ratu kesal karena dikatai cupu.

__ADS_1


"*K*enapa tadi kamu malah pergi saat sekretaris Diah mau meminta maaf atas kesalahannya padamu hah?!!!," ucap Randi bertanya.


"*O*h...jadi karena itu bapak marah," ucap Ratu.


"*J*angan panggil saya bapak, karena saya bukan bapak kamu paham!," ucap Randi.


"*B*aik tuan maaf," ucap Ratu meminta maaf.


"*K*amu akan saya hukum karena sudah melakukan kesalahan," ucap Randi.


"*Lo*h ko gitu sih pak, sayakan cuman gak mau masalahnya jadi panjang makanya saya mengalah," ucap Ratu membela diri.


"*P*okoknya saya tidak mau tau kamu akan saya hukum menyiram taman kecil di depan kantor itu, sendirian," ucap Randi memberikan hukuman.


"*H*mmm....baik pak," jawab Ratu pasrah.


"*H*udahlah lebih baik aku pasrah saja, daripada nanti aku di pecat, mungkin mengalah lebih baik diakan atasan aku," gumam Ratu.


"*A*neh kenapa anak ini jadi penurut sekarang, apa dia salah makan obat, arkhhh sudahlah aku tidak perduli," gumam Randi.


Ratu pun segera pergi dari ruangan Randi dan dia kembali mengerjakan tugasnya seperti biasa

__ADS_1


__ADS_2