PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
BERSAMA OMA


__ADS_3

beberapa saat kemudian setelah hampir 1 jam di perjalanan karena macet akhirnya ratu sampai juga di kediaman zidan, ratu segera masuk ke dalam rumah yang hanya di jaga oleh 1 satpam saja berbeda dengan rumah randi yang sangat ketat dengan penjagaan oleh orang orang bertubuh kekar dan berwajah sangar menurut ratu.


baru saja ratu mau memencet bel namun sudah ada oma dan zidan yang memanggilnya dari belakang, membuat ratu segera menoleh ke sumber suara.


ratu...(ucap zidan dan oma bersamaan)


ehhh...oma, tuan zidan, sejak kapan ada di situ, aku pikir oma dan tuan ada di dalam (ucap ratu)


kami sudah menunggumu sejak tadi tau (ucap zidan sambil melipatkan kedua tangannya di dada)


oh...begitu ya, maafkan saya tuan oma sudah membuat kalian menunggu lama tadi di perjalanan sangatlah macet (ucap ratu jujur sambil menunduk)


sudahlah tidak papa ayo kita ke taman sambil minum teh bersama, oma sangat merindukan moment seperti ini (ajak oma sambil menggandeng tangan ratu juga tangan zidan)


zidan refleks saling pandang bersama ratu saat melihat tingkah oma yang tidak biasa.


dalam tatapan zidan seakan bertanya ala maksud omanya menggandeng tangan mereka secara bersamaan.

__ADS_1


namun ratu tidak mengerti dengan arti tatapan itu dan malah cuek tak menanggapinya.


dasar gadis kepala batu mana akan peka dengan maksudku (gumam zidan yang tidak mendapatkan respon apapun dari ratu)


merekapun duduk bersama di bangku taman dimana oma duduk di tengah tengah antara zidan dan ratu, lama oma bercerita mengenai pengalaman hidupnya yang pahit maupun manis sambil sesekali menatap ke arah ratu dan zidan seakan terdapat maksud dari tatapan itu, sampai tidak di sangka oma tiba tiba menggenggam tangan kanan ratu juga tangan kiri zidan menyatukan tangan mereka di tengah tengah.


zidan ratu oma sangat berharap lebih pada kalian, kalian itu pasangan yang sangat cocok walaupun sekarang kalian sering bertengkah tidak ada yang tidak mungkin benci akan tumbuh menjadi cinta... (ucap oma)


sontak ratu dan zidan langsung menarik tangan mereka masing masing dengan wajah yang gugup dan merah karena malu.


e..ehh...tidak oma, sebenarnya ratu sudah punya pasangan dan pasangan ratu adalah ka steven sahabatnya ka zidan oma (ucap ratu berkata jujur, walau sebenarnya hubungan dia dan stev hanyalah diatas kontrak)


oma tidak perlu sedih ya, ratu akan tetap menjaga oma dan menyayangi oma, kapanpun oma meminta ratu datang untuk menemani oma insyaallah ratu akan datang oma (ucap ratu sambil menggenggam tangan oma untuk meyakinkannya)


iya nak, terimakasih kamu adalah gadis yang sangat baik, steven beruntung sekali mendapatkan gadis sebaik kamu, tapi jika steven menyakitimu jangan segan segan datang kemari ya, zidan pasti akan melindungimu, ya kan zidan (ucap oma sambil melirik zidan)


a...apa? kenapa harus aku yang menjaganya oma, aku juga punya kesibukan di kantor......malas sekali harus melindungi gadis keras kepala sepertinya huh (ucap zidan sambil memalingkan pandangannya)

__ADS_1


sudahlah oma jangan memaksa tuan zidan karena akupun sudah ada yang melindungi, oma tenang saja jika ka stev menyakitiku aku akan pergi dari kehidupannya sejauh mungkin dan aku pasti akan aman karena ada mamah diva juga oma yang sangat menyayangiku (ucap ratu yang membuat hati oma tersentuh)


merekapun saling meluapkan kasih sayang satu sama lain dengan berpelukan, tak terasa waktu terus berlalu dan sangat cepat berlalu kini hari semakin sore dan matahari sudah hampir tenggelam ratupun berpamitan pada oma juga tuan zidan, walaupun awalnya oma meminta ratu untuk menginap di sana tapi ratu terus menolak secara halus karena dia tau mamah diva akan sangat membutuhkannya dan menghawatirkannya jika dia tidak pulang, dan oma juga terus memaksa ratu agar mau diantar pulang oleh zidan, namun saat melihat reaksi zidan yang sepertinya sangat membenci dirinya ratupun tidak mau memaksakan orang lain dan dia juga bersi keras terus menolak untuk diantar pulang oleh zidan.


maafkan aku oma bukannya ratu ingin membuat oma sedih atau apapun itu, tapi jika tuan zidan saja tidak mau mengantarkan ratu untuk apa dipaksakan oma, kalo begitu ratu permisi ya oma....assalamualaikum (ucap ratu dan segera berlalu menaiki taxi online yang sudah dia pesan)


ratu kenapa kau bodoh, sangat bodoh kenapa kau tidak peka terhadapku, aku sebenarnya senang bisa mengantarmu, aku marah karena kau tidak peka dengan kemauan ku yang sebenarnya, aku menyukaimu ratu, sangat menyukaimu...hah sia sia saja mengatakannya dia juga tidak akan mendengarnya (gumam zidan yang frustasi karena dirinya sendiri)


ya memang terkadang lisan sering berdusta dan tidak bisa mengatakan keinginan kita yang sejujurnya, semua itu karena gengsi dan banyak hal, tapi seharusnya jangan buat gengsi mu itu menghancurkan semua nya, mencintai dalam diam itu sakit apalagi hanya bertepuk sebelah tangan, ungkapkanlah masalah dia menerima atau tidak itu urusan belakang, yang terpenting kita sudah memberitaunya bagaimana perasaan kita yang sebenarnya pada orang tersebut, setidaknya itu akan sedikit mengurangi kegundahan dalam hati kita, buang semua gengsi mu itu jika gengsi hanya akan membuat kita semakin jauh dengan orang yang kita sayangi.


#** Author


Readers setiaku tolong jangan lupa like, rate, vote and comment yang mendukung ya, jika ada masukan silahkan ungkapkan boleh di kolom komentar ataupun chat langsung authornya, karena jujur saja author masih dalam tahan belajar menjadi penulis, saya harap kalian semua bisa terhibur dan senantiasa menyukai novel novel karyaku, sekalian jangan lupa ikutin lapak author ya biar bisa chatingan..


izin promo medsos juga ya....xixixixi


ig : @trisintiaastiti

__ADS_1


fb : Tri sintia astiti


yuk buruan di follow author tunggu kedatangannya ya, sekali lagi author ingatkan like, like dan like yang lumayan kan sambil baca tiap episodes terus like deh sehabis membaca itu tidak akan membuat temen temen rugi ataupun habis kuota yang berlebih ya.**


__ADS_2