PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
DI MALL


__ADS_3

Sesampainya di salah satu mall yang lumayan besar dan terkenal di kota tersebut, Mala tak habis habisnya menatap sekeliling dengan mata berbinar dan mulut yang terbuka saking kagumnya, dia merasa sangat senang dan tidak menyangka ternyata dia juga bisa menginjakkan kaki di pusat perbelanjaan semewah itu, Ratu hanya tersenyum dan segera menarik lengan Mala laku mengajaknya untuk masuk ke dalam, saat masuk Mala lebih terpesona lagi melihat pemandangan yang belum pernah dia lihat sebelumnya, barisan toko perhiasan, pakaian dan aksesoris lainnya berjajar rapih juga sangat bersih ada eskalator juga lift di sana, Mala sungguh kegirangan sampai dia melupakan niat awal mereka datang ke sana, Ratu mencoba mengajak Mala untuk pergi mencari toko pot bunga dan mereka segera berjalan menaiki eskalator tapi saat Ratu sudah naik Mala justru malah tertinggal di bawah, alhasil Ratu harus kembali turun menghampiri Mala yang clingukan di bawah.


*Mala kenapa kamu diam saja, ayo kita naik tokonya ada di lantai atas* ucap Ratu sambil menarik lengan Mala.


Namun Mala malah tetap dia dan menatap ke arah eskalator, Ratu bingung dan mulai kembali bertanya.

__ADS_1


*Mala apa kamu tidak pernah naik eskalator sebelumnya?* tanya Ratu menebak.


Ternyata benar saja Mala mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Ratu mencoba meyakinkan Mala agar dia tidak merasa takut saat menaiki eskalator tapi baru saja Mala diajarkan oleh Ratu untuk melangkahkan kakinya perlahan pada eskalator Mala sudah berteriak ketakutan, karena suara Mala yang lumayan kencang beberapa orang di sana mulai memperhatikan ke arah mereka berdua, karena malu Ratu memutuskan tidak jadi naik ke atas dia segera menarik lengan Mala dan membawanya ke salah satu restoran tempat makan di lantai bawah.


*Mala kamu tunggu di sini saja yah, atau kalo kamu nanti bosan kamu bisa jalan jalan untuk melihat toko toko di sini, tapi awas yah jangan jauh jauh dan harus kembali ke sini lagi, aku juga tidak akan lama* ucap Ratu memberitahu.

__ADS_1


*Hah...kamu ini, hentikan wajahmu itu, aku sudah tau maksudmu, ini pakai uangku saja tapi harus cukup yah, awas saja kalau boros* ucap Ratu sambil memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan.


Mala tersenyum senang dan segera mengambil uang pemberian Ratu, selesai dengan urusan Mala, Ratu segera kembali berjalan menaiki eskalator menuju toko pot bunga langganannya, di sana terdapat berbagai macam jenis pot bunga, ada yang bercorak seperti akar berwarna hitam dan putih, ada yang polos, klasik sampai yang terbuat dari material batok kelapa, semuanya indah dan unik, Ratu sudah membeli beberapa Janis pot bunga berukuran kecil yang akan dia gunakan untuk pajangan di toko bunganya, saat hendak membayar tak sengaja Ratu melihat ada sebuah pot berukuran lumayan besar dan cantik, pot itu bernuansa putih dengan sedikit corak batik bintik bintik di bagian bawahnya, lama Ratu menatap pot bunga itu hingga pelayan toko menawarkan pot itu pada Ratu, saat mengetahui harga pot bunganya Ratu tersentak kaget hingga membulatkan matanya sempurna.


Mengetahui ternyata harga sebuah pot itu 50 juta rupiah Ratu langsung ciut, dia mana ada uang sebesar itu bahkan laba dari hasil penjualan di toko bunga tidak sampai di nominal tersebut, akhirnya Ratu harus mengurungkan niatnya, meski dia sangat menyukai pot cantik tersebut dari pertama melihatnya, tapi apalah daya uang tak sampai.

__ADS_1


Di sisi lain tanpa Ratu ketahui kebetulan saat itu CEO Randi bersama sekretaris Han tengah berada di restoran yang sama dimana Ratu menyuruh Mala untuk menunggunya, ya Randi tengah menemui salah satu rekan bisnisnya di sana, karena mall itu milik Randi maka tidak aneh lagi jika Randi dan sekretaris Han selalu memilih restoran di dalam mall itu sebagai tempat pertemuan, tepatnya di salah satu ruangan VVIP.


__ADS_2