
Setelah memutuskan semua urusan di perusahaan selesai Zidan langsung kembali ke rumah dan mengabari Oma mengenai keputusannya, Oma Rika jika langsung memeluk Zidan dia merasa sedih karena akan kembali berpisah dengan cucu semata wayangnya itu.
"Zidan jaga dirimu baik baik ketika di sana yah, kau harus lebih gemuk dari hari ini ketika nanti bertemu denganku lagi dan pastikan harus ada seorang wanita di sampingmu" ucap Oma Rika setelah memeluk Zidan beberapa saat.
"Iya Oma, kau tenang saja aku akan menjaga diriku dengan baik di sana" balas Zidan sambil tersenyum.
Oma Rika merasa tersentuh dengan ucapan Zidan dan mereka berpelukan untuk melepaskan kasih sayang satu sama lain, mungkin setelah hari ini Oma Rika juga tidak akan bisa bertemu dengan Zidan lagi secara langsung dan hanya bisa menghubunginya hanya lewat telpon saja.
Sejujurnya Oma Rika sangat merasa sedih dan terpukul karena dia harus berpisah jauh dengan cucuk semata wayang kesayangannya namun mau bagaimana lagi Oma Rika berpikir jika Zidan tidak menenangkan diri ke luar negeri dan menjauh dahulu dari Ratu.
Mungkin cucunya itu akan semakin terpuruk apalagi jika nanti tuan Randi telah kembali Oma Rika hanya tidak ingin melihat cucunya terus merasa sedih seperti itu.
Cukup lama Oma Rika memeluk Zidan sampai membuat Zidan merasa pegal.
"Oma sampai kapan kau akan memelukku begitu erat seperti ini aku hampir kehabisan nafas" ucap Zidan dengan tersenyum,
Oma Rika segera melepaskan pelukannya dan dia merapihkan jas yang dikenakan oleh Zidan sambil kembali mengusap wajah cucunya itu.
"Zidan berjanjilah pada Oma kau akan hidup dengan bahagia di sana, lupakan perasaanmu pada Ratu dan mulailah hidup baru jangan mengurung dirimu pada kesedihan, itu hanya akan membuatmu terpuruk dan Oma semakin merasa bersalah karena selalu mendesak mu untuk mengejar Ratu" ucap Oma Rika berpesan.
"Iya. Oma tenang saja jangan terlalu mengkhawatirkanku aku ini sudah besar aku bisa menjaga diriku sendiri, lagi pula aku tidak secinta itu dengan Ratu" jawab Zidan samb tersenyum untuk menghibur Omanya.
Oma Rika juga membalas senyuman Zidan dan dia membantu Zidan untuk mengemasi barang barangnya ke dalam koper.
Setelah selesai mengemasi semuanya Zidan mulai beristirahat begitu pula dengan Oma Rika.
Sedangkan di sisi lain Ratu baru saja hendak pulang dia terus berdiri di depan pintu ruang kerja Zidan dia merasa ragu saat hendak mengetuk pintu Zidan sampai akhirnya seseorang memberitahu Ratu jika Zidan sudah pergi dari perusahaan sejak beberapa jam lalu.
__ADS_1
"Sekretaris Ratu sedang apa kau berdiri di depan ruan presdir?, dia kan sudah pergi sejak beberapa jam lalu apa kau tidak tahu?" Ucap karyawan tersebut.
Ratu membelalakkan matanya kaget dan dia pun langsung menjawab ucapan karyawan itu dengan sedikit gugup.
"A..ahh...tidak aku mungkin lupa kalau pak Zidan memang sudah pergi, kalau begitu aku duluan yah permisi" jawab Ratu segera pergi dari sana.
Ratu berjalan lesu kembali ke kediamannya dan dia di sambut oleh Mala yang sudah ceria dan memiliki banyak energi kembali setelah terkurung bersama dengan sekretaris Han selama semalaman.
"Ehh, kak kau sudah pulang aku sudah menunggumu sejak tadi" ucap Mala yang diabaikan oleh Ratu.
Ratu termenung duduk di sofa sehingga dia tidak mendengarkan sapaan dari Mala, dan Mala yang melihat itu dia terus menatap lekat pada wajah Ratu dengan mengerutkan kedua alisnya dengan heran.
"Kak....kak...kak Ratu..." Teriak Mala sedikit kesal.
Akhirnya Ratu tersadar dengan wajah yang linglung dia mulai menatap Mala dan menanyakan lagi apa yang Mala katakan padanya.
Mala pun menepuk jidatnya sendiri dia mulai merasa pusing dengan tingkah kakaknya yang memiliki banyak perubahan dan banyak terjadi keanehan belakangan ini.
"Kak kau ini kenapa sih, dari tadi aku bicara padamu tapi kau terus saja melamun apa yang sebenarnya sedang kau pikirkan?" Ucap Mala mempertanyakan,
"Oh...tidak ada aku hanya kelelahan sudah ya kakak mau istirahat dulu" jawab Ratu menyembunyikan semuanya dan dia segera masuk ke dalam kamarnya.
Ratu menghembuskan nafas lesu setelah menutup pintu, dia tidak ingin membuat Mala terlibat dengan masalahnya dan dia juga tidak mau membuat Mala mencemaskan ya, untuk saat ini sebenarnya Ratu tidak berniat menyembunyikan semua itu dengan sengaja kepada Mala.
Hanya saja dia memilih untuk memendamnya untuk beberapa saat hingga semuanya sedikit membaik, terakhir kali Ratu bercerita tentang keresahannya dengan sekretaris Han justru Mala dengan berani menghadapi sekretaris Han tanpa sepengetahuan Ratu dan membuat sekretaris Han hampir babak belur dibuatnya.
Jika itu terjadi pada sekretaris Han, mungkin Ratu tidak masalah tapi jika sampai itu terjadi pada Zidan, Ratu tidak bisa memaafkan dirinya sendiri bahkan jika itu Mala yang melakukannya, sudah cukup dia menyakiti perasaan Zidan, kali ini Ratu tidak ingin membuat masalah semakin membesar.
__ADS_1
Ratu duduk di ranjangnya dan dia menatap sebuah foto yang dia ambil saat menaiki sebuah perahu bersama Zidan dimana di dalam foto tersebut menggambarkan bagaimana Ratu merasa senang saat menatap matahari tenggelam dan foto itu di ambil saat dia di usir dari rumah tuan Randi dan sangat kacau.
"Zidan...maafkan aku, aku sendiri tidak tahu kenapa aku begitu b*doh karena tidak bisa mencintaimu seperti kau mencintaiku" gerutu Ratu sambil memeluk ponselnya.
Jika Ratu bisa mengubah perasaannya mungkin dia akan meminta untuk mencintai Zidan yang sudah menemani dia selama ini, namun sayangnya perasaan itu sudah tumbuh lebih awal pada orang lain dan itu bukan Zidan.
Ratu juga tidak bisa memaksakan perasaan dia pada Zidan sebab dia tidak ingin memberikan harapan palsu untuk Zidan jika saja itu hanya akan menyakiti dirinya Ratu akan melakukan apapun bahkan jika harus berpura pura menyukai Zidan agar dia bahagia.
Sayangnya jika Ratu melakukan itu, dampaknya tidak hanya melukai dirinya melainkan pada perasaan Zidan yang akan semakin terluka dan mungkin membencinya lebih dari saat ini.
"Entah kenapa aku merasa kita akan berpisah, padahal tadi Zidan sudah sedikit memaafkanku" gumam Ratu merasa tidak enak hati.
Ratu berusaha membuang semua pemikiran negatif dalam dirinya dan dia berusaha untuk tertidur, Ratu membersihkan dirinya dahulu lalu mulai membaringkan tubuhnya di ranjang.
Baru beberapa menit Ratu menutup mata dia langsung bisa tertidur dengan lelap karena tubuhnya yang sudah bekerja keras pada siang hari.
******
"Di mana aku, kenapa aku ada di hutan?" Ucap Ratu sambil menatap ke sekelilingnya.
Ratu berjalan perlahan dengan linglung dan perasaan ketakutan sampai matanya melihat punggung seseorang yang mirip dengan Zidan, dia pun langsung berteriak memanggilnya sekeras mungkin.
"Zidan?. ZIDAN TUNGGU AKU..." Teriak Ratu sambil berlari mengejarnya.
Cukup lama Ratu terus berteriak sambil berlari mengejar Zidan namun sayangnya Zidan hanya menoleh beberapa kali tapi dia tidak menghentikan jalannya untuk menunggu Ratu, sampai tiba tiba mereka keluar dari hutan yang gelap dan Ratu merasa lega sekaligus kebingungan.
"Ahhh... akhirnya ada cahaya, tapi aku ada di mana, dan Zidan kenapa ada di sini juga?" Gerutu Ratu semakin bingung.
__ADS_1