PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Makan Malam berdua


__ADS_3

Akhirnya malam pun tiba dan saat itu Ratu tengah berada di rumahnya tuan Randi tiba tiba saja datang ke kediaman Ratu tanpa memberi tahu Ratu terlebih dahulu, tuan Randi datang dengan pakaian jas yang sangat rapih dan keren begitupun dengan sekretaris Han yang berpakaian tak kalah formal, mereka mulai mengetuk pintu rumah Ratu hingga tak lama Ratu segera membukanya.


Betapa kagetnya Ratu saat melihat ternyata itu adalah tuan Randi dan sekretaris Han.


"Ehh....tuan ada perlu apa anda ke mari?" Tanya Ratu dengan raut wajah kebingungan.


Bagaimana Ratu tidak bingung dia melihat pakaian yang dikenakan oleh tuan Randi dan sekretaris Han nampak begitu berbeda dari biasanya dan tiba tiba saja tuan Randi menyuruh sekretaris Han memberikan sebuah kado hadiah kepada Ratu.


"Han berikan hadiahnya" ucap tuan Randi memerintah,


Sekretaris Han segera memberikan sebuah kotak besar berisi hadiah ke pada Ratu saat itu juga.


"Nona Ratu tolong terima ini, tuan Randi sudah menyiapkan semuanya dengan sangat spesial" ucap sekretaris Han sambil memberikan hadiah itu pada tangan Ratu.


Ratu memang mengambil hadiah itu namun raut wajahnya terus saja terlihat sangat kebingungan hingga dia mulai membuka kotak besar tersebut dan betapa kagetnya dia saat melihat ternyata di dalam kotak itu terdapat sebuah gaun yang sangat cantik dan begitu modis juga ada sepasang high heels yang sangat cantik.


Tetapi meski pun Ratu sangat senang karena mendapatkan hal semacam itu, tidak bisa menerimanya begitu saja dan dia pun mulai menanyakan alasannya kepada tuan Randi saat itu juga.


"Tunggu, apa ini maksudnya tuan?, Kenapa kau tiba tiba memberiku hadiah seperti ini aku kan tidak ulang tahun dan tidak ada perayaan apapun di sini" ucap Ratu kebingungan,


"Sudah cepat pakai itu lalu kembalilah bersamaku aku akan menunggumu di sini, dan waktumu hanya sepuluh menit" ucap tuan Randi yang lagi lagi membuat Ratu semakin tidak mengerti,


"Ehhh, ada apa kenapa aku harus mengikuti perintahnya aku bukan karyawan mu lagi kok" ucap Ratu yang tidak ingin mengikuti perintah tuan Randi.


"Waktumu tinggal sembilan menit lima puluh lima detik lagi, jika kau tidak bergerak dari sekarang aku akan membawamu dengan keadaan seperti ini" ucap tuan Randi mengancam.


Ratu pun berdecak kesal dan dia segera masuk ke dalam untuk mengganti pakaiannya sambil terus menggerutu kesal.


"Iya ..iya...aku akan menggunakannya" ucap Ratu dengan kesal,

__ADS_1


"Huuh apa apaan tuan Randi ini, kenapa dia bisa tiba tiba bersikap mendominasi begini dan tidak memberitahuku apa yang sebenarnya ingin dia lakukan denganku, sangat menjengkelkan" gerutu Ratu tak habis habisnya.


Setelah selesai Ratu segera berpamitan pada Mala dan Mala mengijinkannya karena sebelum itu sekretaris Han sudah memberitahu Mala lewat sebuah pesan singkat bahwa Ratu memang akan di jemput oleh tuan Randi malam ini.


Ratu juga sempat merasa heran karena melihat sang adik begitu mudah mengijinkannya dan tidak memberinya sedikitpun pertanyaan, padahal biasanya Mala adalah orang yang paling penasaran dan selalu menghadapi tuan Randi lebih dulu sebelum dia membawa Ratu bersamanya.


"Ehh, kenapa Mala bisa mengijinkanku sebaik ini, apa karena kini dia sudah bekerja dengan tuan Randi yah?" Gumam Ratu merasa heran untuk yang ke sekian kalinya.


Ratu tidak terlalu memikirkan hal itu dan dia segera bergerak ke luar menemui tuan Randi.


"Tuan....saya sudah siap" ucap Ratu yang membuat tuan Randi bersama sekretaris Han langsung membalikkan badan mereka dan beralih memandang Ratu dengan lurus.


Mata tuan Randi sangat terpukau dengan kecantikan yang dipancarkan oleh Ratu, padahal rambutnya hanya di uraikan seperti biasanya namun dia terlihat begitu cantik dan lebih lebih cantik lagi dari biasanya hanya karena gaun itu.


Tuan Randi mulai tersenyum lebar dan dia langsung menyuruh Ratu untuk melingkarkan tangannya pada gandengan miliknya, Ratu pun hanya bisa menatap dengan heran dan menuruti semua yang diinginkan tuan Randi karena dia memang tidak bisa melawan padanya di saat seperti ini.


"Ada apa dengan tuan Randi sebenarnya, kenapa dia terlihat seperti orang yang berbeda kali ini?" Gumam Ratu merasa keheranan sendiri.


Tidak ada percakapan juga selama perjalanan hingga mereka sampai di sebuah restoran mewah dan sangat cantik, tuan Randi membukakan pintu mobil untuk Ratu dan dia bahkan membantu Ratu keluar dari mobil dengan menggandengan tangannya.


Mereka berjalan masuk menuju restoran tersebut bak seorang putri dan raja yang sangat serasi beberapa pelayan restoran juga menyambut ke datangan mereka tepat di depan untuk masuk restoran tersebut, semua pelayan yang berjajar sangat rapih serempak menunduk memberi hormat ke pada tuan Randi dan Ratu ketika mereka berjalan melewatinya.


Dan Ratu merasa semua ini terlalu berlebihan untuknya sehingga dia mulai merasa tidak nyaman dan gugup sedangkan tuan Randi yang mengetahui keadaan Ratu dia langsung mengelus lengan Ratu dan meyakinkan dia bahwa semua ini baik baik saja.


"Tenang ada aku di sini" ucap tuan Randi sambil tersenyum lembut kepada Ratu.


Bukannya semakin tenang Ratu justru malah semakin gugup karena mendapatkan senyuman seperti itu dari seorang tuan Randi, jantungnya tiba tiba saja terasa hampir akan lepas karena berdetak sangat kencang secara tiba tiba.


"Deg...deg...deg..., Ya ampun ada apa denganku tidak mungkin aku sudah benar benar menyukainya kan" gumam Ratu dalam dirinya.

__ADS_1


Mereka akhirnya masuk ke dalam restoran tersebut dan tuan Randi dengan gagahnya mempersilahkan Ratu untuk duduk di bangku yang sudah dia persiapkan lalu Ratu segera duduk di sana dengan anggun.


Di meja tersebut hanya tersedia sebuah lilin merah di tengah tengah dan tak lama seorang pelayan menyajikan hidangan yang sudah sangat lama tidak pernah Ratu nikmati.


Menu makanan tersebut adalah steak daging sapi yang sangat mahal bagi seorang Ratu saat ini, namun dulu dia juga sering menikmati hidangan ini tepat ketika ayahnya masih hidup. Melihat makanan yang dulu sering dia makan bersama keluarganya Ratu langsung teringat akan kenangan sang ayah.


Tiba tiba saja Ratu teringat akan semua kenangan masa lalunya dan dia langsung berubah menjadi lesu, Ratu menunduk dan dia bahkan tidak mendengarkan tuan Randi yang mempersilahkan dia untuk menikmati hidangan tersebut.


"Silahkan di nikmati Ratu" ucap tuan Randi mempersilahkan.


Ratu tidak menjawab dan dia masih tetap terbelenggu dengan pikirannya sendiri, tuan Randi sendiri mulai merasa aneh dengan perubahan ekspresi di wajah Ratu.


"Kenapa dia tiba tiba terlihat sedih, apa yang salah dari semuanya ini hanya makan malam biasa kok tidak mungkin dia terharu dengan semua ini kan?" Gumam tuan Randi kebingungan,


Tuan Randi punulai menanyainya ke pada Ratu karena dia merasa cemas dengan keadaan dia.


"Ratu ada apa, apa kamu tidak menyukai makanannya jika begitu aku akan meminta pelayan mengganti menu secepatnya" ucap tuan Ratu menanyakan,


"Tidak ....aku baik baik saja dan aku sangat menyukai menu ini, hanya saja menu ini mengingatkan aku pada almarhum ayahku, dia juga sanga menyukai makanan ini dan sejak dulu hanya dia yang selalu memberiku makanan ini dan tuan Randi adalah orang ke dua setelah ayahku" ungkap Ratu menjelaskan dengan senyum yang sayu.


Tuan Randi langsung merasa senang dan tersipu setelah mendengar penjelasan dari Ratu dia merasa dia adalah pria yang berhasil meluluhkan hati Ratu dan tingkat ke percayadirian nya semakin meningkat saat itu juga.


"Benarkah?, Itu artinya aku pria terbaik yang mengetahui makanan kesukaanmu iya kan?" Ucap tuan Randi menanyakan kembali,


"Mungkin bisa di bilang seperti itu, terimakasih sudah membawaku ke mari" ucap Ratu yang sangat membuat tuan Randi tersanjung dan tersipu malu.


Wajah nya langsung berubah merah dan tuan Randi seperti hendak meleleh menjadi mentega saat mendapatkan ucapan terimakasih dan senyum tulus dari Ratu secara langsung hanya untuk dirinya.


Ya tuan Randi bisa menjadi sangat lemah jika berurusan dengan Ratu, dia bahkan bisa menjadi mudah terbawa oleh perasaannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2