PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
ULAH ASTRID LAGI


__ADS_3

Di sisi lain tanpa sepengetahuan Ratu justru Steven mengikuti dirinya sedari tadi secara diam diam karena hanya itu yang bisa Steven lakukan untuk menjaga Ratu saat ini, dulu dia sudah pernah berjanji akan melindungi Ratu apapun keadaannya maka dia akan tetap menjalankan janjinya meski harus berada di belakang Ratu dan bak seperti penguntitnya, namun jika tidak seperti itu mau bagaimana lagi bahkan saat ini Ratu sangat membencinya sampai enggan menatap wajah dan bersentuhan dengannya walau sedikit.


Jika ditanya sakit atau tidak tentu saja Steven sakit dan terluka di sini bukan hanya Ratu yang tersakiti tapi Steven juga dia adalah korban dari keserakahan Astrid sama dengan Ratu namun bedanya kini Ratu sudah bebas dan memulai hidup baru walaupun masih sering dihantui bayang bayang kekejaman astrid saat di kampus sedangkan Steven masih terbelenggu dengan Astrid sebab walaupun perusahaan dan semua miliknya sudah kembali anat namanya tapi ayahnya masih membutihkan perwatan intensif dari rumah sakit dan dia membutuhkan banyak biaya untuk perawatan ayahnya agar dia tetap bernafas dan hanya ada Astrid yang menolongnya saat itu, dia tidak bisa melawan Astrid karena kalau tidak ayahnyalah yang akan menjadi taruhan.


Steven selalu menatap Ratu lekat dari jauh dan berharap takdir akan menyatukan mereka dan menyadarkan Astrid dari kegelapan matanya pada kekuasaan dan harta.


Saat Astrid tau dan sadar bahwa ternyata kekasihnya Steven itu masih memperhatikan Ratu dari jauh dia semakin murka dan terus saja berusaja juga menyusun rencana untuk menjahili dan membully Ratu, dia juga mengancam Steven.


"Sayang apa yang kau lihat dengan sangat intens sedari tadi?," tanya Astrid sambil memegang tangan kak Steven.


"Ahhh...tidak aku hanya melihat ke depan," jawab Steven.


"Ingat yah sayang hanya aku yang boleh kau lihat dengan penuh kasih sayang seperti itu, dan jika kau mau dia tetap aman lakukanlah, tinggalkan dia," ucap Astrid mengancam lagi.


"Sudahlah Astrid apakah kau belum puas aku sudah menjadi milikmu bahkan budakmu, jangan pernah kau berani menyakitinya sedikitpun," bentak Steven lalu dia keluar dari kelas begitu saja.

__ADS_1


Semua mahasiswa yang tadinya tengah fokus belajar langsung menatap ke arah Astrid dan Steven menuai keributan merekapun jadi pusat perhatian banyak orang sampai dosen kembali menyuruhnya untuk fokus sedangkan Ratu tidak pernah tergoyahkan dan terganggu dengan apapun yang dilakukan Steven maupun Astrid di kelas tadi.


Tapi tidak dengan Astrid mendapatkan bentakan dari Steven seperti itu dia semakin kesal dan dendam pada Ratu dari jauh dia metap Ratu dengan mata merahnya dan mengepalkan kedua lengannya kuat.


"Awas saja kau Ratu aku tidak akan pernah membuatmu bahagia di dunia ini, kau harus menderita," gumam Astrid memendam dendam besar pada Ratu.


Selesai kelas Ratu pergi ke toilet dengan terburu buru dan meninggalkan tasnya di kelas begitu saja karena dia sudah sangat tidak kuat menahan kebeletnya, saat melihat kecerobohan Ratu Astrid tersenyum licik dan menyuruh geng nya itu untuk mengacak ngacak semua barang yang ada di dalam tas Ratu, merekapun mengeluarkan semua barang milik Ratu dan merusaknya termasuk ponsel Ratu yang diinjak oleh Astrid, saat Ratu kembali ke sana dia kaget dan tak sanggup menahan semua buku bukunya kotor dan sobek juga ponselnya yang sudah rusak parah, Ratu terduduk di lantai dengan lemas dan memunguti semua barang barangnya sambil meneteskan air mata, dia sangat geram dan ingin marah namun pada siapa di sana sudah tidak ada siapapun yang bisa dia salahkan dan dipinta pertanggung jawaban atas apa yang menimpanya.


"Hiks..hiks...siapa.....lagi yang tega melakukan ini padaku, kenapa semua orang membenciku begini hiks...hiks...," ucap Ratu sambil memasukan semua barangnya yang rusak ke dalam tas.


"Aku sudah menduganya dan ternyata benar," ucap Ratu pelan.


"Keterlaluan, Ratu kau tenang saja aku akan memanggil mereka ke ruang rektor dan memberikan hukuman setimpal pada mereka atas perbuatnnya padamu," ucap kak Zidan yang turut emosi saat melihat kejadian itu.


"Silahkan lakukan saja apapun sesuai peraturan yang berlaku di kampus ini kak, selebihnya aku tidak ingin ikut campur, aku kemari hanya untuk mengobati kepenasaranku," jawab Ratu lalu berterimakasih pada kak Zidan dia berpamitan pergi.

__ADS_1


Zidan berdecak kesal dan segera meminta file rekaman cctv itu agar di pindahkan ke ponselnya setelah selesai dia segera mambawa bukti kuat itu pada pihak rektor dan menyerahkan semuanya pada mereka agar memberikan skor pada Astrid selama 3 minggu dan harus mengganti barang Ratu yang sudah dia rusak, bapak rektot itupun mengangguk dan akan segera memanggil Astrid dan gengnya itu, tentu saja semua dosen dan rektor di sana akan mengikuti ucapan Zidan karena dia adalah pewaris pemilik universitas tersebut, apalagi keluarga Zidan kan salah satu orang penting di negri ini, walaupun mereka tak sepopuler tuan Randi, namun ke kayaannya sebelas dua belas.


...****************...


Setelah mengetahui semuanya bahwa ternyata benar Astrid dan gengnyalah yang melakukan itu padanya Ratu hanya bisa menerima, walaupun dia sedih dan kesal ponsel dan buku buku yang dia beli untuk reperemsi harus rusak begitu saja, mana ponselnya tidak menyala lagi.


"Maafkan aku yah, aku tidak bisa menjaga barang pemberian ayah," ucap Ratu pelan sambil menatap ponselnya yang sudah rusak parah.


Karena semua bukunya juga sobek dan kotor Ratu jadi tidak bisa mengikuti kelas keduanya hingga dia memutuskan untuk pergi ke kentor tuan Randi dan harus mulai bekerja sebagai asisten pribadinya mulai saat ini.


Ratu mencari taxi yang lewat sekitar sana namun nyatanya sangat susah butuh beberapa menit cukup lama untuk mendapatkannya hingga dia akhirnya bisa mendapatkannya juga.


Sesampainya di kantor Randi, Ratu langsing masuk dan menemui resepsionis di sana dan mengatakan dia ingin menemui CEO Randi, resepsionis itupun segera menyambungkan telpon pada tuan Randi sampai akhirnya dia mengantarkan Ratu menuju ruangannya CEO Randi, Ratu berterimakasih pada resepsionis itu dan segera masuk ke dalam.


"Permisi tuan," ucap Ratu sambil menenteng tasnya yang kotor karena kejadian di kampus tadi.

__ADS_1


__ADS_2