PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Cemas


__ADS_3

Ratu hanya tersenyum melihat wajah Mala yang begitu mengkhawatirkannya di sisi lain Ratu begitu senang karena kini dia bisa merasakan kasih sayang yang begitu besar dari Mala, namun Mala justru mulai merasa aneh karena ucapan dokter sebelumnya dan dia pun mulai menanyakannya kepada Ratu.


Awalnya Mala sedikit ragu saat ingin bertanya kepada Ratu namun Ratu yang sudah kenal lama dengan Mala dan memahami ekspresi Mala dia sudah mendahuluinya.


"Mala ada apa?, Apa ada yang ingin kamu katakan pada kakak, ayo katakan saja" ucap Ratu,


"E..eumm begini kak, tadi dokter bilang kakak pingsan karena syok berat, memangnya apa yang kakak takutkan kenapa kakak memaksakan diri kakak sendiri?" Tanya Mala dengan penuh penasaran,


Ratu terdiam sejenak dan dia mulai gugup, sebenarnya sudah sejak lama Ratu merahasiakan masalah fobia nya tersebut dia hanya tidak mau Mala mengetahuinya karena menurut Ratu itu bukan masalah besar dan dia tidak ingin membuat orang orang di sampingnya mencemaskan dia, namun kali ini sepertinya sudah saatnya Ratu memberitahu Mala yang sebenarnya mengenai ketakutan yang dia miliki.


"Mala sebelumnya kakak minta maaf padamu karena tidak pernah memberitahu kamu mengenai hal ini, dan kakak mohon kamu jangan marah yah" ucap Ratu memohon lebih dulu karena dia tidak mau Mala merajuk.


Karena penasaran dan sudah tidak sabar Mala pun langsung mengangguk dan dia menatap dengan serius pada kakaknya, rasanya Mala sudah sangat tidak sabar menunggu Ratu angkat bicara dan mengatakan yang sebenarnya.


"Ayo kak, bicara saja aku tidak akan marah kok aku janji" jawab Mala tidak sabaran,


"Haahhh....Mala sebenarnya kakak ini fobia ketinggian sejak kecil, itulah mengapa sebelumnya kakak berusaha menolak ajakanmu untuk menaiki wahana tersebut, namun melihatmu yang sangat ingin menaikinya bersama, kakak tidak bisa menolak dan membuatmu kecewa makanya kakak berusaha memberanikan diri, dan jadilah seperti ini" ucap Ratu menjelaskan.


Mala seketika membelalakkan matanya dan dia tercengang juga sangat kaget setelah mendengar pengakuan dari Ratu, Mala tidak menyangka kakaknya sampai berani melakukan hal berbahaya seperti itu hanya demi tidak ingin melihatnya kecewa dan sedih.


"Kak...aku ini bukan anak kecil lagi, kakak harus mengutarakan yang sebenarnya kepadaku mengenai semua hal, aku akan merasa bersalah jika hal seperti ini terjadi lagi kedepannya" jawab Mala dengan wajah yang sedih,

__ADS_1


"Mala ayolah, ini semua bukan salahmu kenapa kamu harus merasa bersalah?, Awalnya kakak melakukan itu karena kakak pikir kakak bisa melewatinya dan menahan rasa takut dalam diri kakak, namun nyatanya kakak tetap belum bisa menghilangkan fobia tersebut" jawab Ratu dengan serius.


Mala tetap saja merasa sedih dan dia sangat merasa bersalah karena sudah memaksa Ratu untuk menaiki wahana tersebut.


"Andai saja tadi aku tidak memaksa kakak, pasti kejadian seperti ini tidak akan terjadi, maafkan aku kak" jawab Mala sambil menunduk lesu,


Ratu hanya tersenyum melihat tingkah Mala yang begitu lucu dan menggemaskan baginya, Ratu juga sama sekali tidak pernah menyalahkan Mala atas kejadian itu karena dia tau bahwa hal semacam itu memang akan terjadi pada dirinya jika dia terus memaksakan diri dan itu sudah biasa untuk Ratu.


"Haha Mala kau sangat lucu saat seperti itu, sudahlah untuk apa kamu merasa bersalah kakak ini baik baik saja, sudah jangan lebay begitu deh" jawab Ratu sambil bercanda dengan Mala.


Mala pun akhirnya bisa tersenyum lagi dan dia memeluk Ratu dengan lembut, persaudaraan diantara mereka begitu dekat dan erat meskipun mereka bukan saudara kandung dan tidak pernah saling kenal sebelumnya.


Ratu begitu menyayangi Mala karena saat ini hanya Mala lah satu satunya orang terdekat dia, setiap kali melihat wajah Mala, tingkah Mala dan semua yang dilakukannya Ratu selalu teringat akan sahabat masa kecilnya Seli.


Dan entah kenapa saat itu Ratu tiba tiba saja terpikirkan kepada Seli dan ibunya.


"Mala wajahmu sangat mirip dengan Seli, ahhh kenapa aku tiba tiba memikirkannya semoga dia selalu baik baik saja" gumam Ratu dalam hati kecilnya.


Karena saat itu Ratu sudah siuman dan dokter juga sudah memperbolehkannya pulang saat itu juga, akhirnya Ratu segera pulang dengan Mala ke rumah mereka karena kalau menginap di rumah sakit hanya akan membuat pengeluaran mereka membengkak.


Sesampainya di rumah Mala langsung membantu Ratu untuk beristirahat di kamarnya bahkan Mala juga menyedihkan susu hangat untuk Ratu, dia juga menyelimuti Ratu dengan baik.

__ADS_1


Sedangkan Ratu hanya terus tersenyum dia sangat senang mendapatkan banyak perhatian dari Mala saat ini, setidaknya dia tau di saat semua orang meninggalkan dia ternyata masih ada satu orang yang setia bersamanya.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu Mala, tidak akan pernah membiarkanmu meninggalkanku seperti Seli yang pergi saat itu" gumam Ratu dalam hati kecilnya.


Sebegitu sayangnya Ratu pada Mala melebihi dia menyayangi dirinya sendiri.


*****


Di sisi lain sekretaris Han yang baru saja sampai di apartemen miliknya dia langsung bergegas membereskan semua berkas untuk pekerjaannya besok dan tuan Randi akan mengumumkan masalah perusahaan yang akan di pimpin olehnya untuk sementara waktu sampai waktu yang tidak bisa di tentukan.


Malam itu sekretaris Han sungguh tidak bisa tidur dengan nyenyak meski badannya sangat lelah karena telah menempuh perjalanan yang cukup jauh, dia juga sudah mendapatkan banyak notif dan email dari berbagai sumber yang harus dia kerjakan dan dia balas.


Namun karena malam itu perasaanya tengah tidak menentu dia tidak dapat bekerja dengan baik dan fokus, alhasil sekretaris Han hanya berdiri di balkon apartemen miliknya sambil menikmati secangkir kopi hangat yang dia pegang.


Berkali kali sekretaris Han menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan dia terus memikirkan cara untuk memberikan pelajaran pada sekretaris Diah yang sudah menimbulkan banyak kekacauan belakangan ini.


"Aishhh....dasar sekretaris Diah sialan, aku akan menyingkirkan dia lebih cepat dari yang tuan Randi harapkan, awas saja kau!" Gerutu sekretaris Han dengan penuh emosi.


Bukan hanya masalah kantor dan sekretaris Diah yang mengganggu pikiran sekretaris Han namun masalah Mala yang akan bekerja mendampinginya yang membuat dia tidak bisa merasa tenang.


"Haaahh....kenapa juga tuan Randi harus menunjuk wanita garang itu secara langsung, kalau begini bagaimana aku bisa fokus menjalankan tugasnya, dia hanya akan merepotkanku besok" tambah sekretaris Han.

__ADS_1


Saat itu sekretaris Han sama sekali tidak mengetahui keahlian apa yang dimiliki Mala dan dia terus merendahkan Mala dengan semua ucapan yang cukup kejam dia sungguh tidak mempercayai Mala sedikitpun terlebih kekesalannya yang masih dia rasakan karena Mala pernah memukulinya hingga hampir babak belur.


"Wanita itu, eughhhhh kakak adik memang sama sama menjengkelkan!" Ucap sekretaris Han yang masih geram dengan Mala juga Ratu.


__ADS_2