
Mendapatkan panggilan video secara tiba tiba tentu saja Ratu merasa kaget dan panik terburu buru membenahi wajah juga penampilannya.
"Ya ampun kenapa tuan Randi tiba tiba melakukan panggilan video padaku, ahh..... Aku harus menyisir rambutku dulu" ucap Ratu dengan panik.
Setelah Ratu menatap dirinya di cermin sambil tersenyum senang karena dia rasa penampilannya sudah jauh lebih baik, barulah dia mengangkat panggilan video tersebut.
"Hallo tuan?, Ada apa menelponku selarut ini?" Tanya Ratu sambil menyapanya,
"E..euu...tidak ada apa apa, aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu" jawab tuan Randi yang tiba tiba menjadi gugup.
Dia merasa sudah beberapa hari tidak bertemu dan berkomunikasi dengan Ratu membuat dia semakin gugup dan sulit mengendalikan perasaannya kepada Ratu.
Ratu hanya menatap heran dan dia sangat penasaran dengan apa yang ingin ditanyakan oleh tuan Randi kepada dirinya sampai harus melakukan panggilan video selarut ini.
"Menanyakan apa tuan?" Tanya Ratu dengan mengerutkan kedua alisnya bersamaan.
Nampak tuan Randi sedikit gugup dan dia menatap ke arah lain memalingkan pandangannya dari Ratu dan dia sempat memikirkan kalimat yang lebih baik untuk mengungkapkan kepenasaranan dalam dirinya mengenai kejelasan foto serta video yang dia dapatkan sebelumnya.
"Tuan...kenapa diam saja?, Apa yang mau anda tanyakan sebenarnya?" Ucap Ratu menanyakan lagi karena saat itu dia melihat tuan Randi yang hanya diam mematung.
Akhirnya tuan Randi pun tersadar dan dia mulai mengungkapkan pertanyaannya.
"A..ahh...iya aku ingin tanya, apa hubunganmu dengan Zidan?, Jangan bilang kalau kalian sudah menjadi pasangan kekasih" ucap Randi dengan wajah yang langsung berubah serius,
Ratu langsung kaget mendengar pertanyaan dari tuan Randi, dia pun langsung tertawa menanggapinya.
"Ehh...haha....kenapa anda bisa berpikir begitu?, Mana mungkin saya menjadi kekasih Zidan anda kan tau tuan, kalau Zidan sahabat saya sejak lama jadi kedekatan kami hanya sebatas itu" jawab Ratu di iringi senyumnya yang lebar.
__ADS_1
Akhirnya Randi bisa menghembuskan nafas lega setelah mendengar penjelasan secara langsung dari Ratu.
"Bagus kalau begitu, artinya kau tidak melanggar janjimu, ingat ketika aku pulang kau harus menjawab pernyataan cintaku sebelumnya" balas tuan Randi memperingati.
"I..iya saya akan memastikan itu, anda tenang saja tuan" jawab Ratu langsung berbicara gugup dan merasa canggung.
Sedangkan tuan Randi tersenyum manis menanggapi jawaban Ratu yang nampak salah tingkah, kini Ratu justru mulai merasakan jantungnya semakin berdebar tak menentu, dia sendiri bingung pada perasaan dan dirinya setiap kali berbicara dan melihat senyum tuan Randi dia seakan terhipnotis dengan semua keindahan yang terpancar dalam diri tuan Randi.
Lebih parahnya Ratu juga tidak bisa menahan dan menolak perasaan itu untuk pergi dari dirinya.
"Aishh...ada apa denganku kenapa aku jadi seperti ini?, aahhh....tidak mungkin aku benar benar menyukainya kan" gumam Ratu dalam hati kecilnya.
Karena gugup dan bingung mau berkata apa lagi, akhirnya Ratu memutuskan untuk mengakhiri panggilan video tersebut lebih dulu karena dia tidak mau wajah meronanya terlihat oleh Randi.
"Eu....tuan jika tidak ada yang ingin anda tanyakan lagi, saya harus menutup panggilan ini" ucap Ratu lebih dulu,
"Apa kau sudah berani melawanku hanya karena tidak bekerja sebagai asistenku lagi sekarang?, Balas tuan Randi dengan wajah yang tidak bersahaja,
Mendengar penjelasan dari Ratu bukannya Randi mengerti dan memahami justru dia malah semakin kesal dan wajahnya kembali terlihat datar.
"Tu...tuan maksud saya hanya..." Tambah Ratu berusaha meluruskan ucapannya karena melihat ekspresi Randi yang semakin kecut dan wajahnya yang ditekuk.
Sayangnya Randi langsung memotong ucapan Ratu dan menyuruhnya untuk diam.
"Sudah...diam saja, kau ini terlalu berisik berani beraninya kau mengatakan itu adalah hal tidak penting, bagiku semua hal mengenai dirimu adalah yang paling penting, apa kau mengerti sekarang!" Pungkas tuan Randi yang membuat Ratu kembali kaget membelalakkan matanya dengan sempurna.
Ratu sungguh merasa saat itu dia seketika terbang ke awan ketika mendengar bahwa dia sebegitu istimewa dan berharganya, di mata tuan Randi, ucapan dari tuan Randi sungguh berhasil menyentuh hatinya yang selama ini telah lama mati.
__ADS_1
"Tu.....tuan, saya tidak se penting itu anda tidak perlu melakukan semua ini hanya untuk memastikan hubungan saya dengan Zidan, dan kau juga tidak perlu mengkhawatirkan apapun" balas Ratu sambil menunduk.
Randi tau saat itu Ratu sudah tersipu malu, dan dia justru sengaja menggoda Ratu sambil tersenyum.
"Haha...Ratu, apa kamu merasa malu sekarang?, Lihat pipimu yang sudah merah merona dan matamu yang nampak begitu gugup" ujar tuan Randi semakin menggoda Ratu,
"Tuan berhenti menggodaku atau aku akan mematikan panggilannya!" Balas Ratu melontarkan ancaman.
"Oke aku tidak akan menggodaku lagi, tapi Ratu aku sungguh menyukaimu kau harus tau seberapa tulus aku menyayangimu, meski aku terlihat jahat dengan ucapanku dan dingin dengan sikapku tapi perasaanku benar benar serius padamu, aku harap kamu bisa merasakan ketulusan dan kesungguhan dalam hatiku" ucap tuan Randi yang tiba tiba saja begitu serius dan kembali mengungkapkan perasaannya kepada Ratu.
Ratu semakin gugup dan salah tingkah tidak karuan, bahkan tangannya sampai bergetar memegangi ponselnya, dia sungguh kaget melihat tuan Randi yang dulu dia kenal begitu kejam, dingin dan sangat sinis kini bisa berubah dengan sangat pesat.
Caranya bicara, tatapan matanya dan cara dia memperlakukan Ratu kini sudah berubah, itu yang membuat Ratu semakin bingung dengan perasannya, hatinya mengatakan iya namun pikirannya tetap menolak untuk menyukai tuan Randi.
"Tuan berhenti mengungkapkan perasaanmu, kita kan sudah bersepakat akan membahasnya nanti ketika kau sudah kembali" jawab Ratu mengalihkan pembicaraan,
"Ya sudah, sebaiknya kau tidur dan istirahat, ingat jangan coba coba kau dekat dengan Zidan apalagi sampai membiarkan Zidan atau pria lain memegang lengan dan memelukmu atau aku akan mematahkan lengan pria itu!" Ucap tuan Randi memberikan peringatan serta ancaman pada Ratu.
"Selamat malam" tambah tuan Randi dan langsung mematikan panggilannya lebih dulu.
Ratu sempat bingung karena tuan Randi berbicara seakan akan dia melihat apa yang dilakukan oleh dirinya bersama Zidan ketika di tepi danau, namun Ratu tidak terlalu memikirkannya karena sudah terlanjur kesal lebih dulu.
"Aish....tuan...apa apaan kau ini, bagaimana bisa dia mengancamku seperti itu, bahkan kita belum menjadi pasangan kenapa dia berpikir begitu padaku?" Gerutu Ratu merasa kesal.
Sudah lah dia kesal karena ucapan tuan Randi di tambah dia kesal dengan sikap tuan Randi yang mematikan panggilan begitu saja bahkan Ratu belum sempat membalas ucapan selamat malam padanya.
"Eughh....dia adalah pria paling menyebalkan yang pernah aku hadapi, dan bagaimana bisa aku mengharapkan perhatian dari orang sedingin dia, ahh aku hanya bermimpi" tambah Ratu sambil membaringkan tubuhnya di ranjang.
__ADS_1
Ratu pun mulai mengistirahatkan tubuhnya dia menutup mata dengan perlahan dan mulai tertidur lelap.
Di samping itu, Zidan bahkan sama sekali tak bisa beristirahat dia sungguh merasa sedih meski sudah tau apa jawaban yang akan dia dapatkan dari Ratu sebelumnya.