PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
DI PERKEBUNAN TEH


__ADS_3

Saat itu Ratu benar benar bingung, dia ingin bertanya namun tak berani, tapi tak bertanya dia juga penasaran, akhirnya setelah berusaha memberanikan diri Ratu pun mulai menatap wajah tuan Randi perlahan dan dia mulai bicara untuk bertanya kemana tujuan mereka kali ini.


"Eumm....tu..tuan.....kita mau kemana sebenarnya?," tanya Ratu berhati hati.


"Ke tempat rahasiaku," jawab tuan Randi.


"Tapi tuan ini sudah satu jam perjalanan, apa memang sejauh itu?," tanya Ratu lagi.


"Sebentar lagi sampai," jawab tuan Randi.


Ratu pun diam setelah mendapatkan jawaban dan kini dirinya justru semakin penasaran dan merasa heran kenapa tuan Randi membawa dirinya ke tempat rahasia seperti itu.


"Aneh bukankah dia bilang itu tempat rahasia lalu kenapa dia malah membawaku ke sana?," gumam Ratu bertanya tanya sendiri.


Tak berselang lama merekapun tiba di sebuah rumah berukuran kecil yang berada jauh dari kota dan pemukiman masyarakan, tempatnya sungguh jauh dari keramaian dan rumah tersebut tepat berada di tengah tengah perkebunan teh yang hijau, saat keluar dari mobil tuan Randi langsung mengajak Ratu untuk ke rumah tersebut dan Ratu pun mengikutinya dengan perasaan takut.


Yah tentu saja Ratu takut diakan seoarng perempuan dan berada di tempat jauh dari keramaian bersama seorang pria di sebuah rumah kecil bernuansa pedesaan jaman dulu.


Saat mereka sampai di depan rumah seltelah melewati hamparan kebun teh, tuan Randi mengajak Ratu untuk masuk ke dalam rumah karena udara di luar sangat dingin apalagi kini menjelang malam, udaranya menjadi semakin dingin, namun Ratu menolak dengan menggelengkan kepalanya dan dia hanya duduk di pinggir teras papan rumah tersebut.


"Ahh...tidak tuan saya di sini saja," ucap Ratu.


"Heh, udara di sini sangat dingin jika malam lebih baik kau ikut masuk, dan tenanglah aku tidak akan melakukan apapun padamu," ucap tuan Randi seperti bisa menebak apa yang ditakutkan Ratu.


Ratu oun tersenyum dan dia langsung masuk ke dalam rumah itu karena memang udara di sana sudah mulai menusuk badannya, saat masuk ke dalam rumah itu ternyata di sana tidak terlalu sempit, semua barang barangnya tertata rapih ada dua buah kamar juga dalur dan kamar mandi di sana hanya saja air di sana masih menggunakan sumur timbaan persis seperti jaman dulu, Ratu terkesima melahat lihat seisi rumah itu yang menakjubkan dan sangat bagus juga klasik baginya apalagi hiasan hiasan dinding dari kayu yang menambah kesan klasiknya.

__ADS_1


"Wahhh.....dari mana tuan tau ada rumah di sini?," tanya Ratu dengan polosnya.


"Semua tanah di sini milikku termasuk perkebunan teh juga rumah ini," jawab tuan Randi dengan santainya.


"Apa....wahh....kau hebat sekali," ucap Ratu kagum.


"Ini hanya sebagian kecil milikku jika di hitung sebagian kota ini juga semuanya atasnamaku dan semuanya tertanam sahamku," jawab tuan Randi menambahkan lagi.


"Kau memang seorang miliader kaya dan ternama tuan," jawab Ratu memuji.


Tak terasa lama mereka mengobrol membicarakan beberapa hal sepela dan bahkan hingga tertawa terbahak bahak dan tentunya hanya Ratu yang tertawa selepas itu tuan Randi hanya tersenyum saja beberapa saat lalu kembali pada wajah datarnya, saking asiknya mereka mengobrol mereka hingga lupa bahwa kini sudah mulai malam dan tuan Randi menyalakan lampu lampu di rumah itu.


"Apa kau ingin lihat pemandangan langit dari sini?," tanya tuan Randi pada Ratu.


"Tapi pemandangan langit di luar indah loh," ucap tuan Randi.


Karena penasaran Ratu oun memutuskan untyk melihatnya sejenk dan saat berada di luar dan menengadahkan kepalanya kelangit ternyata ucapan tuan Randi sungguh fakta, langit di sana seakan berbeda dengan langit yang biasa dia lihat saat di kota, bintang bintang berkelap kelip cerah dan seakan tersenyum ceria menatany dirinya, Ratu sungguh terpukau dengan pemandangan yang asri seperti itu, melihat langit biru gelap dan cahaya bulan yang terang benderang dengan dihiasi bintang bintang kecil di seisi langit rasanya sangat damai dan tentram, dan saat merasakan itu Ratu mulai sadar.


"Apa tuan Randi selalu ke sini saat dia kacau dan dalam masalah," gumam Ratu berpikir.


"Tuan apa karena ini kau mengajakku kemari?," tanya Ratu pada tuan Randi.


"Iya.....dan akhirnya kau paham, ku pikir kau tidak akan paham sebelum aku menjelaskannya, kau kan bodoh," ucap tuan Randi sambil menahan tawa.


"Aishhh......aku itu tidak bodoh buktinya aku mahasiswa terbaik di kampusku," jawab Ratu menyombongkan dirinya.

__ADS_1


Tuan Randi hanya tersenyum saja dan Ratu juga tak perduli dia terus memandangi langit yang membuat hati dan matanya seakan terhipnotis enggan berpaling untuk menatap hal lain.


Sampai tiba tiba Ratu teringat bahwa dia sudah cukup lama berada di tempat itu dan suasananyapun semakin dingin.


"Astaga tuan.....aku hampir lupa sudah berapa lama kita di sini, anginnya juga sudah sangat dingin," ucap Ratu.


"Kau yang mengenakan jasku saja merasa dingin apalagi aku," jawab tuan Randi.


"A...a...anu...maafkan aku tuan, tapi kalau aku melepaskannya," ucap Ratu tertahan.


"Tidak perlu, ayo kembali ke mobil," ucap tuan Randi sambil menggandeng lengan Ratu dan mereka berjalan menyusuri kebun teh di malam hari.


Hanya dengan berbekalkan senter ponsel dan merekapun sampai di mobil, tuan Randi langsung menyalakan mobil dan melajukannya dengan kecepatan sedang melewati hamparan kebun teh yang luas dan berkabut tipis.


Karena perjalanan mereka cukup lama Ratu sampai tertidur di mobil karena lelah, saat sudah sampai di perkotaan tuan Randi menatap sekilas ke arah Ratu yang masih tertidur dengan lelap di sampingnya dia pun hendak mengantarkan Ratu pulang namun dia lupa dimana alamat tempat tinggal Ratu sehingga terpaksa tuan Randi harus membangunkan Ratu.


"Ratu....hey ..bangunlah kita sudah sampai di kota....hey...," ucap tuan Randi.


Ratu pun mulai mengerjap ngerjapkan matanya dan saat dia lihat di depannya sudah ramai kendaraan yang menunjukkan bahwa dia sudah masuk jalanan kota.


"Eummm....sudah di kota yah," ucap Ratu sambil mengucek matanya.


"Iya di mana alamat rumahmu aku akan mengantarmu pulang," jawab tuan Randi.


Ratu pun mengatakan dimana alamat rumahnya hingga sesampainya di sana tuan Randi pun hendak berpamitan pada mamah Diva sekaligus memperkenalkan dirinya selaku bos di perusahaan dimana Ratu bekerja, awalnya Ratu tak memperbolehkan karena dia tidak mau merepotoan tuannya sendiri namun karena tuan Randi memaksa ingin kenal dengan ibunya Ratu pun tak bisa melarangnya lagi, Ratu mempersilahkan tuan Randi masuk dahulu ke dalam rumahnya lalu dia memanggil ibunya yang ternyata tengah di dapur menyiapkan makanan.

__ADS_1


__ADS_2