PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
ZIDAN


__ADS_3

Ratu masuk ke dalam konter HP yang cukup besar itu dan nampak di sana hanya ada beberapa pelanggan yang tengah memilih ponsel keluaran terbaru sepertinya mereka ingin membeli ponsel baru itu, saat melihatnya Ratu juga ingin sekali membelinya dan tak perlu memperbaiki ponselnya ini namun dia sadar tak cukup uang untuk dia membelinya lagi pula mungkin dia tidak memerlukan ponsel yang terlalu canggih yang penting bisa menelpon saja itu sudah cukup untuk Ratu, sebenarnya malu masuk ke dalam konter ponsel besar seperti itu hanya untuk memperbaiki ponselnya namun ini sudah terlanjur dan Ratu tidak bisa menghentikan langkahnya dia pun mulai bertanya pada seorang pria pelayan di sana.


"Mas apa di sini bisa memperbaiki ponsel yang rusak?," tanya Ratu.


"Bisa mba silahkan apa yang mau di perbaiki," jawab pria itu.


"Ini mas ponsel saya, sepertinya rusak parah tapi apa masih bisa di perbaiki?," tanya Ratu sambil mengeluarkan ponselnya itu.


Nampak pria tadi tak menjawab pertanyaan Ratu dan dia memegang sambil memeriksa keadaan ponsel Ratu yang benar benar sudah rusak parah, lcd nya sudah hancur, mesin nya pun tak berpungsi lagi sampai akhirnya pria itu menggelengkan kepalanya dan meminta maaf pada Ratu sambil mengembalikan ponselnya.


"Maaf mba karena mesin ponselnya sudah mati kita tidak bisa memperbaikinya," jawab pria itu dengan berat hati.


"Begitu yah, ya sudah tak apa mas terimakasih," jawab Ratu.


Dia pun pergi dari konter itu dengan lemas sungguh Ratu tak akan mendapatkan nomer ponsel Seli lagi dan dia tidak tau bagaimana caranya menghubungi Seli, ingin mengirim surat namun mau di antar kemana alamatnya pun Ratu tidak tau. Ratu benar benar putus asa saat ini.


"Ahhh.....bagaimana ini," gumam Ratu di perjalanan pulang.


Hingga sesampainya di rumah Ratu bahkan tak membalas sapaan dari mamah Diva dan dia langsung masuk ke kamarnya lalu tidur tanpa mengganti pakaian atau membersihkan dirinya dahulu.


Mamah Diva yang sudah paham jika Ratu seperti itu artinya dia dalam masalah hanya bisa menggelengkan kepala dan memberikan waktu untuk Ratu sendirian dan menenangkan pikirannya barulah nanti mamah Diva akan berusaha bicara dan menanyakan apa yang terjadi padanya.


...****************...

__ADS_1


Di belahan bumi yang lain kak Zidan yang saat ini baru saja pulang dari urusan kantornya dan dia harus bertemu dengan oma Rika yang terus saja memaksanya agar bisa mempertemukan dirinya dengan Ratu, sungguh Zidan sebenarnya sangat muak karena sudah bosan sekali mendengar omanya itu mengancam yang tidak tidak dan aneh baginya namun jika tidak dia dengarkan maka dia akan semakin dalam bahaya lagi nantinya.


"Zidan bagaimana apa Ratu sudah memutuskan, apa kau sudah membujuknya?," tanya oma Rika pada Zidan tepat di depan pintu masuk.


"Astaga oma cucunya baru pulang bukannya di sediain minum atau apa kek, ini malah langsung di intrograsi," jawab Zidan sambil terus berjalan dan duduk di sofa.


"Zidan ayo cepat jawab pertanyaan oma kamu ini kenapa sih susah sekali kalau dibilangin, memangnya kamu mau gak oma anggap cucu lagi dan gak dikasih warisan," ucap oma Rika mulai mengancam lagi.


"Oma ini ada ada aja, iya oma iya Zidan udah bujuk Ratu dan dia mau datang ke sini akhir pekan," jawab Zidan.


"Wahhh...benarkah, Ratu akan menemui oma ahhhhh oma sudah menduganya Ratu pasti merindukan oma juga iya kan Zidan?," ucap oma Rika yang kesenengan sendiri sambil menggoyang goyangkan lengan Zidan.


"Ahhh...iya iya oma berhenti menarik lenganku," ucap Zidan yang risih.


Oma Rika terus saja tersenyum dan membicarakan semua persiapan untuk menyambut Ratu nanti, Zidan yang merasa risih dengan suara omanya yang keras dan cempreng itu dia pun memilih untuk pergi meninggalkanya dengan mengendap ngendap menaiki tangga dan langsung masuk kekamarnya tak lupa Zidan juga langsung mengunci kamarnya itu.


Zidan pun membaringkan tubuhnya dengan perlahan dan dia menatap ke langit langit kamar berpikir kenapa omanya bisa sebegitu sayangnya pada Ratu dan sangat menginginkan Ratu untuk menjadi istrinya padahal dulu saat pertama kali Zidan mengenalkan Ratu pada omanya dia sama sekali tak menyukai Ratu dan jika di ingat ingat lagi kriteria menantu yang oma inginkan jauh sekali dengan sikap Ratu.


"Ahhh.....wanita memang membingungkan dan hanya membuat pikiranku jadi gila saja," ucap Zidan yang kalut memikirkannya.


Zidan pun memutuskan untuk tidur namun baru saja dia hendak menutup matanya terdengar teriakan oma Rika yang memanggilnya.


"Zidannnn.....kemana kau," teriak oma Rika menggelegar.

__ADS_1


"Astaga itu oma ahhhhhh...matilah aku," ucap Zidan yang kebingungan harus berbuat apa.


Hingga tiba tiba sebuah ide muncul dalam kepalanya dia langsung buru buru mengganti pakaiannya dan keluar sambil membawa kunci mobil juga ponselnya dengan teburu buru.


Saat bertemu oma Rika Zidan langsung mengatakan bahwa dia harus menjemput Ratu karena dia ada janji dengannya hari ini.


"Oma aku pergi yah ada janji dengan Ratu dah oma," teriak Zidan sambil berlari kencang.


"Hati hati jaga calon menantu oma dengan baik," teriak oma Rika yang tak jadi memarahi Zidan.


Zidan yang sudah masuk ke dalam mobilnya langsung merasa trnang dan memegangi dadanya yang tadi berdetak kencang karena takut ketahuan kalau dia berbohong dan sekarang dia kebingungan harus pergi kemana, dia pun menelpon Ratu untuk memastikan bahwa lusa Ratu benar benar akan datang menemui omanya.


Berkali kali Zidan menelpon Ratu namun selalu saja diluar jangkauan.


"Aishh.....apa dia membohongiku dan sengaja mematikan ponselnya?, Arghhh ini gawat tak bisa dibiarkan," ucap Zidan yang berpikiran kemana mana.


Alhasil Zidan malah panik sendiri dan dia langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Ratu, sepanjang perjalan Zidan terus saja merasa cemas dia takut Ratu akan kabur dan tidak akan bertemu dengannya lagi, atau Ratu dalam bahaya itulah yang terus muncul dalam benak Zidan saking dia sangat mengkhawatirkan Ratu.


Hingga sesampainya di kediaman Ratu, Zidan langsung mengetuk pintu rumah itu dengan keras dan berteriak memanggil nama Ratu.


"Tok...tok...tok...Ratu...Ratu....apa kau ada di dalam?, Ratu cepat buka...Ratu....," teriak Zidan sambil terus menggedor pintu rumah Ratu.


Mamah Diva yang baru selesai maksanakan solat ashar diapun langsung bergegas membuka pintu dan saat dia lihat itu seorang pria asing yang tidak dia kenal dengan wajah berkeringat dan seperti mencemaskan seseorang.

__ADS_1


"Bu...apa ini benar rumah Ratu, apa dia ada di dalam?," tanya Zidan.


"Iya ini rumah Ratu, saya ibunya, silahkan masuk dulu, Ratu sedang tidur biar ibu bangunkan," jawab mamah Diva dan mempersilahkan Zidan untuk masuk.


__ADS_2